HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PENJARINGAN JAKARTA UTARA
Abstract
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Penjaringan Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien DM tipe 2 yang dipilih sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 64 orang (64%), sedangkan kepatuhan penggunaan obat antidiabetik mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 74 orang (74%). Hasil uji Spearman’s Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan obat antidiabetik, dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi (r) = -0,677. Nilai tersebut menunjukkan hubungan yang kuat dengan arah negatif karena skor MMAS-8 yang lebih rendah menunjukkan kepatuhan yang lebih baik. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, semakin baik kepatuhan penggunaan obat antidiabetik. Peningkatan edukasi dan konseling secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung keberhasilan pengobatan pasien DM tipe 2.Keywords
Diabetes Melitus tipe 2, pengetahuan, kepatuhan, obat antidiabetik, MMAS-8
References
- American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2024). Facilitating positive health behaviors and well-being to improve health outcomes: Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Supplement 1), S77–S110.
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023: Potret kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Diantari, I. A. P. M., & Sutarga, I. M. (2019). Kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II tahun 2019. Arc. Com. Health, 6(2), 40–50.
- Edi, I. G. M. S. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien pada pengobatan. Jurnal Ilmiah Medicamento, 1(1), 1–8.
- Fincham, F. D., Seibert, G. S., May, R. W., Wilson, C. M., & Lister, Z. D. (2018). Religious coping and glycemic control in couples with type 2 diabetes. Journal of Marital and Family Therapy, 44(1), 138–149.
- Ginting, S. R. B. (2023). The relationship between Diabetes Mellitus patients’ knowledge and attitude and compliance with anti-diabetic drug drinking at Puskesmas PB Selayang II. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(1), 136–145.
- Husna, A., Jafar, N., Hidayanti, H., Dachlan, D. M., & Salam, A. (2022). Hubungan kepatuhan minum obat dengan gula darah pasien DM tipe II di Puskesmas Tamalanrea Makassar. JGMI: The Journal of Indonesian Community Nutrition, 11(1), 20–26.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia 2023.
- Larasati, L. A., Andayani, T. M., & Kristina, S. A. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan terhadap outcome klinik pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 9(2).
- Lestarina, N. N. W. (2020). Pengetahuan, sikap dan kepatuhan terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus. Jurnal Keperawatan, 6(2).
- Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., & Ward, H. J. (2008). Predictive validity of a medication adherence measure in an outpatient setting. Journal of Clinical Hypertension, 10(5), 348–354.
- Nina, Purnama, H., Zahra Nurul, A. H., Solihat, M., Septriani, M., & Sulistiani. (2023). Determinan risiko dan pencegahan terhadap kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 pada usia produktif di wilayah DKI Jakarta. J Public Health Education, 2(4), 158–166. https://doi.org/10.53801/jphe.v2i4.148
- Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2024. PB PERKENI.
- Pujasari, A., Setyawan, H., & Udiyono, A. (2017). Faktor-faktor internal ketidakpatuhan pengobatan Diabetes Mellitus di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.
- Sari, D. R. P., & Wahid, R. A. H. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap konsumsi obat antidiabetik oral di Puskesmas Prambanan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Sciences and Clinical Research, 2(1), 29–44. https://doi.org/10.31316/ijpscr.v2i1.8801
- Sianipar, C. M. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan pasien Diabetes Mellitus dalam kontrol ulang di RS Santa Elisabeth Medan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 5(1), 57–62.
- Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2, Cetakan ke-5). Alfabeta.
- Wilder, M. E., Kulie, P., Jensen, C., Levett, P., McNicholas, C., et al. (2021). The impact of social determinants of health on medication adherence: A systematic review and meta-analysis. Journal of General Internal Medicine, 36, 1359–1370.