PEMANFAATAN MUSEUM NASIONAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH PADA KALANGAN SISWA SMA DI JAKARTA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH

Authors
  • Fina Izzati

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, Universitas Indraprasta PGRI
    Author
  • Ahmad Kosasih

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, Universitas Indraprasta PGRI
    Author
  • Hendi Irawan

    Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, Universitas Indraprasta PGRI
    Author
Keywords:
Museum Nasional Indonesia, sumber belajar sejarah, minat belajar, pembelajaran sejarah, siswa SMA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Museum Nasional Indonesia sebagai sumber belajar sejarah dalam meningkatkan minat belajar sejarah pada kalangan siswa SMA di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia pada Maret–Juli 2026. Informan penelitian terdiri atas pengelola Museum Nasional Indonesia, guru sejarah SMA, dan siswa SMA yang pernah mengikuti kegiatan pembelajaran di museum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Nasional Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber belajar sejarah karena menyediakan koleksi autentik, program edukatif interaktif, serta ruang pembelajaran yang kontekstual dan imersif. Pemanfaatan museum terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah dan buku teks dalam meningkatkan minat belajar sejarah karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bersifat visual, auditori, dan kinestetik sehingga siswa lebih mudah memahami peristiwa sejarah secara konkret. Selain itu, tata kelola ruang pameran yang memadukan estetika, aksesibilitas, dan substansi edukasi turut mendukung terciptanya pengalaman belajar yang inklusif dan bermakna. Meskipun demikian, pemanfaatan museum masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perizinan sekolah, aksesibilitas, serta faktor ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan Museum Nasional Indonesia dalam mengintegrasikan kunjungan museum ke dalam pembelajaran sejarah secara berkelanjutan.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Ahmad, T. A. (2010). Strategi Pemanfaatan Museum sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Zaman Prasejarah. Paramita: Historical Studies Journal, 20(1), 105–106.

Akip, M., & Sujarwo. (2022). PENGANTAR PENDIDIKAN. DEEPUBLISH.

Aman. (2011). Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Ombak.

Angelina, Mutiara, M. W., & Pane, S. F. (2023). Revitalisasi Ruang Pameran Galeri Nasional Indonesia melalui Inovasi Teknologi, Studi Kasus: Area Pameran Gedung B. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan Dan Perancangan Desain Interior, 11(2), 75–82. https://doi.org/10.24821/lintas.v11i2.9323

Djamarah, S. B. (2005). GURU DAN ANAK DIDIK DALAM INTERAKSI EDUKATIF. PT. Rineka Cipta.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta.

Febriyanti, I., Pratama, M. D., Fillah, S., Syarifuddin, & Oktapiani, R. (2026). Inovasi Pembelajaran Sejarah dalam Kurikulum Merdeka Tantangan dan Peluang Bagi Guru Sejarah. 2(1), 870–881.

Hamid, A. R. (2014). PEMBELAJARAN SEJARAH. Ombak.

Isjoni. (2007). Pembelajaran Sejarah dalam Satuan Pendidikan. ALFABETA.

Mastandrea, S., Tinio, P. P. L., & Smith, J. K. (2021). Editorial: Environment, Art, and Museums: The Aesthetic Experience in Different Contexts. Frontiers in Psychology, 12(April), 10–12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.675165

Miftakhuddin, & Senen, A. (2021). Konsep dasar sejarah : Pengantar untuk pembelajaran IPS. Ejournal Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, 6(1), 1–10.

Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi Peran Museum sebagai Sumber Pelestarian Budaya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Sekolah. SOSIOLOGI: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 197–202.

Munandar, A. A. (1993/1994). Museum dan Sejarah: 'Peranan Museum Dalam Pendidikan Sejarah Bangsa.' Dapartemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Proyek Pembinaan Permuseuman.

Nabela, Gultom, S. Y., & Tarwiyani, T. (2025). DEKONSTRUKSI PERAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS . 10(1), 49–65.

Novriyanto, Y., Wibowo, T. U. S. H., & Rustamana, A. (2024). Pemanfaatan Museum Mohammad Husni Thamrin sebagai Sumber Belajar Sejarah Siswa Kelas X di SMK Makarya 1 Jakarta Selatan. Jurnal Inovasi Pembelajaran Di Sekolah, 5(2), 656–666. https://doi.org/10.51874/jips.v5i2.297

Oktaviani, E. D., Umasih, & Kurniawati. (2020). Pemanfaatan Museum Keprajuritan Sebagai Sumber Belajar Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 153–171.

Sarah, C., Karma, I. N., & Rosyidah, A. N. K. (2021). Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas V Gugus Iii Cakranegara. Progres Pendidikan, 2(1), 13–19. https://doi.org/10.29303/prospek.v2i1.60

Sari, A. K. (2020). TRIANGULASI: PENDEKATAN MULTIMETODE DALAM PENELITIAN . Literasi Nusantara.

Satrianawati. (2017). MEDIA DAN SUMBER BELAJAR. DEEPUBLISH.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Memperngaruhinya. PT. Rineka Cipta.

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-22
Section
Articles

How to Cite

PEMANFAATAN MUSEUM NASIONAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH PADA KALANGAN SISWA SMA DI JAKARTA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/z6xnqw25

Similar Articles

41-50 of 383

You may also start an advanced similarity search for this article.