Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 2 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

STUDI KOMPARASI LOKASI SAMBUNGAN LEWATAN DAN VARIASI JARAK SENGKANG TERHADAP KINERJA SEISMIK KOLOM BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

DOI:
https://doi.org/10.2238/e17vzm19
Submitted
July 26, 2026
Published
2026-07-26

Abstract

Keamanan infrastruktur di daerah rawan gempa sangat bergantung pada kapasitas daktilitas elemen kolom. Namun, kontinuitas penulangan sering kali terganggu oleh penggunaan sambungan lewatan (lap splice), yang rentan mengalami kegagalan lekatan (bond-slip) jika ditempatkan pada zona sendi plastis. Penelitian ini mengevaluasi kinerja seismik kolom beton bertulang berdimensi 150x160 mm dengan variasi lokasi sambungan lewatan (dasar vs tengah kolom) dan jarak sengkang pengekang (150 mm vs 75 mm). Evaluasi dilakukan menggunakan metode Analisis Elemen Hingga (FEA) non-linier melalui perangkat lunak Abaqus dengan material Concrete Damaged Plasticity (CDP). Model diuji menggunakan beban statik monotonik (pushover) dan siklik. Hasil analisis menunjukkan bahwa evakuasi sambungan ke bagian tengah kolom (M15SM) mendongkrak stabilitas deformasi dan kapasitas beban puncak secara signifikan, dengan perilaku yang sangat identik dengan kolom kontrol tanpa sambungan. Sebaliknya, sambungan di dasar kolom (M15SB) memicu keruntuhan getas prematur. Modifikasi perapatan sengkang menjadi 75 mm pada zona kritis tidak secara signifikan meningkatkan beban lateral puncak awal, namun terbukti krusial dalam menahan laju keruntuhan getas pada fase pelemahan pasca-puncak. Selain itu, ditemukan bahwa asumsi perfect bond (menggunakan Embedded Region) pada pemodelan numerik menciptakan kekakuan artifisial, sehingga tidak valid untuk mengevaluasi parameter disipasi energi pada sambungan di zona sendi plastis. Penelitian ini merekomendasikan evakuasi mutlak sambungan lewatan ke zona elastis untuk menjamin daktilitas struktur.

References

  1. ACI Committee 408. 2003. 'Bond and Development of Straight Reinforcing Bars in Tension.'
  2. Badan Standarisasi Nasional. 2019. 'Persyaratan-Beton-Struktural-Untuk-Bangunan-Gedung.'
  3. Lowes, Laura N., Dawn E. Lehman, Anna C. Birely, Daniel A. Kuchma, Kenneth P. Marley, and Christopher R. Hart. 2012. 'Earthquake Response of Slender Planar Concrete Walls with Modern Detailing.' Engineering Structures 43: 31 –47. doi:10.1016/j.engstruct.2012.04.040.
  4. Mander, J. B., M. J. N. Priestley, and R. Park. 1988. 'Theoretical Stress-Strain Model for Confined Concrete.' Journal of Structural Engineering 114(8): 1804–26. doi:10.1061/(ASCE)0733-9445(1988)114:8(1804).
  5. Moehle, Jack P. 2015. Seismic Design of Reinforced Concrete Buildings. New York: McGraw-Hill Education.
  6. Murcia-Delso, Juan, and P. Benson Shing. 2015. 'Bond-Slip Model for Detailed Finite-Element Analysis of Reinforced Concrete Structures.' Journal of Structural Engineering 141(4): 04014125. doi:10.1061/(ASCE)ST.1943-541X.0001070.
  7. Park, R., and T. Paulay. 1975. Reinforced Concrete Structures. 1st ed. Wiley. doi:10.1002/9780470172834.
  8. Wight, James K. 2016. Reinforced Concrete: Mechanics and Design. Seventh edition. Hoboken, New Jersey: Pearson.
  9. Yusmar, Fajri, Nevy Sandra, Eka Juliafad, Prima Zola, Nidal Zuwida, and Laras Oktavia Andreas. 2025. 'IMPACT OF INADEQUATE CONFINEMENT IN RC COLUMNS OF BUILDINGS UNDER THE UPDATED INDONESIAN SEISMIC CODE ON STRUCTURAL PERFORMANCE.' 20(20).

Similar Articles

111-120 of 141

You may also start an advanced similarity search for this article.