PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN TABUNG VAKUM GEL SEPARATOR DAN TABUNG VAKUM PLAIN MENGGUNAKAN ALAT DRY CHEMISTRY ANALYZER “FUJIFILM Dri-Chem NX500”
Abstract
Pemeriksaan glukosa darah sewaktu (GDS) merupakan salah satu pemeriksaan kimia klinik yang sering dilakukan untuk membantu diagnosis maupun pemantauan kadar glukosa darah. Keakuratan hasil pemeriksaan dipengaruhi oleh faktor pra-analitik, salah satunya jenis tabung vakum yang digunakan sebagai wadah spesimen. Tabung vakum plain dan tabung vakum gel separator merupakan dua jenis tabung yang umum digunakan untuk memperoleh serum, namun keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu menggunakan tabung vakum gel separator dan tabung vakum plain dengan alat Dry Chemistry Analyzer Fujifilm Dri-Chem NX500. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 serum pasien yang menjalani pemeriksaan glukosa darah sewaktu di Laboratorium RSIA Budhi Mulia Pekanbaru menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar glukosa dilakukan dengan metode GOD-PAP menggunakan Fujifilm Dri-Chem NX500. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah sewaktu pada tabung gel separator sebesar 104,70 mg/dL, sedangkan pada tabung plain sebesar 104,77 mg/dL. Uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p=0,947 (p>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua jenis tabung. Dapat disimpulkan bahwa tabung vakum gel separator maupun tabung vakum plain memberikan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang setara sehingga keduanya dapat digunakan sebagai alternatif dalam pemeriksaan glukosa darah sesuai kebutuhan laboratorium.Keywords
glukosa darah sewaktu, tabung gel separator, tabung plain, serum, Dry Chemistry Analyzer
References
- Ni Luh Gede, dkk. 2022. Difference in uric acid test result using pain and clot activator vacutainer tubes
- Setiawan, B., Ulfah R. N., dan Muji R. 2021. Vacutainer Serum Separator Sebagai Alternatif Penampung Darah Pada Pemeriksaan Kadar Ureum. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 4, No.1 (81-87).
- Endiyasa, E., Ariami, P. & Urip, U. 2019. Perbedaan Kadar Glukosa Darah Metode Point of Care Test (POCT) Dengan Photometer Pada sampel serum di Wilayah Kerja Puskesmas Jereweh. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS).
- Direktorat Jendral Bina. 2011. Pedoman Pemeriksaan Kimia Klinik. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
- Verdiansah. 2016. Pemeriksaan Fungsi Ginjal. Jurnal Cermin Dunia Kedokteran Vol. 43 No. 2.
- Diyah, dkk. 2016. Evaluasi Kandungan Glukosa Dan Indeks Glikemik Beberapa Sumber Karbohidrat Dalam Upaya Penggalian Pangan Ber-Indeks Glikemik Rendah. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia.
- Ronald Yan, dkk. 2014.Comparison of Becton Dickinson Vacutainer rapid serum tube with the serum separator tube for routine chemistry and immunoassay tests
- Lippi G, dkk. 2011. Preanalytical quality improvement: from dream to reality. Clin Chem Lab Med. 2011;49:1113–26, 49, 1113–26.
- Nidianti, E., dkk. 2019. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Dengan Metode POCT (Point Of Care Test) Sebagai Deteksi Dini Penyakit Anemia Bagi Masyarakat Desa Sumbersono, Mojokerto. Jurnal Surya Masyarakat.
- Hasna Aizah, dkk. 2024. Comparison of blood glucose levels using serum, heparin plasma and NaF Plasma sample
- Ripani. 2017. Kode Warna Tabung Vakum. Avaiable from http://ripanimusyaffalab.blogspot.co.id/2011/04/kode-warna-tabung-vakum.html
- Sujud, dkk. 2015. Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Darah EDTA Yang Segera Diperiksa Dan Penundaan Selama 1 Jam Di Laboratorium RSJGrhasia. Yogyakarta.
- Rukmana, R. M,. Sulistiyawati, D., & Herawati, R. 2019. Penyuluhan Pengaturan Konsumsi Makanan Sehat dan Pemeriksaan Glukosa Darah Di Kelompok Posyandu Lansi Rw. 18 Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah. Jurnal Cemerlang : Pengabdian pada Masyarakat.
- Rooiqoh, Q. F., Tamtomo, D. G., & Cilmiaty, R. (2023). The Relantionship of Carbohydrate, Vitamin D, Zinc Consumption and Physical Activity with Fasting Blood Glucose Level in Type 2 Diabetes Mellitus Patient During COVID-19 Pandemic. International Jurnal of
- Mengko.R. 2013.Instrumen Laboratorium Klinik. ITB:Bandung.
- RSIA Budhi Mulia Pekanbaru. 2024. SOP & IK FujiFilm DRI-CHEM Nx600.
- Sastroasmoro, S., & Ismael, S. 2010. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-3. Jakarta: CV. Sagung Seto.
- Sugiyono. 2015. Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Alfabeta, Jakarta.
- Noor. 2017. Perbedaan Kadar Gula Darah Antara Sampel Serum, Plasma NaF
- dan Plasma EDTA (Doctoral dissertation, UniversitasMuhammadiyah
- Semarang.
- Hadi, S.M.A. 2016. Gel Blood Collection Tube Affecting Test Results, Journal
- of Pharmacy and Pharmacology, 3(4),40-45.
- Riswanto. 2013. Pemeriksaan Laboratorium Hematologi. Yogyakarta: Alfamedia.
- Fitria,.2014. Perbedaan Variasi Volume Darah Dalam Tabung Vacutainer
- K3EDTA Terhadap Jumlah Trombosit.
- Rindy.2017. Perbedaan Nilai Hematokrit Dengan Antikoagulan EDTA(Ethylene
- Diamine Tetraacetic Acid) Konvensial Dan EDTAVacutainer. Jombang
- Setiawan, B., Ulfah R. N., dan Muji R. 2021. Vacutainer Serum Separator Sebagai
- Alternatif Penampung Darah Pada Pemeriksaan Kadar Ureum. Surabaya : The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol: 4, No.1 (81-87).
- Subiyono, Martianingsih, M. A., & Gabrela, D. 2016. Gambaran Kadar Glukosa Darah Metode GOD-PAP (Glucose Oxidase – Peroxidase Aminoantrypirin) sampel serum dan plasma EDTA. Jurnal Teknologi Laboratorium.
- Triana, L., & Salim, M. 2017. Perbedaan Kadar Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa.