Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGELOLAAN LIMBAH INFEKSIUS PADAT DAN CAIR DI INSTALASI RAWAT INAP RSIA SITTI KHADIJAH GORONTALO

Abstract

Rumah sakit menghasilkan limbah infeksius yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menghasilkan 10–15 kg limbah medis per hari dan termasuk dalam 7 dari 20 rumah sakit di Provinsi Gorontalo yang belum memenuhi standar pengelolaan limbah sesuai indikator Dinas Kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem pengelolaan limbah infeksius padat dan cair di Instalasi Rawat Inap RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Tiga informan dipilih secara purposive sampling, yaitu Manager SDM sebagai informan kunci, Penanggung Jawab Sanitasi sebagai informan utama, dan Cleaning Service sebagai informan tambahan. Analisis data dilakukan melalui triangulasi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah padat secara umum telah berjalan sesuai prosedur, meliputi pemilahan menggunakan wadah berkode warna, pengumpulan terjadwal tiga kali sehari, pengangkutan dengan container tertutup, serta pemusnahan oleh pihak ketiga berizin. Namun ditemukan ketidaksesuaian berupa pencampuran limbah infeksius dan non-infeksius di ruang rawat inap, penumpukan limbah di TPS tanpa label yang jelas, serta masa penyimpanan yang mencapai satu bulan dan belum sesuai dengan ketentuan Permen LHK No. 56 Tahun 2015. Sementara itu, pengelolaan limbah cair telah menggunakan sistem IPAL tiga tahap, namun kolam bioindikator tidak aktif sehingga pemantauan kualitas air limbah belum berjalan optimal. Disarankan agar rumah sakit melakukan pelatihan berkala bagi seluruh petugas terkait prosedur pengelolaan limbah dan segera mengaktifkan kembali kolam bioindikator sebagai bagian dari sistem pemantauan kualitas limbah cair secara berkelanjutan.

Keywords

Pengelolaan Limbah, Infeksius, Padat, Cair, Rumah Sakit

PDF

References

  1. 1. Arum, et al. (2021). Gambaran Pengelolaan Limbah Infeksius Oleh Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia, 5(1).
  2. 2. Baeti, M. K., Raharjo, M., Dewanti, N. A. Y., & Sulistiyani, S. (2022). Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Roemani Muhammadiyah Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (UNDIP), 10(3), 281–289.
  3. 3. Fardian, E. (2022). Teknologi Biofilter Sebagai Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit. Environmental Engineering Journal ITATS ENVITATS, 2(1).
  4. 4. Fitrinis. (2022). Policy Analysis Of Medical Waste Management At The Hibala Health Center. Dohara.
  5. 5. Fitrianingsih, et al. (2022). Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat Menurut Permenkes No. 7 Tahun 2019 Di Rumah Sakit Tahun 2022.
  6. 6. Hondro, et al. (2022). Pengelolaan Limbah Infeksius Di Ruang Rawat Inap.
  7. 7. Jawawi. (2021). Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Tahun 2021.
  8. 8. Kementrian PUPR. (2018). Permen PUPR 29/2018 Tentang Pedoman Teknis Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik.
  9. 9. Maharani, et al. (2023). Kerja Sama Rumah Sakit Dengan Pihak Ketiga Berizin Dalam Pemusnahan Limbah Medis.
  10. 10. Nasution, N. A., Chania, A. P., & Komala, P. S. (2025). Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun (Limbah B3) Di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Lingkungan, X(2).
  11. 11. Noorshanti Moo, D., Wahyuni Baderan, D. K., & Kadir, L. (2022). Pengelolaan Limbah Medis Terpadu Di Kota Gorontalo. Jambura Journal Of Health Science And Research.
  12. 12. Permenkes RI No. 7 Tahun 2019 Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
  13. 13. Permen LHK No. P.56/Menlhk-Setjen/2015 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  14. 14. Putri, et al. (2021). Pelatihan Dan Peningkatan Kapasitas Petugas Dalam Pengelolaan Limbah B3 Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
  15. 15. Sari, et al. (2024). Evaluasi Pengelolaan Limbah Cair Di Rumah Sakit Mesra.
  16. 16. Syaiful, et al. (2023). Pra Rancangan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Tipe C. Journal UNIBOS.
  17. 17. Ulya, V., & Damanhuri, E. (2021). Kajian Timbulan Limbah Infeksius Rumah Sakit Kota Bandung Dan Cimahi. Institut Teknologi Bandung.
  18. 18. Wowiling, et al. (2023). Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Infeksius Menggunakan Autoclave Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou.
  19. 19. Yanti, et al. (2024). Evaluasi Sistem Pengelolaan Limbah Medis Padat Infeksius Di Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim Kabupaten Gayo Lues.

Similar Articles

1-10 of 126

You may also start an advanced similarity search for this article.