MEMBANGUN IDENTITAS WISATA TRILINGUAL BAGI WISATAWAN BERBAHASA MANDARIN DI AIR TERJUN TUMPAK SEWU

Authors

  • Florenze Vienetta Putri Kusuma Universitas Negeri Malang Author
  • Nabila Rizka Amalia Universitas Negeri Malang Author
  • Amira Eza Febrian Putri Universitas Negeri Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/wvzg8422

Keywords:

Papan Informasi Trilingual, Wisatawan Berbahasa Mandarin, QR Code, Branding Ekowisata, Wisata Berbasis Masyarakat, Air Terjun Tumpak Sewu, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Abstract

Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang telah menjadi destinasi wisata unggulan, namun materi promosinya masih bersifat monolingual sehingga kurang menjangkau pasar wisatawan berbahasa Mandarin yang terus berkembang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui Program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Tematik 2026 Universitas Negeri Malang, bertujuan membangun identitas wisata bilingual melalui tiga komponen: papan informasi trilingual (Indonesia-Inggris-Mandarin), dan QR Code yang menghubungkan wisatawan ke informasi lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat partisipatif, meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pemasangan di lokasi wisata, dengan dukungan pendanaan dari Universitas Negeri Malang, BUMDes, dan Pokdarwis. Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya papan informasi bilingual dan QR Code di titik-titik strategis, yang secara bersama-sama meningkatkan aksesibilitas informasi bagi wisatawan mancanegara dan memperkuat kesiapan destinasi dalam melayani pasar wisatawan berbahasa Mandarin. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 ten tang pariwisata berkelanjutan yang mempromosikan budaya dan produk lokal, serta Tujuan 17 tentang penguatan kemitraan multipihak untuk pembangunan.

References

[1] China Outbound Tourism Research Institute (COTRI), 'Chinese outbound tourism market report,' COTRI, 2023.

[2] Kementerian PPN/Bappenas, 'Peta Jalan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia Menuju 2030,' Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, 2019.

[3] Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, 'SDGs Desa: Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Pembangunan Desa,' Kemendes PDTT, Jakarta, 2020.

[4] H. Zhang, X. Y. Leung, and H. Qu, 'A structural model of the relationship between tourism destination brand identity and revisit intention,' J. Travel Res., vol. 57, no. 4, pp. 448–460, 2018, doi: 10.1177/0047287517705745.

[5] M. Sigala, 'Social media and its impact on consumer behaviour and destination marketing,' in Handbook of E-Tourism, Z. Xiang, M. Fuchs, U. Gretzel, and W. Höpken, Eds. Cham, Switzerland: Springer, 2020, pp. 1–20, doi: 10.1007/978-3-030-05324-6.

[6] Republik Indonesia, 'Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,' Sekretariat Negara, Jakarta, 2014.

[7] N. Scott, R. Ding, S. Huang, and X. Yang, 'Chinese outbound tourism and the digital footprint,' Anatolia, vol. 30, no. 2, pp. 155–166, 2019, doi: 10.1080/13032917.2018.1554587.

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

MEMBANGUN IDENTITAS WISATA TRILINGUAL BAGI WISATAWAN BERBAHASA MANDARIN DI AIR TERJUN TUMPAK SEWU. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(11). https://doi.org/10.2238/wvzg8422

Similar Articles

1-10 of 403

You may also start an advanced similarity search for this article.