Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EDUKASI MASYARAKAT CERDAS GIZI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANDAM HULU

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada masa awal kehidupan. Kondisi ini tidak hanya ditandai oleh tinggi badan yang lebih rendah, tetapi juga dapat berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas pada masa dewasa. Artikel edukasi ini membahas pentingnya pendekatan Cerdas Gizi sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Tandam Hulu, dengan menekankan pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pemberian ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, pemantauan pertumbuhan melalui Posyandu, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. Sumber pangan lokal seperti telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pola makan bergizi tanpa harus bergantung pada makanan mahal. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan ibu, ayah, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa secara berkelanjutan. Edukasi gizi yang sesuai dengan kondisi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong penerapan kebiasaan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Keywords

edukasi, gizi, stunting, 1.000 HPK, ASI, MP-ASI, Posyandu

PDF

References

  1. 1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  2. 2. World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva: World Health Organization.
  3. 3. World Health Organization. (2024). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. Geneva: World Health Organization.
  4. 4. UNICEF. (n.d.). Improving young children's diets during the complementary feeding period. New York: UNICEF.
  5. 5. Batik Journal. (2023). Education of parents of toddlers in preventing stunting in Deli Serdang District. Batik: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(3), 115–121.
  6. 6. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (2024). Prevalensi stunting di Sumut berhasil turun signifikan jadi 18,9%.

Similar Articles

1-10 of 405

You may also start an advanced similarity search for this article.