Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

EVALUASI KARAKTERISTIK GEOMETRIK JALAN TERHADAP RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PANORAMA – JEMBATAN BATAS KOTA (JALAN BINUANG), NGARAI SIANOK, BUKITTINGGI

Submitted
October 16, 2026
Published
2026-10-16

Abstract

Ruas Jalan Panorama – Jembatan Batas Kota (Jalan Binuang), Ngarai Sianok, Bukittinggi memiliki topografi berbukit, tikungan tajam, dan perubahan elevasi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik geometrik jalan terhadap standar Bina Marga, mengidentifikasi tingkat risiko keselamatan dengan metode Road Safety Audit (RSA), dan menganalisis indikasi keterkaitan antara ketidaksesuaian geometrik dengan lokasi kecelakaan. Penelitian dilakukan pada ruas sepanjang 1,945 km (STA 0+000 – STA 1+945) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan evaluatif. Parameter yang ditinjau meliputi radius tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, kelandaian (grade), jarak pandang henti, jarak pandang menyiap, dan lebar badan jalan. Data geometrik diperoleh dari survei lapangan, Google Earth, dan Strava, sedangkan data kecelakaan tahun 2022–2026 diperoleh dari Satlantas Polres Kota Bukittinggi. Hasil menunjukkan bahwa 4 dari 4 tikungan memiliki radius dan superelevasi di bawah standar, 3 dari 4 tikungan tidak dilengkapi lengkung peralihan yang dibutuhkan, 4 dari 4 titik tidak memenuhi jarak pandang henti dan jarak pandang menyiap, 2 dari 4 titik memiliki grade melebihi batas maksimum (STA 1+233 dan STA 1+382), dan 4 dari 9 segmen memiliki lebar badan jalan di bawah standar minimum. RSA menghasilkan 10 temuan, 9 di antaranya berisiko tinggi. STA 1+233, STA 1+382, dan STA 1+816 diklasifikasikan sebagai titik rawan (black spot) prioritas tinggi. Terdapat indikasi keterkaitan antara ketidaksesuaian geometrik dengan area kecelakaan tercatat, khususnya di sekitar STA 0+527, sedangkan STA 1+382 menjadi prioritas penanganan preventif karena akumulasi ketidaksesuaiannya tertinggi. Keterkaitan ini bersifat deskriptif dan belum menunjukkan hubungan sebab-akibat.

References

  1. American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO). (2011). A policy on geometric design of highways and streets (6th ed.). Washington, D.C.: AASHTO.
  2. Anisarida, & Santosa. (2021). Pengaruh desain geometrik jalan terhadap kecelakaan lalu lintas di daerah dataran tinggi. Jurnal Teknik Sipil.
  3. Direktorat Jenderal Bina Marga. (2021). Pedoman desain geometrik jalan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  4. Direktorat Jenderal Bina Marga. (2025). Pedoman audit keselamatan jalan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
  5. Idalin, I., dkk. (2024). Metode prediksi probabilitas kecelakaan berdasarkan parameter geometrik jalan dan lalu lintas di Indonesia. Jurnal Transportasi Indonesia.
  6. Pemerintah Kota Bukittinggi. (2016). Data dan informasi infrastruktur jalan Kota Bukittinggi. Bukittinggi: Dinas PUPR.
  7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2011 tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan.
  8. Ramadhani, R., dkk. (2020). Hubungan geometrik jalan dengan tingkat kecelakaan lalu lintas. Jurnal Rekayasa Sipil.
  9. Sanjaya, S., dkk. (2025). Analisis keselamatan lalu lintas berdasarkan kondisi jalan dan volume kendaraan. Jurnal Teknik Transportasi.
  10. Satlantas Polres Kota Bukittinggi. (2026). Data kecelakaan lalu lintas tahun 2022–2026. Bukittinggi.
  11. Sugiharti, S., dkk. (2019). Faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Jurnal Keselamatan Transportasi.
  12. Sukirman, S. (1997). Dasar-dasar perencanaan geometrik jalan. Bandung: Nova.
  13. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
  14. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
  15. Verdiansyah, V., dkk. (2023). Pengaruh desain geometrik jalan terhadap tingkat kecelakaan pada lokasi rawan kecelakaan. Jurnal Teknik Sipil.
  16. Wibisono, G., Sugiyanto, G., & Hardini, P. (2026). Identification of traffic accident-prone locations (black spots) based on road geometry in Purbalingga Regency. JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa).

Similar Articles

41-50 of 157

You may also start an advanced similarity search for this article.