HUBUNGAN KONSELING APOTEKER TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS MENGWI X
Abstract
Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian, termasuk konseling oleh apoteker. Konseling apoteker bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap pasien agar penggunaan antibiotik menjadi lebih rasional sehingga dapat menekan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konseling apoteker terhadap pengetahuan dan sikap pasien tentang penggunaan antibiotik di Puskesmas Mengwi X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional yang melibatnya 91 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, di mana data di kumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas, kemudian di analisis dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan SPSS 27. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 68 responden (74,7%), sedangkan sikap kategori cukup sebanyak 71 responden (78,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara konseling apoteker dengan pengetahuan pasien (r = 0,883; p = 0,001), hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara konseling apoteker dengan sikap pasien (r = 0,930; p = 0,001), serta hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pengetahuan dengan sikap pasien (r = 0,817; p = 0,001). Disimpulkan bahwa konseling apoteker berhubungan secara signifikan dengan peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap pasien terhadap penggunaan antibiotik di Puskesmas Mengwi X.Keywords
Konseling apoteker, pengetahuan, sikap, antibiotik, puskesmas
References
- Andiarna, F., Hidayati, I., & Agustina, E. (2020). Pendidikan kesehatan tentang penggunaan antibiotik secara tepat dan efektif sebagai upaya mengatasi resistensi obat. Journal of Community Engagement and Employment, 2(1), 1–8.
- Dwiyanti, R. (2025). Edukasi dan konseling farmakoterapi untuk masyarakat dalam pengelolaan penyakit kronis. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 8(2), 298–301
- Hasanah, Y., Meisa Dai, R., & Silva Sari, D. (2020). Implementasi kebijakan fungsi Puskesmas selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Margahayu Selatan Kabupaten Bandung. Responsive, 3(4), 223–239.
- Putri, Y., Marlina, R., & Aini, N. (2021). Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan pada usia produktif. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 9(1), 33–40.
- Ramadhani, S., & Lubis, S. (2022). Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang resistensi antibiotik melalui konseling farmasis di klinik pratama. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 11(3), 250–260.
- Roosevelt, A., Asrina, R., & Masri, A. (2025). Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Dewasa di Apotek N. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 25763–25767.
- Safitri, A., & Siagian, H. S. (2024). Gambaran pelayanan informasi obat dan konseling mengenai pemberian dan penggunaan obat antibiotik di Puskesmas Rambah Hilir Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Jurnal Ilmu Kesehatan (SiSehat), 1(11), 12–22.
- Sari, D. K., Wulandari, R., & Putri, Y. (2023). Karakteristik pasien dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(3), 210–218.
- Setiyarini, & Kumala, S. (2020). Edukasi apoteker dalam mengubah pengetahuan, persepsi dan sikap masyarakat terhadap antibiotik di Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(12), 1682–1690.
- Simamora, S., Rulianti, M. R., & Suzalin, F. (2022). Peran tenaga teknis kefarmasian di Puskesmas dalam mencegah potensi resistensi bakteri. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(5), 1318–1326.
- Siregar, Y. S., & Utami, S. N. (2020). Efektivitas intervensi konseling farmasis terhadap sikap dan perilaku pasien dalam penggunaan antibiotik di layanan kesehatan dasar. Jurnal Riset Farmasi, 5(4), 305–314.
- Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Susanti, N. M. A., Wulandari, R., & Pratiwi, N. (2022). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap sikap pasien dalam menerima pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 145–152.
- Wulandari, R., Sari, D. K., & Putri, Y. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan pemahaman informasi kesehatan pada pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 120–127.
- Aini, N., Putri, Y., & Rahmawati, S. (2023). Hubungan aktivitas pekerjaan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien rawat jalan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 101–108.
- Marlina, R., Pratiwi, N., & Sari, D. K. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan berdasarkan jenis kelamin. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 8(1), 55–62.