PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK TUNAGRAHITA

Authors
  • Selfina Seftaningsi

    Institut Islam Ma'arif Jambi
    Author
  • Kasyful Anwar

    Institut Islam Ma'arif Jambi
    Author
Keywords:
Guru Pendidikan Agama Islam, kemandirian, anak tunagrahita, pendidikan Islam, sekolah luar biasa
Abstract
Kemandirian merupakan salah satu aspek penting yang harus dikembangkan pada anak tunagrahita agar mereka mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam pendidikan Islam, pembentukan kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab, disiplin, serta pengamalan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membimbing, membina, dan membiasakan peserta didik tunagrahita agar memiliki sikap mandiri melalui pembelajaran agama, keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan yang berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan kemandirian anak tunagrahita, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembentukan kemandirian, serta menjelaskan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi berbagai hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, guru kelas, serta peserta didik di sekolah luar biasa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan evaluator dalam membentuk kemandirian anak tunagrahita. Pembentukan kemandirian dilakukan melalui pembiasaan ibadah, latihan melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, pemberian motivasi, keteladanan, penguatan positif, serta kerja sama dengan orang tua. Faktor pendukung meliputi dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang kondusif, dan kolaborasi antarguru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan intelektual peserta didik, perbedaan karakteristik individu, keterbatasan komunikasi, dan kurang optimalnya pembiasaan di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan proses pembentukan kemandirian yang berkesinambungan sehingga anak tunagrahita mampu berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Dwi, Rahmi dkk. 2024. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Cv. Haqi Paradise Mediatama: Padang.

Maemunawati, Siti, dan Muhammad Alif. 2020. Peran Guru, Orang Tua, Metode dan Media Pembelajaran. Banten: 3M.

Mulyasa, E. 2010. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rahmat. 2017. Pendidikan Agama Islam Multidisipliner,Bantul: LKIS.

Rahmat. 2019. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Depok: Rajawali Pers.

Presiden Republik Indonesia, 'Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional' (Departemen Pendidikan Nasional, 2003).

Ummah, Rohmatul. Peran Guru PAI dalam Pembentukan Karakter Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Darul Ulum Jogoroto Jombang, KAMPUS AKADEMIK PUBLISING Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol.2, No.4 Agustus 2024.

Yunita Siregar, Vera. 2020. 'Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Karakter Anak Tunagrahita di SLB ABC Medan' 2507.

https://jms.sch.id/id/langkah-mengembangkan-kemandirian-anak-berkebutuhan-khusus/

https://www.kajianpustaka.com/2020/06/kemandirian-pengertian-aspek-jenis-ciri.html

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1495/definisi-kemandirian

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-19
Section
Articles

How to Cite

PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK TUNAGRAHITA. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/c34q2a70

Similar Articles

1-10 of 406

You may also start an advanced similarity search for this article.