PENTINGNYA PERAN TEMAN SEBAYA DALAM KELAS INKLUSI AUD

Authors
  • Lanny Miftah Agnia

    UIN Prof K.H. Saifudin Zuhri Purwokerto
    Author
  • Ellen Prima

    UIN Prof K.H. Saifudin Zuhri Purwokerto
    Author
Keywords:
Pendidikan inklusi, Teman sebaya, Perkembangan sosis emosional
Abstract
Pendidikan inklusi di PAUD bertujuan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Selama ini, penelitian lebih banyak menyoroti peran guru dan media pembelajaran, sementara peran teman sebaya masih jarang dikaji. Artikel ini bertujuan meninjau kontribusi teman sebaya dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi bagi anak usia dini melalui kajian pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi sebaya berperan sebagai model perilaku, sumber dukungan emosional, dan fasilitator komunikasi bagi ABK. Anak reguler memperoleh manfaat berupa empati, toleransi, dan keterampilan kepemimpinan, sedangkan ABK mengalami peningkatan rasa percaya diri, keterampilan sosial, serta perasaan diterima dalam kelompok. Guru berperan penting dalam memfasilitasi interaksi positif melalui kegiatan bermain berpasangan, kerja kelompok kecil, dan permainan kooperatif. Dengan demikian, teman sebaya memiliki kontribusi signifikan dalam membangun lingkungan belajar inklusif di PAUD. Artikel ini merekomendasikan penguatan strategi berbasis interaksi sebaya sebagai salah satu pendekatan praktis dalam pendidikan inklusi.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Faizin, A., Nurhayati, S., & Pratiwi, R. (2025). Sikap Guru PAUD terhadap Implementasi Pendidikan Inklusi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45–56.

Latifah, N., & Sari, D. (2020). Tantangan Implementasi Pendidikan Inklusif di PAUD: Perspektif Guru dan Orang Tua. Jurnal Pendidikan Inklusi, 7(2), 112–124.

Santrock, J. W. (2018). Child Development (15th ed.). New York: McGraw-Hill.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Amaliyah, D. N., et al. (2021). Implementasi Metode Qiro’ati dalam Pembelajaran Al-Qur’an pada Anak Tunagrahita di TPQ Darul Hamdi Malang. Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 34–45.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta: Depdiknas.

Amaliyah, D. N., et al. (2021). Implementasi Metode Qiro’ati dalam Pembelajaran Al-Qur’an pada Anak Tunagrahita di TPQ Darul Hamdi Malang. Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 34–45.

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.Erikson, E. H. (1963).

Childhood and Society. New York: Norton.

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Kementerian Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta: Depdiknas.

Piaget, J. (1962). Play, Dreams and Imitation in Childhood. New York: Norton.

Santrock, J. W. (2018). Child Development (15th ed.). New York: McGraw-Hill.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Kurniawati, F. (2023). Pendidikan Inklusif: Peran Keluarga, Guru, dan Teman Sebaya. Universitas Indonesia.

Rahmawati, D., Nursalim, M., & Purwoko, B. (2025). Pembelajaran Inklusif: Mewujudkan Lingkungan PAUD yang Ramah Anak. JIIP, 8(6), 5917–5925.

Salsabila, E. A. (2026). Persepsi Sosial Teman Sebaya Usia Remaja terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi. ETD Universitas Gadjah Mada.

Smith, J., & Brown, R. (2020). Peer Support in Inclusive Classrooms: Enhancing Communication Skills of Children with Special Needs. Journal of Inclusive Education, 14(3), 215–230.

Triana, K. Y. (2017). Pengalaman Teman Sebaya Berinteraksi dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi. Universitas Indonesia.

UNESCO. (2019). Inclusive Education: Peer Support and Social Integration. Paris: UNESCO Publishing.

Yuniarti, R. (2022). Interaksi Anak Reguler dengan ABK di PAUD Inklusi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(2), 145–160.

Cover Image
Downloads
Published
2026-06-24
Section
Articles

How to Cite

PENTINGNYA PERAN TEMAN SEBAYA DALAM KELAS INKLUSI AUD. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(7). https://doi.org/10.2238/ag1qtj50

Similar Articles

1-10 of 294

You may also start an advanced similarity search for this article.