Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM: STUDI KASUS PADA BLOOM MUSHROOM YANG DIKELOLA PEREMPUAN DI LEMBANG

Wulan Purnamasari
Universitas Wanita Internasional
Dadang Munandar
Universitas Wanita Internasional

Published 2026-07-23

Keywords

  • strategi pemasaran,
  • bauran pemasaran 4P,
  • analisis SWOT,
  • UMKM perempuan,
  • jamur tiram

How to Cite

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN JAMUR TIRAM: STUDI KASUS PADA BLOOM MUSHROOM YANG DIKELOLA PEREMPUAN DI LEMBANG. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/myx5pb35

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas hortikultura unggulan Jawa Barat, khususnya Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki prospek pasar besar namun rentan menghadapi kendala pemasaran karena sifat produknya yang cepat rusak. Bloom Mushroom, salah satu UMKM budidaya jamur tiram yang dikelola oleh perempuan di Lembang, hingga saat ini masih mengandalkan tengkulak dan pasar tradisional dengan promosi dari mulut ke mulut, sehingga jangkauan pasar terbatas dan pendapatan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Bloom Mushroom, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi alternatif untuk meningkatkan daya saing usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive, yaitu pemilik usaha, manajer operasional, dan konsumen tetap (tengkulak). Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dilengkapi analisis bauran pemasaran 4P (product, price, place, promotion), matriks IFE-EFE, matriks Internal-Eksternal (IE), matriks Boston Consulting Group (BCG), serta matriks SWOT, dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bloom Mushroom memiliki kekuatan pada kualitas produk dan kemampuan memproduksi bibit sendiri (F0), tetapi masih lemah dalam kapasitas produksi, manajemen keuangan, identitas merek, dan promosi digital. Skor matriks IFE sebesar 3,2284 dan EFE sebesar 3,284 menempatkan posisi perusahaan pada kuadran I (Growth and Build) matriks IE, sedangkan matriks BCG menunjukkan posisi Dog akibat penurunan penjualan tiga tahun terakhir di tengah pertumbuhan industri yang positif. Strategi yang direkomendasikan meliputi perluasan skala produksi, diversifikasi produk olahan, penguatan identitas merek melalui logo, perbaikan manajemen keuangan, serta pengembangan distribusi dan promosi digital untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak. Penelitian ini juga menyoroti peran kepemimpinan perempuan yang partisipatif dalam mendukung keberlangsungan usaha mikro di sektor agribisnis.

References

  1. Assauri, S. (2016). Manajemen pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  2. Brush, C. G., de Bruin, A., & Welter, F. (2009). A gender-aware framework for women’s entrepreneurship. International Journal of Gender and Entrepreneurship, 1(1), 8–24. https://doi.org/10.1108/17566260910942318
  3. David, F. R. (2017). Strategic management: Concepts and cases. Pearson Education.
  4. Desk Jabar. (2025). Laporan kondisi petani jamur tiram di Cisarua dan Lembang. Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  5. Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian. (2010). Laporan triwulan pertumbuhan budidaya hortikultura jenis jamur tiram di Indonesia. Kementerian Pertanian RI.
  6. Eagly, A. H., & Wood, W. (2012). Social role theory. Dalam P. A. M. Van Lange, A. W. Kruglanski, & E. T. Higgins (Eds.), Handbook of Theories of Social Psychology (Vol. 2, hlm. 458–476). London: SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781446249222.n49
  7. GoodStats.id. (2025). Statistik produksi jamur tiram di Indonesia. Jakarta: GoodStats.
  8. Isnaeni. (2024). Strategi pemasaran jamur tiram pada Kelompok Tani Sulanjana di Pangandaran. Jurnal Agribisnis Indonesia, 12(2), 45–56.
  9. Kotler, P., & Armstrong, G. (2021). Principles of marketing. Harlow, England: Pearson Education.
  10. Kotler, P., Keller, K. L., & Chernev, A. (2025). Marketing management (17th ed.). Harlow, England: Pearson Education.
  11. Marlow, S., & McAdam, M. (2013). Gender and entrepreneurship: Advancing debate and challenging myths; exploring the mystery of the under-performing female entrepreneur. International Journal of Entrepreneurial Behavior & Research, 19(1), 114–124. https://doi.org/10.1108/13552551311299288
  12. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2009). Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press.
  13. Moleong, J. L. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  14. Porter, M. E. (2024). Competitive strategy: Techniques for analyzing industries and competitors. Harvard Business School Press.
  15. Rajab. (2024). Strategi pengembangan dan pemasaran usaha jamur tiram di Sulawesi Tenggara. Jurnal Ekonomi Pertanian, 8(1), 33–47.
  16. Rangkuti, F. (2024). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  17. Retnaningsih, N., & Bambang, N. C. (2017). Strategi pengembangan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) di Kelompok Tani Aneka Jamur Desa Gondangmanis Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar. SEPA, 14(1), 61–68.
  18. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  19. Tambunan, T. (2017). Women entrepreneurs in MSEs in Indonesia: Their motivations and main constraints. Journal of Enterprising Communities: People and Places in the Global Economy, 11(5), 567–591. https://doi.org/10.15640/ijgws.v5n1a9
  20. Yati, R., Nugroho, A., & Mutiara, D. (2025). Efisiensi pemasaran jamur tiram di Kota Malang. Jurnal Agribisnis Malang, 10(1), 22–35.