ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIARE MELALUI PEMBERIAN PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) UNTUK MENURUNKAN FREKUENSI BUANG AIR BESAR
Abstract
Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak dan berisiko menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta malnutrisi apabila tidak ditangani secara optimal. Selain terapi medis standar, terapi komplementer berupa Musa paradisiaca (pisang kepok) berpotensi mendukung penatalaksanaan diare karena mengandung pektin, pati resisten, kalium, dan tanin yang berperan dalam memperbaiki konsistensi feses dan fungsi saluran cerna. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada seorang anak berusia lima tahun yang didiagnosis diare akut dan dirawat di Ruang Gardenia Rumah Sakit Hj. Bunda Halimah Kota Batam tahun 2026. Asuhan keperawatan diberikan selama tiga hari berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dikombinasikan dengan pemberian Musa paradisiaca sebanyak ±100 gram, tiga kali sehari. Data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi klinis, dan telaah rekam medis. Setelah tiga hari intervensi, frekuensi buang air besar menurun dari enam kali menjadi satu hingga dua kali per hari, konsistensi feses berubah dari cair menjadi lembek, suhu tubuh kembali normal, status hidrasi membaik, tanda dehidrasi tidak ditemukan, nafsu makan meningkat, dan kondisi umum pasien menjadi lebih baik. Pemberian Musa paradisiaca sebagai terapi komplementer yang dikombinasikan dengan asuhan keperawatan komprehensif berkontribusi terhadap penurunan frekuensi buang air besar dan perbaikan kondisi klinis pada anak dengan diare. Intervensi ini berpotensi menjadi terapi nonfarmakologis berbasis bukti dalam praktik keperawatan anak. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitasnya.Keywords
anak, diare, Musa paradisiaca, pisang kepok, terapi komplementer
References
- Agustin, R. I., Ariani, N., & Ma'ruf, M. (2026). Aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) terhadap mencit putih jantan. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 8(2).
- Gasril, P., & Devita, Y. (2022). Pengaruh konsumsi pisang kepok untuk mengatasi diare pada anak. Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan, 12(2), 111–117. https://doi.org/10.37859/jp.v12i2.3488
- Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (Eds.). (2024). NANDA International nursing diagnoses: Definitions and classification, 2024–2026 (13th ed.). Thieme.
- Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2023). Wong's nursing care of infants and children (12th ed.). Elsevier.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2023). Panduan praktik klinis diare akut pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
- James, S. R., Nelson, K. A., & Ashwill, J. W. (2023). Nursing care of children: Principles and practice (6th ed.). Elsevier.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman tatalaksana diare pada anak. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Nursalam. (2023). Metodologi penelitian ilmu keperawatan (6th ed.). Salemba Medika.
- Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2023). Fundamentals of nursing (11th ed.). Elsevier.
- Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2022). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (Edisi 1, Cetakan III). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2022). Standar intervensi keperawatan Indonesia (Edisi 1, Cetakan III). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2022). Standar luaran keperawatan Indonesia (Edisi 1, Cetakan III). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
- UNICEF. (2024). The state of the world's children 2024. UNICEF.
- World Health Organization. (2024). Diarrhoea. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease