Abstract
Penelitian ini mengkaji dedikasi KH. Mahfuz Amin dalam merintis dan mengembangkan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih serta relevansinya bagi pendidikan Islam modern. Kajian ini berangkat dari pemikiran bahwa keberadaan pesantren tidak hanya merupakan hasil dari pembangunan sebuah lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan manifestasi dari dedikasi ulama dalam mengembangkan ilmu, mengajar, membina santri, dan mengabdi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi tokoh yang dipadukan dengan pendekatan historis dan pendidikan. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dedikasi KH. Mahfuz Amin tercermin dalam beberapa aspek, yaitu dedikasi keilmuan melalui semangat menuntut dan mengembangkan ilmu, dedikasi pedagogis melalui kegiatan mengajar dan membina santri, dedikasi kelembagaan melalui perintisan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, serta dedikasi sosial melalui pengabdian kepada masyarakat. Dedikasi tersebut juga tercermin dalam keteladanan, semangat belajar dan mengajar, kemandirian, kerja keras, gotong royong, tanggung jawab, serta nilai moral seperti wara’ dan ikhlas yang perlu dibuktikan melalui sumber primer. Keterlibatan santri dalam berbagai aktivitas kehidupan pesantren menunjukkan adanya pendidikan berbasis pengalaman yang menghubungkan pembelajaran dengan praktik kehidupan nyata. Dedikasi KH. Mahfuz Amin memiliki relevansi bagi pendidikan Islam modern, terutama dalam penguatan pembelajaran sepanjang hayat, keteladanan dan integritas pendidik, pendidikan karakter, kemandirian peserta didik, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis pengalaman, serta etika dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dengan demikian, warisan KH. Mahfuz Amin tidak hanya penting sebagai bagian dari sejarah pendidikan Islam di Kalimantan Selatan, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat dikontekstualisasikan dalam pengembangan pendidikan Islam yang berkarakter, berintegritas, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman.References
Building Character through the Internalization of Moral Values in Learning from the Risalah Nur: A Case Study at Yasrib Islamic Boarding School, Soppeng Regency. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (2026).
Abror Dahlan, Durrutsamin (Pamangkih, 1997), h. 20.
Achyat, Muhammad Zaini. Penentuan Awal Bulan Kamariah di Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Skripsi, UIN Antasari Banjarmasin, 2024.
Alvadina, Pani Yuni, et al. The Integrating Entrepreneurship Education into Islamic Madrasah Curriculum: A Qualitative Case Study of Experiential and Project-Based Learning under Indonesia’s Freedom to Learn (Merdeka Belajar) Initiative. Jurnal Pendidikan Islam (2024): 131–150.
Dahlan, Muhammad Abrar. Biografi Singkat KH. Mahfuz Amin dan Sejarah Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih. Pamangkih, 1997.
Fahmi. Internalisasi dan Aktualisasi Nilai Religius, Disiplin, dan Tanggung Jawab pada Santri di Pondok Pesantren Kalimantan Selatan. Disertasi, UIN Antasari Banjarmasin, 2023.
Ishomudin, Muhammad, M. Ainur Rifqi, dan Ayu Wulandari. Convergent Visions, Divergent Practices: Managing Pesantren and National Curriculum Integration in Indonesian Islamic Boarding Schools. Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam.
Laili, Nur, Muh. Wasith Achadi, dan Alfiani Rif'atus Sholihah. Synthesizing Pesantren Traditions and Digital Pedagogies: Strategies and Evaluation of Character-Based Islamic Religious Education Innovation in Vocational Schooling. HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education 6, no. 1 (2026): 1–14.
Mufti Miftahul Khoir, Muchotob Hamzah, dan Ahmad Zuhdi. Korelasi Ilmu dan Amal dalam Pendidikan Islam Prespektif Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul ‘Abidin. Jurnal Intelek Insan Cendikia 1, no. 5 (2024).
Sadiran, et al. Heutagogical Reconfiguration in Islamic Boarding Schools: Enacting Self-Determined Learning in Pesantren Educations. HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education 6, no. 1 (2026): 58–70.
Saifurrahmi, Masrawiyah. Sejarah Tokoh Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan (Tuan Guru Abdurrasyid, Tuan Guru H. Mahfuz Amin, Prof. Drs. H. Asywadie Syukur, Lc., dan KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Skripsi, UIN Antasari Banjarmasin, 2015.
Samdani Samdani dan Isny Lellya. Konsep Ta’līm al-Muta’allim dalam Kultur Adab Perguruan Tinggi Islam di Kalimantan Selatan. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora 19, no. 1 (2021).