Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PERBANDINGAN KUAT TEKAN MORTAR MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR (CaO) DAN SEMEN PCC

Submitted
October 18, 2026
Published
2026-10-18

Abstract

Mortar merupakan material konstruksi yang tersusun atas agregat halus, bahan pengikat, dan air, sehingga kualitas bahan pengikat sangat berpengaruh terhadap kinerja mekaniknya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tekan mortar dengan penambahan kapur tohor (CaO), mengetahui kuat tekan mortar normal menggunakan semen Portland Composite Cement (PCC), serta membandingkan kinerja kedua jenis mortar tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui pengujian laboratorium di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Benda uji berbentuk kubus berukuran 5 cm × 5 cm × 5 cm, dengan variasi kapur tohor 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengujian dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari, menggunakan pasir dari Palembayan, semen Padang tipe PCC, dan kapur tohor dari Bukit Tui, Padang Panjang. Hasil menunjukkan bahwa kuat tekan meningkat seiring bertambahnya umur dan kadar kapur tohor. Nilai tertinggi mortar dengan kapur tohor diperoleh pada variasi 20% umur 28 hari sebesar 71,119 kg/cm². Namun, nilai tersebut masih lebih rendah daripada mortar normal sebesar 94,493 kg/cm². Dengan demikian, berdasarkan parameter kuat tekan, mortar semen PCC memberikan kinerja lebih tinggi, sedangkan penggunaan kapur tohor menunjukkan potensi sebagai bahan alternatif yang perlu dikaji lebih lanjut.

References

  1. ASTM C270. Standard Specification for Mortar for Unit Masonry.
  2. Haryanti, N. H., & Wardhana, H. (2019). Pengaruh komposisi campuran pasir silika dan kapur tohor pada bata ringan berbahan limbah abu terbang batubara. Jurnal Fisika Indonesia, 21(3), 11.
  3. Lado, Y., Utomo, S., & Hunggurami, E. (2018). Uji Kuat Tekan Beton dan Mortar Menggunakan Pasir Kali Noeleke. Jurnal Teknik Sipil, VII(1), 37–44.
  4. Muhsin, M., & Tomo, H. S. (2011). Studi Retrofit Produksi Kapur Tohor Skala Menengah untuk Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Bahan Bakar dan Mengurangi Pencemaran Udara. Jurnal Teknik Lingkungan, 17(2), 77–86.
  5. Neville, A. M. (2011). Properties of Concrete (5th Edition). Pearson Education Limited.
  6. Prabowo, A. R., & Sofia, D. A. (2024). Analisis Pengaruh Jenis Pasir Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 6(1), 46–52.
  7. Riyanto, E., Widyananto, E., & Renaldy, R. R. (2021). Analisis Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Silica Fume dan Kapur Tohor. INERSIA, 17(1), 19–26.
  8. Sihombing, A. P., Afrizal, Y., & Gunawan, A. (2018). Pengaruh Penambahan Arang Batok Kelapa terhadap Kuat Tekan Mortar. Jurnal Inersia, 10(1), 31–38.
  9. SNI 03-4142-1996. Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200.
  10. SNI 03-6825-2002. Metode Pengujian Kekuatan Tekan Mortar Semen Portland untuk Pekerjaan Sipil.
  11. Solikin, M., & Nabiilah, M. (2022). Analisis pengaruh penggunaan variasi fly ash terhadap karakteristik beton dengan penambahan kapur tohor. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS, 29–36.
  12. Tjokrodimuljo, K. (2007). Teknologi Beton. Biro Penerbit KMTS FT UGM.
  13. Yanita, R. (2020). Semen PCC sebagai Material Green Construction dan Kinerja Beton yang Dihasilkan. Jurnal Sains dan Teknologi, 19(1), 13–18.

Similar Articles

31-40 of 40

You may also start an advanced similarity search for this article.