Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

TINGKAT PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP MALOKLUSI PADA ANAK (Kajian pada Orang Tua Siswa SD Santo Mikael)

Abstract

Background: Malocclusion refers to abnormalities in the position and relationship of teeth. The incidence of malocclusion in Indonesia is quite high, which is largely due to the lack of understanding of malocclusion conditions. Parents' knowledge of malocclusion in children tends to be influenced by several factors such as education level, age, gender, experience, and income. Objectives: This study aims to describe the extent of knowledge of parents of Santo Mikael Elementary School students regarding malocclusion in children. Methods: This study used descriptive observational with cross-sectional design, involving 87 respondents. The study was conducted using a modified questionnaire from Prava Institute of Medical Science & Rural Dental College, Loni, India. The questionnaire was distributed in paper form, providing a brief explanation, then the data was collected a week later, the results of the study are presented in the table. Result: The survey results showed that 43 respondents (49.42%) had good knowledge, while 23 respondents (24.14%) had poor knowledge. Conclusion: Based on a survey conducted on parents of Santo Mikael Elementary School students between September and November 2023, it is stated that parents' knowledge regarding malocclusion in children is still lacking.

Keywords

Children, Malocclusion, Parents, Knowledge

PDF

References

  1. Juliantari, Dewi ni luh putu. Gambaran tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada siswa sd n 2 aan kabupaten klungkungtahun2022 [skripsi]. Denpasar: Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes; 2022.
  2. Nisa, Choerotun M. Hubungan tingkat pengetahuan ortodonti dengan kepatuhan kontrol pasien ortodonti cekat di klinik gigi swasta [skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Yogyakarta; 2021.
  3. Farani W, Abdillah MI. Prevalensi Maloklusi Anak Usia 9-11 Tahun di SD IT Insan Utama Yogyakarta. Insisiva Dent J Maj Kedokt Gigi Insisiva. 2021;10(1):26–31.
  4. Almira D. Gambaran prevalensi maloklusi pada anak sd di daerah pegunungan dan pesisir kabupaten takalar [skripsi]. Makassar: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin; 2018.
  5. Riyanti E. Prevalensi maloklusi dan gigi berjejal berdasarkan jenis kelamin dan umur pada anak-anak sekolah dasar di Bandung. J Pengabdi Kpd Masy. 2018;1(1):631–40.
  6. Mayang S, Widyagdo A, Ambarwati T. Hubungan gigi berjejal dengan hygiene index. J Oral Heal Care. 2023;10(2):62–8.
  7. Edi PV. Hubungan pengetahuan tentang perawatan orthodonsi dengan kepatuhan kontrol orthodonsi cekat di klinik gigi swasta Yogyakarta [skripsi]. Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Yogyakarta; 2022.
  8. Nasir M, Ramadhany YF. Tele-orthodontic as a recent solution in malocclusion treatment. Makassar Dent J. 2020;9(2):78–81.
  9. Rumbewas SS, Laka BM, Meokbun N. Peran Orang Tua Dalam Miningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Sd Negeri Saribi. J EduMatSains [Internet]. 2018;2(2):201–12. Available from: http://ejournal.uki.ac.id/index.php/edumatsains/article/view/607.
  10. Jusuf MRM, Hidayanti, Pujiastuty A. Hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang maloklusi dengan kebutuhan perawatan ortodonti pada anak usia remaja di SMA Murni Padang [skripsi]. Padang: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. 2019.
  11. Sari NAD. Hubungan antara pengetahuan dan perilaku orang tua terhadap maloklusi anak di sekolahdasar Labschool Unnes Semarang [skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang. 2018.
  12. Welliam D. Gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang maloklusi pada anak usia pra sekolah di TK Gersamata Lapangisi Kabupaten Kolaka Timur. J Kesehat dan Kesehat gigi. 2022;3(1):53–63.
  13. Haryanti N, Wibowo D, Ika Kusuma Wardani. Hubungan status sosial ekonomi orang tua dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti siswa SMPN 1 Marahaban. J Kedokt Gigi. 2022;IV(2):27–31.
  14. Deepika P, Suma S, Chand PD, Prinka S. Parental Awareness about Malocclusion in their Children : A common yet unknown disorder. J Dent Med Scienes. 2018;17(2):34–7.
  15. Hasanah M, Mutiani M. Pemahaman Wajib Belajar 12 Tahun di Sekolah Bawang Banjarmasin. Bubungan Tinggi J Pengabdi Masy. 2019;1(1):15.
  16. Yusra Y, Bernadet R. Hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang maloklusi dengan kebutuhan perawatan ortodonti interseptif. J Kedokt Gigi Terpadu. 2023;5(1):20–3.
  17. Dharmawati IGAA, Wirata IN. Hubungan Tingkat Pendidikan, Umur, dan Masa Kerja dengan Tingkat Pengethuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Guru Penjaskes SD di Kecamatan Tampak Siring Gianyar. J Kesehat Gigi. 2016;4(1):1–5.
  18. Hepilita Y, Saleman KA. Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan diet hipertensi pada penderita hipertensi usia dewasa di Puskesmas Mombok Manggarai Timur 2019. J Wawasan Kesehat. 2019;4(2):91–100.
  19. Sharah Nursa'iidah, Rokhaidah. Pendidikan, Pekerjaan Dan Usia Dengan Pengetahuan Ibu Balita Tentang Stunting. Indones J Heal Dev V. 2022;4(1):9–18.
  20. Hilton C, Johnson A, Slattery TJ, Miellet S, Wiener JM. The impact of cognitive aging on route learning rate and the acquisition of landmark knowledge. Cognition [Internet]. 2021;207:104524. Available from: https://doi.org/10.1016/j.cognition.2020.104524.

Similar Articles

1-10 of 32

You may also start an advanced similarity search for this article.