Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH MENGUNYAH TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) TERHADAP PLAK PADA SISWA KELAS 9 SMP NEGERI 9 BANJARBARU

Abstract

Plak gigi merupakan deposit lunak yang melekat pada permukaan gigi dan menjadi salah satu penyebab terjadinya karies gigi serta penyakit periodontal. Salah satu upaya pengendalian plak secara alami dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan air tinggi, seperti tebu. Berdasarkan studi pendahuluan di SMP Negeri 9 Banjarbaru, dari 10 responden terdapat 6 orang (60%) dengan skor plak kategori buruk, 2 orang (20%) kategori sedang, dan 2 orang (20%) kategori baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengunyah tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap plak gigi pada siswa kelas IX SMP Negeri 9 Banjarbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental melalui rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 224 siswa, sedangkan sampel sebanyak 70 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran plak dilakukan menggunakan indeks Personal Hygiene Performance (PHP). Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor plak sebelum mengunyah tebu sebesar 3,606 dan sesudah mengunyah tebu sebesar 1,306, sehingga terjadi penurunan rata-rata sebesar 2,300. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 (>0,05). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Disimpulkan bahwa mengunyah tebu (Saccharum officinarum L.) berpengaruh terhadap penurunan plak gigi pada siswa kelas IX SMP Negeri 9 Banjarbaru. Disarankan Mengunyah tebu dijadikan sebagai alternatif alami untuk membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut

Keywords

Mengunyah Tebu, Plak Gigi, Kesehatan Gigi dan Mulut

PDF

References

  1. Azmi, R.F. and Febriani, H. (2024) “Pengaruh Mengunyah Tebu terhadap Penurunan Indeks Plak pada Anak SDN 3 Ulim Kabupaten Pidie Jaya,” Journal of Global and Multidisciplinary, 2(9), pp. 2891–2898.
  2. Fitriana, A., Fitri, H., & Dika, E. F. (2025). Efektivitas mengunyah tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap penurunan indeks plak pada siswa usia 11–12 tahun. Medika Kartika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 8(2), 152–160. https://doi.org/10.35990/mk.v8n2.p152-160
  3. Fitri, H., Kasuma, N., Fajrin, F. N., Aulia, R. K., & Huriyah, H. (2023). Description of the simplified oral hygiene index (OHI-S) in stunting children. Journal of International Dental and Medical Research, 16(2), 656–660.
  4. Fonna, M.D. & Nuraskin, C.A., 2024. Efektifitas mengunyah tebu dan buah bengkuang terhadap perubahan skor plak pada murid SDN kelas V Blang Bintang. NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah, 17(2), pp.77–84. https://doi.org/10.30867/nasuwakes.v17i2.721
  5. Hal, J. et al. (2024) “IJOH : Indonesian Journal of Public Health PERBEDAAN AKUMULASI PLAK MENYIKAT GIGI DENGAN METODE FONES DAN BASS PADA ANAK SD MANGKURA 2 MAKASSAR Pamewa dkk ., Perbedaan Akumulasi Plak … PENDAHULUAN Bebas karies adalah indikator kesehatan gigi dan mulut yan,” 2(2), pp. 278–285.
  6. Hidayah, N., & Praptiwi, Y. H. (2021). Gambaran tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua anak usia prasekolah. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 3(2), 11–17. https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2.844
  7. Marthinu, L. T., & Bidjuni, M. (2020). Penyakit Karies Gigi Pada Personil Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara Tahun 2019. JIGIM (Jurnal Ilmiah Gigi dan Mulut), 3(2), 58 –64. DOI: 10.47718/jgm.v3i2.1436
  8. Nugroho, C. (2017). Pengaruh mengunyah tebu terhadap kebersihan gigi dan mulut. Andalas Dental Journal, 5(2), 74-81.
  9. Pamewa, K. et al. (2021) “Perbedaan Skor Plak Sebelum dan Setelah Mengunyah Buah Naga Putih pada Anak 10-11 Tahun,” Sinnun Maxillofacial Journal, 3(01), pp. 36–41. Available at: https://doi.org/10.33096/smj.v3i01.8.
  10. Putri, M. H., Herijulianti, E., & Nurjannah, N. (2011). Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. EGC.
  11. Rahmadina, D., & Marlindayanti. (2020). Efektivitas berkumur dengan larutan garam 10% terhadap penurunan skor plak. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 2(1), 48–58.
  12. Reca, R. et al. (2023) “Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam rangka Menurunkan Indeks Plak pada murid SDN 1 Ajun Jeumpet Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar,” JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2(2), pp. 1 –6. Available at: https://doi.org/10.30867/jeumpa.v2i2.357.
  13. Siregar, R. (2019) “Efektivitas Mengunyah Tebu Terhadap Indeks Plak Pada Siswa/I Sd Negeri 060937 Medan Johor,” Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 13(2), pp. 140 –143. Available at: https://doi.org/10.36911/pannmed.v13i2.403.
  14. Sugiyono, 2019. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
  15. Wesilintang, A., Amaliya, A., & Prasetyo, B. C. (2024). Pewarna Plak Gigi dari Pewarna Alami Buah Naga Merah, Sebuah Tinjauan Cakupan. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, 6(1), 11-16.Yulistina, Arsad, Yasin, S., A., Zulkaidah, U., & Dirman, R. (2023). Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut Dirangkaikan Dengan Sikat Gigi Massal Di SDN 7 Arawa. Community Development Journal, 4(2), 4075-4078.
  16. Xu, Y. et al. (2023) “Dental plaque-inspired versatile nanosystem for caries prevention and tooth restoration,” Bioactive Materials, 20(April 2022), pp. 418–433. Available at: https://doi.org/10.1016/j.bioactmat.2022.06.010.
  17. Yogaswara, S. M., Novendra, A. M., Almujab, S., & Ramafrizal, Y. (2020). ANALISIS PERBANDINGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF. Didaktik Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 5(2), 224–240. https://doi.org/10.36989/didaktik.v5i2.93

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

171-180 of 512

You may also start an advanced similarity search for this article.