Abstract
Perkembangan kehidupan modern yang ditandai oleh meningkatnya tekanan sosial, kompleksitas masalah hidup, serta berbagai gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan burnout mendorong munculnya berbagai metode pemulihan diri (self-healing). Namun, konsep self-healing yang berkembang dalam psikologi kontemporer umumnya lebih berfokus pada aspek psikologis dan cenderung mengabaikan dimensi spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dzikir dalam Q.S. Ar-Ra'd [13]: 28 serta mendialogkannya dengan konsep self-healing dalam psikologi kontemporer guna menemukan model pemulihan diri yang lebih holistik. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) dan pendekatan interdisipliner. Sumber data primer meliputi Al-Qur'an dan berbagai kitab tafsir klasik maupun kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari literatur psikologi dan penelitian terkait kesehatan mental. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir dalam Q.S. Ar-Ra'd [13]: 28 tidak hanya bermakna aktivitas verbal mengingat Allah, tetapi juga mencerminkan kesadaran spiritual yang mampu menghadirkan ketenangan jiwa (tuma'ninah). Dialog dengan psikologi kontemporer menunjukkan adanya titik temu antara dzikir dan konsep self-healing pada aspek mindfulness, regulasi emosi, penerimaan diri, serta pencarian makna hidup. Penelitian ini menghasilkan model konseptual Spiritual Self-Healing Qur'ani Berbasis Dzikir yang terdiri atas empat dimensi, yaitu healing kognitif, healing emosional, healing spiritual, dan healing eksistensial. Model ini menawarkan pendekatan pemulihan diri yang berpusat pada relasi transendental dengan Allah sehingga mampu menjawab problem kesehatan mental masyarakat modern secara lebih komprehensif.References
Al-Qur'an al-Karim.
Al-Qurṭubī, Abū ‘Abdillāh Muḥammad ibn Aḥmad. (2006). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah.
Al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. (2001). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān. Kairo: Dār Hijr.
Ibn Kathīr, Ismā‘īl ibn ‘Umar. (1999). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (2021). Tafsir At-Tanwir. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Frankl, Viktor E. (2006). Man’s Search for Meaning. Boston: Beacon Press.
Kabat-Zinn, Jon. (2013). Full Catastrophe Living: Using the Wisdom of Your Body and Mind to Face Stress, Pain, and Illness. New York: Bantam Books.
Neff, Kristin. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. New York: William Morrow.
Seligman, Martin E. P. (2011). Flourish: A Visionary New Understanding of Happiness and Well-being. New York: Free Press.
Alfaruq, Abid Ihsan, & Dahliana, Yeti. (2025). Spiritualitas Penyembuh Jiwa: Kajian Al-Qur’an tentang Ketenangan Hati. Takwiluna: Jurnal Tafsir, Pemikiran Islam, dan Hukum Islam.
Izzan, Ahmad, & Tamimi, Tatang Muslim. (2022). The Concept of Dhikr in the Qur’an and Its Relation to Mental Health. Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Indriani, Tiya, dkk. (2024). Dhikr Therapy: Overcoming Life Anxiety Through Islamic Spiritual Practice. Al-Hayat Journal of Islamic Education.
Ridwan, & Utari, Nahyulia Liza. (2025). Mental Health in the Qur’anic Perspective. Niqul Islam: Jurnal Kajian Keislaman.
Vanilla, Puspa, dkk. (2024). Korelasi antara Dzikir dan Ketenangan Hati: Tinjauan I’jaz Ilmi pada QS. Ar-Ra’d Ayat 28.
Nurrohim, Ahmad. (2019). Al-Tarjih fi Al-Tafsir: Antara Makna Al-Qur’an dan Tindakan Manusia. Al-Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam.
Nurrohim, Ahmad. (2022). Analitik Darajah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 228 Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer
Abdullah, M. Amin. (2020). Multidisiplin, Interdisiplin dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer. Yogyakarta: IB Pustaka.
Bagir, Haidar. (2020). Psikologi Islam: Sebuah Pengantar. Bandung: Mizan.
Najati, Muhammad Utsman. (2005). Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa. Bandung: Pustaka Setia.
Rahman, Fazlur. (2009). Major Themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.
Saeed, Abdullah. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge.