Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 4 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL KRITIS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN STOK MENGGUNAKAN METODE SAFETY STOCK DAN REORDER POINT (ROP) PADA BAGIAN MATERIAL RETURN & WAREHOUSE INVENTORY (MRWI) PT PLN (PERSERO) UP3 CIANJUR

DOI:
https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-255
Submitted
September 21, 2026
Published
2026-09-21

Abstract

Persediaan material merupakan aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional PT PLN (Persero) UP3 Cianjur, khususnya pada bagian Material Return & Warehouse Inventory (MRWI). Permasalahan yang ditemukan adalah belum adanya batas minimum persediaan dan titik pemesanan kembali yang digunakan sebagai acuan kuantitatif dalam pengendalian persediaan, sehingga berpotensi menyebabkan stockout maupun overstock. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi material kritis menggunakan Diagram Pareto dan Analisis ABC, menentukan Safety Stock, menghitung Reorder Point (ROP), serta memberikan usulan pengendalian persediaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data persediaan material periode Oktober 2025 yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Analisis dilakukan melalui klasifikasi Pareto dan ABC, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan Safety Stock dan ROP. Parameter yang digunakan adalah service level 95% dan lead time 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 141 jenis material terdapat 36 material kategori A, 32 kategori B, dan 73 kategori C. Material kategori A ditetapkan sebagai material kritis dan menjadi fokus perhitungan lanjutan. Sebagai contoh, Safety Stock untuk kWh meter 1 fase sebesar 393 unit dengan ROP 1.023 unit. Sementara itu, kabel distribusi dengan kebutuhan tertinggi memiliki Safety Stock sebesar 10.477 unit dan ROP sebesar 27.277 unit. Usulan pengendalian adalah melakukan klasifikasi material secara berkala, menggunakan Safety Stock sebagai persediaan pengaman minimum, dan menggunakan ROP sebagai pemicu pemesanan kembali. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko stockout dan overstock serta meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan.

References

  1. [1] Brahmantyo, R. A., Wibowo, J., Nurcahyawati, V., Informasi, S., & Dinamika, U. (2023). Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Safety Stock dan Reorder Point. 9(1), 89–99. https://doi.org/10.34128/jsi.v9i1.431
  2. [2] Aprilianto, R., Jumadi, J., & Supardi, R. (2024). Implementasi Metode Pareto ABC untuk Pengendalian Persediaan Obat di Apotek Zhafirah. 1, 1–8.
  3. [3] Laoli, S., Zai, K. S., & Lase, N. K. (2022). Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock (SS) dalam Mengelola Manajemen Persediaan di Grand Katika Gunungsitoli. 10(4), 1269–1273.
  4. [4] Irawan, Y., Aji, R., & Susanti, N. (2023). Sistem Informasi Monitoring Stok Produk Dengan Metode Safety Stock dan Reorder Point pada CV Alief Jaya. 4(2), 128–139.
  5. [5] Nugraha, A. A. (2024). Menggunakan Metode Safety Stock dan Reorder Point untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Persediaan Pempek (Studi Kasus pada UMKM Pempek Ratu). 16(2), 130–144.
  6. [6] Arif, R., & Gunawan, A. (2023). Diagram Pareto dan Diagram Fishbone: Penyebab yang Mempengaruhi Keterlambatan Pengadaan Barang di Perusahaan Industri Petrochemicals Cilegon Periode 2020–2022. 7(1), 1–10.
  7. [7] Hudori, M. (2018). Formulasi Model Safety Stock dan Reorder Point untuk Berbagai Kondisi Persediaan Material. X(3), 217–224.
  8. [8] Itsna, N., A, I. N., P, R. W., Bastomi, M., Ekonomi, F., & Malang, U. I. (2023). Analysis of Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, and Cost of Inventory Methods in Optimizing Inventory Management for Spicy Bakso UMKM. 2(1), 29–44.

Similar Articles

21-30 of 294

You may also start an advanced similarity search for this article.