Parfum yang beredar di pasaran umumnya berbahan kimia sintetis yang dapat menimbulkan iritasi kulit, alergi, dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan parfum alami dari bunga mawar dan daya tahan aromanya. Penelitian dilakukan melalui metode eksperimen sederhana dengan merendam kelopak bunga mawar segar dalam alkohol 70% selama 48 jam, kemudian disaring dan dikemas dalam botol kaca. Hasil penelitian menunjukkan parfum berhasil dibuat dengan warna kemerahan, aroma khas mawar yang lembut, dan daya tahan aroma 3-4 jam. Parfum juga aman digunakan pada kulit normal tanpa menimbulkan iritasi. Penelitian ini membuktikan bahwa bunga mawar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum alami yang aman, ramah lingkungan, dan dapat dibuat oleh siswa dengan alat sederhana.
References
Bakkali, F., Averbeck, S., Averbeck, D., & Idaomar, M. (2008). Biological effects of essential oils - A review. Food and Chemical Toxicology, 46(2), 446-475.
Kemendikbud. (2022). Panduan Pembelajaran Berbasis Proyek. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ketaren, S. (1986). Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta: Balai Pustaka.
Rahmawati, D. (2023). Pembuatan parfum alami dari bunga mawar dengan metode perendaman. Jurnal Penelitian Siswa SMP, 5(1), 12-18.
Sastrohamidjojo, H. (2004). Kimia Minyak Atsiri. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.