Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang memiliki potensi kembang-susut tinggi akibat perubahan kadar air sehingga dapat menurunkan kestabilan dan daya dukung pondasi bangunan. Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah dengan indikasi tanah ekspansif yang berpotensi menimbulkan permasalahan konstruksi pada pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah marmer terhadap perubahan sifat fisis dan mekanis tanah ekspansif. Pengujian laboratorium meliputi uji sifat fisis (kadar air, berat jenis, analisa saringan, batas Atterberg, dan pemadatan Proctor) serta uji mekanis menggunakan Direct Shear dan daya dukung tanah dengan metode terzaghi. Variasi campuran limbah marmer yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat kering tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah marmer mampu menurunkan plastisitas tanah, ditandai dengan penurunan Plasticity Index dari 24,88% menjadi 18,33% pada campuran 10%. Selain itu, nilai kuat geser tanah meningkat dengan kenaikan kohesi dari 8,312 kPa menjadi 11,984 kPa serta sudut geser dalam dari 19,37° menjadi 22,34°. Peningkatan parameter kuat geser tersebut menyebabkan kenaikan daya dukung ultimit tanah hingga 312,26 kPa. Campuran limbah marmer sebesar 10% menunjukkan kondisi paling optimum dalam meningkatkan stabilitas tanah.
References
Amu, O. O., & Adetuberu, A. A. (2010). Characteristics of marble dust stabilization of lateritic soil. Journal of Civil Engineering and Construction Technology, 1(4), 65–69.
Das, B. M. (2011). Principles of geotechnical engineering. Cengage Learning.
Hardiyatmo, H. C. (2010). Mekanika tanah II. Gadjah Mada University Press.
Sabat, A. K., & Nanda, R. P. (2011). Effect of marble dust on strength and durability of clay soil. International Journal of Earth Sciences and Engineering, 4(6), 827–830.