Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS NILAI BED OCCUPANCY RATE (BOR) DI RUMAH SAKIT ORTHOPEDI SOEHARSO SURAKARTA

Abstract

Bed Occupancy Rate (BOR) adalah persentase penggunaan tempat tidur pada satuan waktu tertentu. Berdasarkan survei pendahuluan di RSO Soeharso Surakarta pada tahun 2024, nilai BOR tertinggi berada di bulan Mei yaitu 67,79%, sedangkan terendah berada di bulan Desember yaitu 54,42%, di bawah standar DepKes yaitu 60-85%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai Bed Occupancy Rate (BOR) di RSO Soeharso Surakarta tahun 2025. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan di RSO Soeharso Surakarta bulan Februari-April 2026. Subjek penelitian ini kepala rekam medis dan petugas pelaporan, objek yang digunakan adalah rekapitulasi SHRI. Cara pengumpulan data dengan observasi dan wawancara tidak terstruktur. Teknik pengolahan data dengan collecting, editing, perhitungan, tabulasi dan penyajian data. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR pada masing-masing bangsal berbeda. Bangsal Anggrek memiliki nilai BOR tertinggi yaitu 83,04%, sedangkan bangsal ICU memiliki nilai terendah yaitu 35,21%, belum memenuhi standar. Bangsal Bougenville sebagian besar sudah memenuhi standar, kecuali pada bulan April. Bangsal Cempaka, Dahlia, dan ICU cenderung memiliki nilai BOR di bawah standar ideal. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dominasi pasien JKN kelas 3, rendahnya minat pasien pada kelas perawatan tertentu seperti VIP/VVIP, serta karakteristik rumah sakit khusus sehingga jumlah pasien tidak sebanyak rumah sakit umum. Dapat disimpulkan nilai BOR di RSO Soeharso Surakarta tahun 2025 belum sepenuhnya ideal. Oleh karena itu, diperlukan upaya seperti peningkatan promosi layanan, penyesuaian jumlah tempat tidur, dan peningkatan kedisiplinan petugas dalam pengisian sensus harian rawat inap.

Keywords

Analisis, Nilai Bed Occupancy Rate (BOR), Rumah Sakit

PDF

References

  1. Arumawati, A., Suparti, S., & Widiyanto, W. W. (2022). Analisis efisiensi pelayanan pasien rawat inap di RSU Assalam Gemolong Sragen. Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI), 1(2), 53–60. ISSN 2829-6435.
  2. Desria, K., Novita, A., & Hendrawan, H. (2025). Evaluasi dalam implementasi kebijakan kelas rawat inap standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) pada rumah sakit swasta. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(3), 201–217. Diakses 20 April 2026, dari http://journals.uima.ac.id/index.php/jikm
  3. Eresha, W., & Rezal, M. (2024). Efisiensi pengelolaan pelayanan rawat inap RSIJ Cempaka Putih dengan teori Barber-Johnson. Health Sciences and Pharmacy Journal, 8(2), 163–172.
  4. Fitriani, Z., Susanti, F. A., & Hardiana, H. (2024). Efisiensi pengelolaan tempat tidur instalasi rawat inap menggunakan grafik Barber Johnson di Rumah Sakit X Tahun 2023. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan, 7(1). E-ISSN: 2622-6944. Diakses 20 April 2026, dari https://journal.univetbantara.ac.id/index.php/jmik-rekammedis/
  5. Hosizah, & Maryati, Y. (2018). Sistem Informasi Kesehatan II: Statistik Pelayanan Kesehatan. Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
  6. Kholda, J. R., Prasetyowati, A., Murnita, R., & Asmorowati, A. (2024). Analisis trend penggunaan tempat tidur berdasarkan grafik Barber Johnson di Rumah Sakit QIM Batang tahun 2018–2022. Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 3(2).
  7. Lubis, S. P. S., & Astuti, C. (2018). Analisis efisiensi penggunaan tempat tidur di RSJ Prof. Dr. M. Ildrem Medan per ruangan berdasarkan indikator rawat inap di triwulan I tahun 2018. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Imelda, 3(2), 466–472.
  8. Numberi, H. Y. (2020). Tinjauan pemanfaatan data sensus harian rawat inap di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo. Jurnal Delima Harapan, 7(2), 73–85.
  9. Permatasari, K. M. G., Suparti, S., & Novratilova, S. (2022). Analisis faktor-faktor determinan nilai BOR (Bed Occupancy Rate) di RSAU dr Siswanto. Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI), 1(2), 61–67.
  10. Rahmawati, E. N., Cahyaningrum, N., Febrianti, F., & Sari, S. Y. (2025). Analisis pemanfaatan data sensus harian rawat inap untuk evaluasi pelaporan indikator rawat inap. INFOKES: Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan , 15(1), 68–78. https://doi.org/10.47701/infokes.v15i1.4775
  11. Simbolon, J., & Sipayung, S. D. (2022). Analisis kualitas pengelolaan mutu pelayanan pendaftaran pasien di instalasi rawat inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat , 1(4), 591 –599. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v1i4.937
  12. Sudra, R. I. (2010). Statistik Rumah Sakit dari Sensus Pasien & Grafik Barber Johnson Hingga Statistik Kematian & Otopsi. Graha Ilmu.
  13. Yulia, Y., Oktamianiza, Putra, D. M., Rahmadhani, & Oktavia, I. (2021). Tinjauan studi literatur: Analisis gambaran pelaksanaan sensus harian rawat inap. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 4(1), 32–36. https://doi.org/10.31983/jrmik.v4i1.6793

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 311

You may also start an advanced similarity search for this article.