Abstract
Integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan pendidikan merupakan upaya strategis untuk mewujudkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pendidikan menghadapi tantangan berupa degradasi moral, krisis identitas, serta melemahnya nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti tauhid, akhlak, keadilan, amanah, moderasi (wasathiyah), toleransi, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu sebagai landasan dalam penyusunan kurikulum, proses pembelajaran, pengembangan kompetensi pendidik, serta tata kelola lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap berbagai literatur ilmiah, regulasi pendidikan, dan sumber-sumber keislaman yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan pendidikan mampu memperkuat pendidikan karakter, membangun budaya akademik yang beretika, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Implementasi kebijakan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam juga berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan pendidikan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang holistik, inklusif, berkeadilan, dan relevan dengan tuntutan zaman serta mampu melahirkan generasi yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.References
Abuddin Nata, Pendidikan Islam di Era Digital (Depok: Rajawali Pers, 2023)
Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2022.
Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2021.
Artificial Intelligence: A Guide for Thinking Humans (New York: Farrar, Straus and Giroux, 2019), 231–249; Abuddin Nata, Pendidikan Islam di Era Digital (Depok: Rajawali Pers, 2023
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 1980.
Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Kencana, 2019.
Dharma Kesuma dkk., Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2019).
Hawi, Akmal. Membangun Pendidikan Islam Berbasis Karakter. Jakarta: Kencana, 2020.
Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan (Herndon, VA: International Institute of Islamic Thought, 1982), 15–32; Islam and Secularism (Kuala Lumpur: ISTAC, 1993).
Jejen Musfah, Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kencana, 2022).
Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam (Jakarta: Erlangga, 2021).
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rajawali Pers, 2021).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Jakarta: Kemendikbudristek, 2022)
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 2003.