Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 4 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

STUDI EKSPERIMENTAL PRODUKSI GAS OXYHYDROGEN DENGAN METODE ELEKTROLISIS AIR LAUT

Submitted
September 19, 2026
Published
2026-09-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan listrik terhadap produksi gas oxyhydrogen melalui metode elektrolisis air laut serta mengetahui karakteristik arus listrik, daya listrik, laju aliran, dan volume gas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan variasi tegangan 6 V, 9 V, dan 12 V selama 10 menit pada masing-masing pengujian. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, daya, laju aliran gas, dan volume gas oxyhydrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tegangan memberikan pengaruh terhadap karakteristik produksi gas. Pada tegangan 6 V, arus listrik berada pada kisaran 14,20–14,70 A dengan volume gas akhir sebesar 154 mL dan laju aliran relatif stabil pada kisaran 14–15,4 mL/menit. Pada tegangan 9 V, arus listrik berada pada kisaran 20,00–20,18 A dengan volume gas akhir sebesar 175 mL dan laju aliran meningkat pada kisaran 17,5–155 mL/menit. Pada tegangan 12 V, arus listrik meningkat dari 20,60 A menjadi 22,50 A, dengan volume gas mencapai 250 mL dan laju aliran relatif stabil pada kisaran 25,0–25,5 mL/menit. Tegangan 12 V juga membutuhkan daya listrik paling besar, yaitu sekitar 247,2–270 W. Berdasarkan hasil tersebut, tegangan 12 V merupakan variasi yang menghasilkan produksi gas oxyhydrogen paling tinggi selama waktu pengujian. Namun, untuk menentukan kondisi yang paling optimal, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai efisiensi energi terhadap volume gas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi tegangan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produksi gas oxyhydrogen pada proses elektrolisis air laut.

References

  1. [1] H. M. Rifai, 'Pemakaian brown gas ( HHO ) elektrolisa untuk menghemat konsumsi bahan bakar angkutan kota di malang raya,' vol. 5, pp. 879–884, 2013.
  2. [2] Firdaus, A. R. H., & Sudarti, S. (2022). Analisis Potensi Hidrogen Air Laut di Banyuwangi Melalui Proses Elektrolisis Sebagai Energi Terbarukan. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 3(2), 173-178.
  3. [3] M. W. Aditya, Erlinawati, and I. Febriana, 'Efektivitas Tegangan Terhadap Produksi Gas Hidrogen Melalui Proses Elektrolisis Air Laut,' J. Pendidik. Tambusai, vol. 7, no. 03, pp. 30047–30053, 2023.
  4. [4] R. Manurung, G. Nugrah, and J. Juhensen, 'Produksi gas hidrogen dengan metode elektrolisis menggunakan elektrolit air dengan penambahan katalis NaOH,' vol. 7, no. 2, pp. 45–50, 2022, doi: 10.33579/krvtk.v7i2.3162.
  5. [5] M. Fazlunnazar, L. Hakim, M. Meriatna, and S. Sulhatun, 'Produksi gas hidrogen dari air laut dengan metode elektrolisis menggunakan elektroda tembaga dan alumunium (Cu DAN Al),' J. Teknol. Kim. Unimal, vol. 9, no. 1, pp. 58–66, 2020, doi: 10.29103/jtku.v9i1.3037.
  6. [6] Y. Wahyono, H. Sutanto, E. Hidayanto, D. Fisika, F. Sains, and U. Diponegoro, 'Produksi gas hydrogen menggunakan metode elektrolisis dari elektrolit air dan air laut dengan penambahan katalis NaOH,' vol. 6, no. 4, pp. 353–359, 2017.
  7. [7] F. Natasha, E. S. Hutajulu, and H. Pardi, 'Produksi Hidrogen Dari Air Laut Menggunakan Metode Elektrolisis Berbantuan Elektrokatalis,' J. Energi Baru dan Terbarukan, vol. 5, no. 2, pp. 115–129, 2024, doi: 10.14710/jebt.2024.23562.
  8. [8] I. N. S. Aklan and C. E. Rustana, 'Studi Potensi Hidrogen Air Laut Melalui Proses Elektrolisis Sebagai Energi Terbarukan,' vol. IX, pp. 9–12, 2020, doi: 10.21009/03.snf2020.01.fa.03.
  9. [9] J. J. S. Irfana Diah Faryuni, J. Sampurno, and I. D. Faryuni, 'Pengaruh Konsentrasi Larutan Katalis dan Bentuk Elektroda dalam Proses Elektrolisis untuk Menghasilkan Gas Brown,' Positron, vol. 3, no. 1, pp. 6–11, 2013, doi: 10.26418/positron.v3i1.4757.
  10. [10] A. D Shabahaini, and M. Tamjidillah, 'Pengaruh jarak antar elektroda plat besi terhadap produktivitas dan efisiensi generator HHO menggunakan metode elektrolisis air laut dengan katalis KOH,' vol. 4, no. 1, pp. 95–107, 2019.
  11. [11] Y. S. Handayani and I. Priyadi, 'Analisis Pengaruh Variasi Tegangan Terhadap Oxyhydrogen (Hho) Generator,' J. List. Instrumentasi dan Elektron. Terap., vol. 2, no. 2, pp. 2–7, 2021, doi: 10.22146/juliet.v2i2.69013.
  12. [12] S. Prajogo, and H. B. Santoso, 'Uji Kinerja Elektrolizer HHO Menggunakan Sel Surya Sebagai Sumber Daya Dc,' J. Tek. Energi, vol. 6, no. 2, pp. 482–488, 2020, doi: 10.35313/energi.v6i2.1735.
  13. [13] I. Aryo Wibowo and A. Suprihanto, 'Pembuatan Elektroda Grafit Berpori Untuk Proses Elektrolisis,' J. Tek. Mesin S-1, vol. 10, no. 4, pp. 497–502, 2022.
  14. [14] Y. K. Romadhon, 'Pengaruh variasi diameter lubang dan bentuk permukaan pada elektoda terhadap produksi gas brown tipe dry cell,' 2018.
  15. [15] K. Nugraheni, and A. Angkasa, 'Analisa performa generator HHO type basah tegangan listrik dalam memproduksi gas HHO,' vol. 5662, pp. 9–10, 2016.
  16. [16] R. Arianto and T. Sugiarto, 'Elektrolizer terhadap volume dan laju produksi gas,' vol. 1, no. 1, pp. 29–34, 2021.

Similar Articles

21-30 of 112

You may also start an advanced similarity search for this article.