PESONA AMBACANG: PENGUATAN EKOSISTEM WISATA DAN KEMITRAAN LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN DESA LUBUK AMBACANG SEBAGAI DESA WISATA BERKELANJUTAN

Authors

  • Nur Arini Yulia Program Studi D4 Usaha Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Riau Author
  • Rani Shaffitri Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author
  • Qorotu Ainii Afroo Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author
  • Martzal Ridho Alhafiz Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau Author
  • Imam Kurniawan Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Riau Author
  • Hasna Khonsa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Gustina Roza Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author
  • Desi Charonitha Br Barus Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Aisyah Nabila Afif Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Aghistira Alraya Syakti Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau Author
  • Raiz Syarief Rahimsyah Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Riau Author
  • Vendechi Zahira Hawer Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/7am30d30

Keywords:

desa wisata, Pokdarwis, pemberdayaan masyarakat, Community Based Tourism, pariwisata berkelanjutan

Abstract

Pengabdian ini mengangkat permasalahan potensi wisata Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, yang belum dikelola secara optimal, khususnya pada Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batangkoban, akibat lemahnya kapasitas kelembagaan, rendahnya kesadaran wisata masyarakat, dan minimnya promosi digital. Program bertajuk KUKERTA PESONA AMBACANG ini bertujuan memperkuat ekosistem wisata desa melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT), meliputi pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan cenderamata dan homestay, penyusunan standar pelayanan, serta branding media digital. Sepuluh program prioritas dilaksanakan sejak Juli 2026 menggunakan teknik penyelesaian masalah partisipatif STOP-THINK-ACT. Evaluasi persepsi terhadap 40 responden menunjukkan tingkat ketercapaian program sebesar 81,8% dengan kategori Baik, dengan aspek manfaat program memperoleh penilaian tertinggi (86,9%) dan aspek potensi keberlanjutan program relatif lebih rendah (76,3%). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar program berhasil dilaksanakan, termasuk terbentuknya Pokdarwis dan identitas digital yang aktif, sementara luaran berbasis dokumen seperti profil desa wisata dan SOP pelayanan pengunjung memerlukan tindak lanjut dari Pemerintah Desa agar dampaknya berkelanjutan.

References

Boekoesoe, L., & Maksum, T. S. (2022). Optimalisasi pembangunan desa dalam mewujudkan SDGs Desa. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 11(1), 209–218.

Evita, R., Rosalina, T., Zumaroh, Z., & Nurasiah, N. (2023). Pemberdayaan kelompok sadar wisata melalui sosialisasi penerapan Sapta Pesona di Desa Sebubus Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 604–612.

Handayani, E., Trisoko, R. G., Yanti, R., Syaiful, S., & Febdarina, S. (2021). Gerakan sadar wisata melalui aksi Sapta Pesona kepada masyarakat Kampung Patin, Kampar-Riau. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 3(1), 184–189.

Muljadi, A. J., & Warman, A. (2014). Kepariwisataan dan perjalanan. Rajawali Pers.

Sari, I. G. A. M. P. (2020). Pengembangan desa wisata dalam perspektif community based tourism (CBT). Aplikasi Administrasi: Media Analisa Masalah Administrasi, 26–32.

Sari, I. W., & Pinasti, V. I. S. (2023). Strategi Pokdarwis dalam pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata (Studi kasus Desa Wisata Giyanti, Wonosobo). Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 11(2), 84–95.

Soeswoyo, D., Skarwanti, J. R., & Ishak, R. P. (2023). Peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat Desa Wisata Cimande melalui usaha Homestay Jawara. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 155–163.

Universitas Riau. (2026). Panduan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau. LPPM Universitas Riau.

Downloads

Published

2026-08-19

How to Cite

PESONA AMBACANG: PENGUATAN EKOSISTEM WISATA DAN KEMITRAAN LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN DESA LUBUK AMBACANG SEBAGAI DESA WISATA BERKELANJUTAN. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(12). https://doi.org/10.2238/7am30d30

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 389

You may also start an advanced similarity search for this article.