MENGENAL DISPEPSIA LEBIH DEKAT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN AKAN KESEHATAN LAMBUNG PADA MASYARAKAT DESA TANDAM HULU I
Abstract
Dispepsia merupakan kumpulan gejala berupa rasa nyeri atau tidak nyaman di daerah ulu hati yang dapat disertai rasa penuh, cepat kenyang, kembung, mual, hingga muntah, dan menjadi salah satu keluhan gastrointestinal yang paling sering dijumpai pada pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Prevalensi dispepsia dilaporkan cukup tinggi, berkisar 13%–40% dari populasi dunia, dengan faktor risiko yang meliputi pola makan tidak teratur, konsumsi makanan dan minuman iritatif, kecemasan dan stres psikologis, jenis kelamin, usia, serta indeks massa tubuh. Masyarakat Desa Tandam Hulu I sebagai masyarakat pedesaan dengan aktivitas pertanian dan perkebunan yang padat memiliki pola makan dan gaya hidup yang berisiko memicu keluhan dispepsia, namun pengetahuan mengenai penyakit ini masih tergolong terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Tandam Hulu I mengenai dispepsia, mulai dari pengertian, faktor risiko, gejala, hingga upaya pencegahan dan penatalaksanaannya. Metode kegiatan berupa edukasi kesehatan secara langsung yaitu pemaparan materi penyuluhan disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam menurunkan angka kejadian dispepsia di Desa Tandam Hulu I.Keywords
Dispepsia, edukasi kesehatan, kesehatan lambung
References
- 1. Silvia M, Wilson, Armyanti I. Hubungan antara Tingkat Kecemasan dan Dispepsia Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia. Cermin Dunia Kedokteran. 2023;50(2):66-69.
- 2. Melina A, Nababan D, Rohana T. Faktor Risiko Terjadinya Sindroma Dispepsia pada Pasien di Poli Klinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2019. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic. 2023;3(1):31-45.
- 3. Suhesti DBC, Zoraya SI, Leonaviri M, Ruqayyah S. Hubungan Stres, Aktivitas Fisik, dan Jenis Makanan dan Minuman Iritatif dengan Kejadian Dispepsia Fungsional pada Remaja di Panti Asuhan Kecamatan Ampenan. Indonesian Journal of Health Research Innovation (IJHRI). 2025;2(3):186-197.
- 4. Gabbard S, Vijayvargiya N. Functional dyspepsia: How to manage the burn and the bloat. Cleveland Clinic Journal of Medicine. 2024;91(5):301-307.
- 5. Fauziyah A, Puspareni LD, Wardhani S. Pendidikan Gizi tentang Pola Makan untuk Mencegah Dispepsia pada Remaja. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI). 2022;3(1):56-61.
- 6. Sidik AJ. Diagnosis dan Tata Laksana Dispepsia. Cermin Dunia Kedokteran. 2024;51(3):140-144.