PLN Mobile merupakan salah satu wujud transformasi digital PT PLN (Persero) dalam memberikan layanan kelistrikan kepada pelanggan. Aplikasi ini banyak memudahkan pelanggan, namun di lapangan masih ditemukan sejumlah keluhan terkait performa dan kenyamanan penggunaannya. Tulisan ini menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman aplikasi PLN Mobile dengan metode SWOT, mengambil studi kasus di PT PLN (Persero) ULP Ampera Palembang. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan staf PLN serta pelanggan selama kegiatan magang. Dari hasil analisis terlihat bahwa kelengkapan fitur dan status resmi sebagai aplikasi BUMN menjadi kekuatan utama PLN Mobile, sementara kelemahan yang paling sering dikeluhkan berkaitan dengan kestabilan performa, proses verifikasi OTP, dan belum adanya layanan bantuan langsung. Dari sisi eksternal, peluang utama berasal dari meningkatnya penggunaan layanan digital serta dukungan transformasi digital BUMN, sedangkan ancaman muncul dari tingginya ekspektasi pelanggan terhadap kualitas aplikasi dan risiko keamanan siber. Keempat faktor tersebut kemudian dipetakan ke dalam matriks SWOT sehingga diperoleh empat kelompok strategi, yaitu SO, WO, ST, dan WT, yang dapat menjadi acuan bagi PLN dalam mengembangkan aplikasi ini ke depannya
References
Annawwaf, N. N., & Pusparini, N. N. (2024). Analisa tingkat kepuasan pelayanan pada aplikasi PLN Mobile dengan metode Service Quality. Neptunus: Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, 2(4), 192–206.
David, F. R., & David, F. R. (2023). Strategic management: A competitive advantage approach, concepts and cases (17th ed.). Pearson.
Hoober, S. (2022). Design for fingers, touch, and people: The real guide to mobile user experience design. New Riders.
Kementerian BUMN. (2022). Transformasi digital BUMN: Arah dan kebijakan. Kementerian BUMN Republik Indonesia.