HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 0 – 59 BULAN DI POSYANDU DESA SEPUTIH KECAMATAN MAYANG
Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Stunting terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan produktivitas anak di masa mendatang. Salah satu faktor yang berperan dalam pencegahan stunting adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Pemberian ASI eksklusif yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Posyandu Desa Seputih Kecamatan Mayang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 577 balita usia 0–59 bulan dengan sampel sebanyak 236 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data antropometri balita. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 124 responden (52,5%) sedangkan yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 112 responden (47,5%). Sebanyak 80 balita (33,9%) mengalami stunting dan 156 balita (66,1%) tidak mengalami stunting. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,430 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan sedang antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Posyandu Desa Seputih Kecamatan Mayang. Peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu terus dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada balita.Keywords
ASI Eksklusif, Balita 0-59 Bulan, Kejadian Stunting
References
- Alfedo, J. K., Rahma, S., Putri, N., & Reny, I. (2023). Efektivitas Penyuluhan Pengetahuan Ibu Dari Baduta ( Bawah Dua Tahun ) Terhadap Stunting Di Desa Kawangrejo , Kabupaten Jember , Jawa Timur The Effectiveness of Knowledge Counseling of Baduta Mothers ( Under Two Years ) Against Stunting in Kawangrejo Vill. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 103–109.
- Anjani, D. M., Nurhayati, S., & Immawati. (2024). Application Of Health Education To Mother ’ S Knowledge About Stunting In Toddlers In The Working Area Of Uptd Puskesmas Inpatient Banjarsari Metro North. Jurnal Cendikia Muda, 4(1), 62–69.
- Aurima, J., Susaldi, S., Agustina, N., Masturoh, A., Rahmawati, R., & Tresiana Monika Madhe, M. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 1(2), 43–48. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v1i3.23
- Heriawita, & Sulastri, D. (2024). Systematic review : Hubungan Genetik Dengan Stunting Pada Balita. Jurnal Ners, 8(1), 41–48.
- hidayat fahrul, D. (2023). Hubungan pengetahun ibu. 6, 31–41.
- Hutabarat, E. N. (2023). Journal of Health and Medical Science Volume 2, Nomor 1, Januari 2023 https://pusdikra-publishing.com/index.php/jkes/home Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. 2, 158–163.
- Jazila, R., Nuzulah, F., Amanah, K., Zahra, S. R., Lamasano, M., Assyifa, A., & Khalisya, S. N. (2024). Edukasi Manfaat Asi Eksklusif Terhadap Ibu Dan Bayi Pada Posyandu Dusun Bulak Desa Dadapan Kab Kendal Ngawi Jawa Timur. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 28–33.
- Lusiana, E., & Pratiwi, R. (2023). Deteksi Dini Stunting Melalui Pengukuran Antropometri Pada Anak Usia Balita. 4(1), 277–284.
- Mulyaningrum, F. M., Susanti, M. M., & Nuur, U. A. (2021). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Stunting Pada Balita Di Kabupaten Grobogan. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1), 74–84.
- Nidaa, I., & Krianto, T. (2022). Scoping Review: Faktor Sosial Budaya Terkait Pemberian Asi Eksklusif Di Indonesia. Jurnal Litbang Kota Pekalongan, 20(1), 9–16.
- Pertiwi, A. P., & Buchori, M. (2022). Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas. 9(3), 103–109.
- Purlina, L., Murti, N. N., & Noviasari, D. (2023). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Rahayu Tahun 2023. Aspiration of Health Journal, 01(03), 510–524. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/aohj.v1i3.196
- Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
- Rohmah, N., & Adriani, S. W. (2022). Correlation Between History of Infectious Disease with Stunting in Toddler. Journal of Nursing Science Update, 10(2), 193–200.
- Sari, Y. W., Astuti, I. T., & Khasanah, N. N. (2022). The relationship between nutrition management and the incidence of stunting aged 24-59 months Bandarharjo Semarang city. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, September, 341–351.
- Vonaesch, P., Randremanana, R., Gody, J. C., Collard, J. M., Giles-Vernick, T., Doria, M., Vigan-Womas, I., Rubbo, P. A., Etienne, A., Andriatahirintsoa, E. J., Kapel, N., Brown, E., Huus, K. E., Duffy, D., Finlay, B. B., Hasan, M., Hunald, F. A., Robinson, A., Manirakiza, A., … Gouandjika-Vassilache, I. (2018). Identifying the etiology and pathophysiology underlying stunting and environmental enteropathy: Study protocol of the AFRIBIOTA project. BMC Pediatrics, 18(1), 1–18. https://doi.org/10.1186/s12887-018-1189-5