HUBUNGAN MOTIVASI IBU DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 9-10 TAHUN DI SDN INDRA SARI 2 MARTAPURA
Abstract
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak terjadi pada anak usia sekolah. Karies yang tidak dirawat atau dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan kerusakan pada jaringan pulpa dan menimbulkan infeksi. Dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak, motivasi orang tua khususnya ibu memiliki peranan penting karena ibu berperan dalam membimbing dan mengarahkan anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan karies gigi pada anak yaitu motivasi ibu dalam menjaga kesehatan gigi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Motivasi Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia 9-10 Tahun di SDN Indra Sari 2 Martapura. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 46 responden dan diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar ceklis motivasi ibu dan pemeriksaan indeks pufa/PUFA. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan continuity correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu tergolong tinggi, namun tidak didukung dengan tingkat keparahan karies pada anak yang masih banyak ditemukan dengan hasil indeks pufa/PUFA positif. Disimpulkan bahwa ada Hubungan Motivasi Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Tingkat Keparahan Karies Gigi pada Anak Usia 9-10 Tahun di SDN Indra Sari 2 Martapura. Disarankan kepada orang tua, khususnya ibu untuk meningkatkan motivasi terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak secara rutin.Keywords
Motivasi Ibu, Karies Gigi, Indeks Pufa/PUFA, Anak Usia Sekolah
References
- Abdi, M. J., Farhan, M. S. A., & Abdi, N. F. (2026). Hubungan intervensi perilaku kesehatan gigi dan mulut menggunakan video edukasi dengan status DMF-T pada anak sekolah dasar usia 9-10 tahun SDN Mattoanging 1: Studi cross-sectional. Jurnal Kesehatan Masyarakat Seroja Husada, 3(2), 180–187.
- Anjani, A. R., & Mijaata, D. M. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi ibu tentang kebersihan gigi dan mulut dengan karies gigi pada anak TK Negeri Pembina Cibinong Bogor. Jurnal Sehat Indonesia, 4(1), 77–85.
- Azizah, I. N. (2024). Prevalence of permanent single molar dental caries in elementary school students assisted by the Robatal Health Center aged 8-10 years. KESANS: International Journal of Health and Science, 3(10), 467–475.
- Bayani, R. N., Salamah, S., Danan, & Utami, N. K. (2023). Hubungan motivasi berobat gigi dengan keparahan karies pada pengunjung Poli Gigi di Puskesmas Sungai Besar Kota Banjarbaru. Jurnal Kesehatan Indonesia, 1(1), 12–19.
- Fauzi, D. S., Prasetyowati, S., & Hidayati, S. (2022). Motivasi ibu dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan karies gigi anak prasekolah. Indonesian Journal of Health and Medical, 2(4), 384–391.
- Hanan, N., Fadilah, A. R., & Kambaya, P. P. (2022). Distribusi pencabutan gigi akibat karies berdasarkan karakteristik sosiodemografi pada pasien Poli Gigi Puskesmas Tanah Grogot tahun 2017-2019. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(2), 112–119.
- Karta, M. S., Soulissa, A. G., & Andayani, L. H. (2025). Karakteristik demografi dan tingkat pengetahuan sebagai faktor risiko masalah kesehatan gigi dan mulut anak. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu (JKGT), 7(1), 7–9.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018: Kesehatan gigi dan mulut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.
- Kurniawati, D., & Hartarto, D. (2024). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pola asuh kesehatan gigi dan mulut pada anak usia prasekolah. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 34(2), 143–151.
- Neli, A., & Rismayani, L. (2023). Parental motivation in the maintenance of dental and oral health with the incidence of caries in children aged 6-12 years. The Incisor (Indonesian Journal of Care's in Oral Health), 7(1), 19–27.
- Neli, A., & Rismayani, L. (2025). Hubungan pengalaman karies dengan tingkat keparahan karies anak. Laporan Hasil Penelitian Kedokteran Gigi.
- Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. PT Rineka Cipta.
- Panjaitan, L. K., Hatta, I., Aspiryanto, D., Budipramana, M., & Saputera, D. (2025). Hubungan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies anak (Tinjauan pada anak kelas 4, 5 dan 6 SDN Sungai Lulut 2 Banjarmasin). Jurnal Kedokteran Gigi, 9(1), 41–46.
- Prameswari, R. I., Rahman, W. A., Isnawati, & Danan. (2023). Hubungan pengetahuan tentang karies gigi dengan motivasi menambal gigi (Studi pengukuran Performance Treatment Index) pada siswa usia 12-17 tahun di SMPN 2 Martapura Timur. Jurnal Kesehatan Gigi, 4(1), 22–27.
- Riolina, A., & Oktaviani, A. (2022). Kesehatan gigi masyarakat (Cetakan I). Muhammadiyah University Press.
- Saraswati, I. A. R., Anggaraeni, P. I., Prasetya, M. A., & Sidiartha, I. G. A. F. N. (2025). Gambaran karies gigi posterior desidui pada anak prasekolah di wilayah Denpasar Barat. Bali Dental Journal, 9(1), 21–28.
- Sardiman, A. M. (2016). Interaksi & motivasi belajar mengajar. PT RajaGrafindo Persada.
- Siagian, V. F., Tarigan, S., & Muharraran, F. (2023). Analisis tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu tentang karies gigi pada anak usia 6-8 tahun di SDS Kemala Bhayangkari 2 Rantau Prapat. Jambura Journal of Health Science and Research, 5(1), 59–68.
- Suci, N., & Reca. (2025). Hubungan peran ibu dalam pemeliharaan gigi dan mulut dengan status kebersihan gigi dan mulut pada murid kelas 1 SDN Pertiwi Lamgarot Kabupaten Aceh Besar. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 11(1), 223–231.
- Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Laporan nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.