FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOGEL EKSTRAK DAUN MANGROVE (Avicennia alba) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus
Abstract
Daun mangrove (Avicennia alba Blume) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak daun mangrove dalam sediaan nanogel serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam nanoemulsi dengan konsentrasi ekstrak 4%, 6%, dan 8% dan didispersikan ke dalam basis nanogel. Formula terdiri atas F0 (tanpa ekstrak), F1 (4%), F2 (6%), dan F3 (8%). Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersitas, serta aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 14,85% dengan hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ukuran partikel nanoemulsi F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 339; 181,4; dan 12,94 nm, dengan nilai indeks polidispersitas 0,5117; 0,772; dan 0,793. Seluruh formula menunjukkan karakteristik organoleptik dan homogenitas yang baik. Aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat F1, F2, dan F3 berturut-turut sebesar 0,18; 1,65; dan 2,17 mm, sedangkan kontrol positif klindamisin sebesar 18,93 mm. F3 menghasilkan zona hambat terbesar dibandingkan formula lainnya. Dengan demikian, ekstrak daun mangrove (Avicennia alba Blume) dapat diformulasikan menjadi nanogel dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak.Keywords
Avicennia alba, nanogel, antibakteri, Staphylococcus aureus, nanoemulsi
References
- Adrianto, D., Shirly, K., & Indrawati, T. (2022). Uji efektivitas gel antijerawat ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri L.). PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 88–97.
- Aulya, F., Wikantyasning, E. R., & Rahmawati, J. (2025). Optimasi formulasi sediaan nanoemulgel minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sebagai anti jerawat dengan uji antibakteri secara in vitro. Usadha Journal of Pharmacy, 4(4), 433–448.
- Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, S. K. (2016). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6(2), 71–79.
- Basyuni, M., Illian, D. N., Istiqomah, M. A., Sari, D. P., Nuryawan, A., Hasibuan, P. A. Z., Sumaiyah, & Siregar, E. S. (2019). Prominent secondary metabolites from selected genus of Avicennia leaves. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 7(22), 3765–3768.
- Brunton, L. L., Hilal-Dandan, R., & Knollmann, B. C. (2018). Goodman & Gilman’s The Pharmacological Basis of Therapeutics (13th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
- Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1985). Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
- Edityaningrum, C. A., Oktafiani, A. T., & Widiyastuti, L. (2022). Formulasi dan evaluasi gel nanopartikel perak. Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 9(3), 220–230.
- Edy, H. J., Parwanto, E., Sudewi, S., & Hariyanto, Y. A. (2024). Standarisasi ekstrak mangrove Sonneratia ovata Backer dari Desa Tongkaina, Bunaken, Sulawesi Utara sebagai bahan baku obat topikal. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 13(3). https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.5946
- Erwin, E., Nuryadi, D., & Usman. (2020). Skrining fitokimia dan bioaktivitas tumbuhan bakau api-api putih (Avicennia alba Blume). Jurnal Sains dan Kesehatan, 2(4), 311–315. https://doi.org/10.25026/jsk.v2i4.152
- Esti, F., Suryanto, A., & Laksmi, R. (2023). Penggunaan antibiotik dan resistensi bakteri. Jurnal Kesehatan, 12(3), 122–130.
- Farmakope Indonesia. (1979). Farmakope Indonesia (Edisi III). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
- Fujiastuti, T., & Sugihartini, N. (2015). Sifat fisik dan daya iritasi gel ekstrak etanol herba pegagan (Centella asiatica L.) dengan variasi jenis gelling agent. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 12(1), 11–20.
- Hidayati, R., Saptarini, O., & Kuncahyo, I. (2022). Optimasi HPMC K15M, Karbopol 940, dan propilen glikol pada formula nanoemulgel naringenin metode D-optimal mixture design. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(2), 236–245. https://doi.org/10.31001/jfi.v19i2.1460
- Ibrahim, R., Fahlufi, C. F., Cahyana, H. A., Buana, B. S., Aziz, A. M., Saputro, M. R., & Pratama, R. (2026). Review artikel: Tinjauan pengujian dan peningkatan stabilitas sediaan nanoemulsi dari berbagai bahan alam. Majalah Farmasetika, 11(1).
- Kalangi, S. J. R. (2015). Histofisiologi kulit. Jurnal Biomedik, 7(2), 120–128.
- Karo Sekali, E. E., Wartini, N. M., & Suhendra, L. (2020). Karakteristik ekstrak aseton pewarna alami daun singkong (Manihot esculenta C.) pada perlakuan ukuran partikel bahan dan lama maserasi. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(2), 49–58. https://doi.org/10.24843/JITPA.2020.v05.i02.p02
- Kemal, A. (2025). Formulasi dan evaluasi sabun cair ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) serta uji aktivitas sebagai antiseptik terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Pharmacy Tiara Bunda, 5(1), 28–36.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). [Judul sumber pada skripsi tidak terbaca lengkap]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi VI). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.