Vol. 25 No. 9 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PUSKESMAS MEGANG KOTA LUBUKLINGGAU

Wayan Singka Damara
Universitas Bina Insan Lubuklinggau
Supriyanto
Universitas Bina Insan Lubuklinggau
Irma Idayanti
Universitas Bina Insan Lubuklinggau
Suwarno
Universitas Bina Insan Lubuklinggau

Published 2026-08-06

Keywords

  • Work Life Balance,
  • Pengembangan Karir,
  • Kepuasan Kerja,
  • Kinerja Pegawai,
  • SEM-PLS,
  • Puskesmas Megang
  • ...More
    Less

How to Cite

PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI PUSKESMAS MEGANG KOTA LUBUKLINGGAU. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(9). https://doi.org/10.2238/7795dc55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work Life Balance dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai, serta peran Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi di UPT Puskesmas Megang Kota Lubuklinggau. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai yang bertugas aktif di UPT Puskesmas Megang Kota Lubuklinggau, yaitu sebanyak 81 orang yang terdiri dari 61 Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) dan 20 pegawai non-ASN (Honor/Kontrak). Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh (sensus), di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS versi 3. Hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Work Life Balance tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai secara langsung, dengan nilai original sample (O) sebesar -0,003, nilai t-statistik sebesar 0,026, dan p-value sebesar 0,979 (> 0,05). Demikian pula, variabel Pengembangan Karir secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai, dengan nilai original sample (O) sebesar 0,193, nilai t-statistik sebesar 1,360, dan p-value sebesar 0,175 (> 0,05). Secara simultan (gabungan), Work Life Balance dan Pengembangan Karir juga tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai t-statistik sebesar 1,362 dan p-value 0,174 (> 0,05). Namun demikian, ketika dimediasi oleh Kepuasan Kerja, hasilnya menunjukkan perubahan yang sangat signifikan. Pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-statistik sebesar 3,433 dan p-value 0,001 (< 0,05). Pengaruh Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Kepuasan Kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-statistik sebesar 3,293 dan p-value 0,001 (< 0,05). Secara simultan, gabungan Work Life Balance dan Pengembangan Karir melalui mediasi Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai dengan nilai t-statistik sebesar 3,296 dan p-value 0,001 (< 0,05). Temuan ilmiah ini memberikan bukti empiris yang sangat krusial bahwa Kepuasan Kerja bertindak sebagai full mediator (mediasi penuh) dalam mendongkrak kinerja pegawai di instansi pelayanan kesehatan publik.

References

  1. Aizzah, N., et al. (2025). Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kinerja Organisasi Pelayanan Kesehatan. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 13(1), 45-58.
  2. Blum, M. L. (2004). Industrial Psychology: Its Social and Foundations. New York: Harper & Row Publishers.
  3. Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2019). Work-Personal Life Harmonization. In Applied Psychology in Talent Management (pp. 112-135). SAGE Publications.
  4. Diana Paembong, et al. (2023). Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(2), 89-102.
  5. Ghozali, I. (2021). Structural Equation Modeling: Metode Alternatif dengan Partial Least Squares (PLS-SEM) (Edisi 5). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  6. Ghozali, I., & Kusumadewi, A. (2023). Aplikasi Analisis Multivariate dan SEM dengan SmartPLS 4.0. Semarang: BP UNDIP.
  7. Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2017). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (2nd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
  8. Jufri, M. (2023). Dimensi Work-Life Balance dan Kepuasan Kerja pada Industri Jasamarga. Jurnal Psikologi Industri, 5(1), 23-38.
  9. Juniar, R. D., Ubaidillah, H., & Abadiyah, R. (2025). Pengaruh Pengembangan Karir, Work-Life Balance, dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai RSUD R.T. Notopuro. Jurnal Aplikasi Manajemen dan Bisnis, 11(1), 101-115.
  10. Lubis, R. (2023). Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi Karyawan Sektor Publik. Jakarta: Rajawali Pers.
  11. Mu’arifah, S., & Lukiarti, E. (2025). Analisis Kinerja Pegawai Kesehatan Melalui Work Life Balance dan Kepuasan Kerja. Jurnal Administrasi Kesehatan Masyarakat, 9(1), 67-79.
  12. Musyaffi, A. M., et al. (2022). Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
  13. Putra Danaya, et al. (2025). Manajemen SDM Kesehatan dan Efektivitas Pelayanan Puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 14(2), 112-125.
  14. Rivai, V. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan (Edisi ke-7). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  15. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2015). Organizational Behavior (16th ed.). Boston: Pearson Education.
  16. Sakinah, A. S., Azima, K., & Syukri, M. (2025). Pengaruh Pengembangan Karir dan Work Life Balance terhadap Kinerja pada PT Agung Toyota Kota Jambi. Jurnal Manajemen dan Pemasaran, 7(1), 45-56.
  17. Silaen, N. R., et al. (2021). Kinerja Pegawai: Konsep, Indikator, dan Pengukurannya. Bandung: Widina Bhakti Persada.
  18. Sinambela, L. P. (2020). Manajemen Sumber Daya Manusia: Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja. Jakarta: Bumi Aksara.
  19. Spector, P. E. (1985). Measurement of Human Service Staff Satisfaction: Development of the Job Satisfaction Survey. American Journal of Community Psychology, 13(6), 693-713.
  20. Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.