Vol. 25 No. 11 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS BREAK-EVEN POINT (BEP) DALAM MENENTUKAN TARGET PENJUALAN PADA UMKM ES SEGAR OLIN

Zalfaa Tirta Fallujjah
Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Silvia Khairina Siregar
Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Lovina Charolina Sitepu
Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Iskandar Muda
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published 2026-10-31

Keywords

  • Break-Even Point,
  • margin kontribusi,
  • biaya variabel,
  • UMKM,
  • Es Segar Olin

How to Cite

ANALISIS BREAK-EVEN POINT (BEP) DALAM MENENTUKAN TARGET PENJUALAN PADA UMKM ES SEGAR OLIN. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(11). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/5991

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memerlukan informasi biaya dan pendapatan yang memadai untuk menentukan target penjualan dan mengevaluasi kondisi keuangan usahanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis Break-Even Point (BEP) pada UMKM Es Segar Olin di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, yaitu usaha minuman dengan satu produk utama berupa es teh seharga Rp5.000 per cup. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, didukung perhitungan numerik sederhana berdasarkan kerangka analisis biaya-volume-laba (Cost-Volume-Profit Analysis). Data primer diperoleh langsung dari pemilik usaha, meliputi harga jual, biaya variabel per cup, dan modal awal pengadaan perlengkapan sebesar Rp5.920.000. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya variabel sebesar Rp2.800 per cup menghasilkan margin kontribusi Rp2.200 per cup dengan rasio margin kontribusi 44%. Untuk menutup modal awal perlengkapan, usaha perlu menjual sekitar 2.691 cup atau memperoleh omzet sekitar Rp13.454.546. Dengan asumsi harga jual dan biaya variabel konstan, modal awal tersebut diperkirakan tertutup dalam sekitar 54 hari pada penjualan 50 cup per hari dan sekitar 27 hari pada penjualan 100 cup per hari. Namun, hasil ini belum menggambarkan titik impas operasional secara utuh karena data biaya tetap operasional per periode dan penjualan aktual belum tersedia. Penelitian ini menyarankan pencatatan biaya dan pendapatan yang lebih teratur serta analisis Margin of Safety sebagai tindak lanjut agar perencanaan penjualan menjadi lebih akurat.

References

  1. Gandi, & Kusumastuti, E. D. (2025). Perhitungan Break Even Point (BEP) Sebagai Alat Perencanaan Laba Terhadap UMKM UD. Barokah. Indonesian Accounting Research Journal, 5(2), 149–157.
  2. Brewer, P. C., Garrison, R. H., & Noreen, E. W. (2019). Introduction to managerial accounting. McGraw-Hill Education.
  3. Eta Handari, M., Juwita Sitohang, M. N., Fanny Anantha, M. P., Putra Halim, K., Pramudya, R., Bima Tara, T., Sibarani, C. J., & Firdaus, A. (2025). Analisis Break-Even Point sebagai Dasar Penentuan Volume Produksi Efisien pada Usaha Mikro Donat: Studi Kasus pada UMKM 'X'. Indonesian Journal of Applied Technology, 2(2), 8. https://doi.org/10.47134/ijat.v2i2.4210
  4. Kurniawan Harahap, A., Nauri Siregar, A., & Maulana, Z. (2026). Keterbatasan Break Even Point (BEP) sebagai Alat Perencanaan Laba Jangka Pendek UMKM. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen (JIEM), 4(1), 1152–1166. https://doi.org/10.61722/jiem.v4i1.8539
  5. Kusumawardani, A., & Alamsyah, M. I. (2020). Analisis Perhitungan BEP (Break-Even Point) dan Margin of Safety dalam Penentuan Harga Jual pada Usaha Kecil Menengah. Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan (JIKA), 9(2).
  6. Risdayani, A. A. (2024). Analisis Perhitungan BEP (Break Even Point) dan Margin of Safety dalam Penentuan Harga Jual pada UMKM Salaut, 13(1).