Ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan serta kenyamanan psikologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis faktor spasial yang membentuk kenyamanan psikologis pengunjung di Kiara Artha Park Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan paradigma fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi lapangan pada tiga periode waktu, wawancara semi-terstruktur terhadap 30 pengunjung yang dipilih secara purposive, dan dokumentasi visual. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis dan thematic analysis dengan mengacu pada Attention Restoration Theory (ART), Stress Recovery Theory (SRT), place attachment, dan proxemics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan psikologis pengunjung terbentuk melalui lima faktor utama, yaitu vegetasi dan elemen alam, pencahayaan, kebersihan dan kerapihan, keamanan, serta fasilitas sosial. Vegetasi menjadi faktor paling dominan dengan skor kepuasan sebesar 4,5 dari 5, diikuti kebersihan dan kerapihan sebesar 4,2, fasilitas sosial 4,1, keamanan 3,9, dan pencahayaan 3,8. Vegetasi memberikan pengalaman sejuk, tenang, dan segar yang mendukung pengalaman restoratif pengunjung. Selain itu, kualitas pencahayaan, keterawatan lingkungan, visibilitas, konfigurasi ruang, dan fleksibilitas fasilitas duduk turut memengaruhi persepsi kenyamanan serta pola interaksi sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan psikologis pada RTH merupakan konstruk multidimensional yang terbentuk melalui keterkaitan antara kualitas fisik ruang, pengalaman psikologis, dan interaksi sosial. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan dalam perancangan dan pengelolaan RTH perkotaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis dan sosial pengguna.
Fu, H., & Xue, P. (2023). Cognitive Restoration in Following Exposure To Green Infrastructure: an Eye-Tracking Study. Journal of Green Building, 18(2), 65–88. https://doi.org/10.3992/jgb.18.2.65
Gaekwad, J. S., Sal Moslehian, A., & Roös, P. B. (2023). A meta-analysis of physiological stress responses to natural environments: Biophilia and Stress Recovery Theory perspectives. Journal of Environmental Psychology, 90(February). https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2023.102085
Hao, X., Zhang, X., Du, J., Wang, M., & Zhang, Y. (2022). Pedestrians’ psychological preferences for urban street lighting with different color temperatures. Frontiers in Psychology, 13(September), 1–12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.971700
Hariandini, T. B., & Ravelino, P. (2023). Pada ruang dalam toserba viva kota pekanbaru. Inside, 1(1), 46–57.
Ida, B. E. P. P., Made, A. I., G Pujaastawa, I. B., & Ilmu Budaya Universitas Udayana, F. (2023). Hubungan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Terhadap..., [Ida Bagus Eka Permana Putra, dkk] HUBUNGAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP TINGKAT STRES MASYARAKAT PERKOTAAN DI KOTA DENPASAR ABSTRACT RELATIONSHIP BETWEEN QUALITY OF OPEN GREEN SPACE TO THE STRES. Ecotophic, 17(2), 244–252.
Ir, T., & Bandung, D. (2024). Jurnal Arsitektur Zonasi. 7(2), 463–472.
Kumuh, P., Rw, D. I., & Kebon, K. (2023). Faktor Yang Mempengaruhi Place Attachment Penghuni. 6(1), 28–35.
Loo, Becky P Y, & Fan, Zhuangyuan. (2023). Social interaction in public space: Spatial edges, moveable furniture, and visual landmarks. Environment and Planning B: Urban Analytics and City Science, 50(9), 2510–2526. https://doi.org/10.1177/23998083231160549
Meslita, R., & Tartila, T. (2026). Restorative Characteristics of School Gardens and Student Well-Being: Evidence from Indonesian High Schools. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 18(1), 1430–1443. https://doi.org/10.35445/alishlah.v18i1.9015
Müller, H., Rehn-Groenendijk, J., & Wasmer, A. (2023). Small-scale urban design interventions: A framework for deploying cities as resource for mental health and mental health literacy. Frontiers in Psychology, 14(March), 1–12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1112209
Pratama, K. E., & Sakya, K. A. (2025). Analisis Faktor-Faktor Restoratif pada Tata Ruang dan Lanskap NuArt Sculpture Park, Bandung. Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan Dan Perancangan Desain Interior, 13(2), 89–97. https://doi.org/10.24821/lintas.v13i2.16170
Putrianto, N. K., Kusuma, R. P., & Oktiarso, T. (2025). Optimal Duration of Campus Green Space Exposure for Stress Recovery and Vitality Enhancement among University Students in Malang. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 6869, 266–274. https://doi.org/10.23917/jiti.v24i02.13428
Ren, Ling, Zhao, Jihong (Solomon), & Luo, Fei. (2024). In Search of Public Perceptions of Disorder and Crime: Examining the Core Tenets of Broken Windows Theory. International Journal of Offender Therapy and Comparative Criminology, 68(12), 1296–1320. https://doi.org/10.1177/0306624X221124856
Sahputra, D., Muda, I., Hidayat, T. W., & Waridah. (2024). Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI). Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 5(1), 10–17.
Sera, N. K., Purbadi, Y. D., Lake, R. C., & Jeraman, P. (2025). The dynamics of place attachment and dependence among the Bugis community in the Oesapa Fishing Village, Kupang in Timor Island. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 10(2), 365–380. https://doi.org/10.30822/arteks.v10i2.4312
Zhang, J., & Dai, W. (2021). Research on Night Light Comfort of Pedestrian Space in Urban Park. Computational and Mathematical Methods in Medicine, 2021, 3130747. https://doi.org/10.1155/2021/3130747