Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

INOVASI LULUR HITAM TRADISIONAL (BEDDA LONTONG) SEBAGAI ALTERNATIF PENCERAH KULIT YANG AMAN

Submitted
October 24, 2026
Published
2026-10-24

Abstract

Lulur hitam tradisional Bedda Lontong merupakan produk perawatan kulit berbahan alami yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif kosmetik tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan Bedda Lontong, mengevaluasi karakteristik organoleptik, serta memperoleh gambaran awal mengenai tanggapan responden terhadap keamanan penggunaannya pada kulit. Penelitian menggunakan metode eksperimental sederhana yang dilaksanakan di Laboratorium IPA MTsN 1 Banda Aceh. Formulasi dibuat menggunakan bahan alami berupa beras, beras ketan, kopi, kunyit, temulawak, kayu manis, bunga lawang, daun pandan, dan air, dengan variasi kandungan beras ketan sebesar 10%, 20%, dan 30%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengujian sederhana dan angket terhadap 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma dan tekstur memperoleh skor masing-masing 46 dari skor maksimum 50, atau sebesar 92%. Sementara itu, aspek reaksi alergi memperoleh skor 16 dari 50, atau sebesar 32%, berdasarkan pernyataan negatif mengenai munculnya alergi atau gatal-gatal. Hasil tersebut memberikan gambaran awal bahwa aroma dan tekstur produk dapat diterima dengan baik oleh responden. Namun, pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas pencerah kulit. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kosmetik tradisional yang higienis dan bertanggung jawab.

References

  1. Barel, A. O., Paye, M., & Maibach, H. I. (Eds.). (2014). Handbook of cosmetic science and technology (4th ed.). CRC Press.
  2. Baumann, L. (2009). Cosmetic dermatology: Principles and practice (2nd ed.). McGraw-Hill Medical.
  3. Draelos, Z. D. (Ed.). (2015). Cosmetic dermatology: Products and procedures (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
  4. Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A review of its effects on human health. Foods, 6(10), Article 92. https://doi.org/10.3390/foods6100092
  5. Mukherjee, P. K., Maity, N., Nema, N. K., & Sarkar, B. K. (2011). Bioactive compounds from natural resources against skin aging. Phytomedicine, 19(1), 64–73. https://doi.org/10.1016/j.phymed.2011.10.003
  6. Tranggono, R. I., & Latifah, F. (2007). Buku pegangan ilmu pengetahuan kosmetik. Gramedia Pustaka Utama.
  7. Vaughn, A. R., Branum, A., & Sivamani, R. K. (2016). Effects of turmeric (Curcuma longa) on skin health: A systematic review of the clinical evidence. Phytotherapy Research, 30(8), 1243–1264. https://doi.org/10.1002/ptr.5640

Similar Articles

31-40 of 75

You may also start an advanced similarity search for this article.