Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN PAPARAN BAHAN KIMIA DAN PENGGUNAAN SARUNG TANGAN TERHADAP KELUHAN DERMATITIS KONTAK PADA KULIT TANGAN PEKERJA DI PT. X KOTA BATAM TAHUN 2026

Abstract

Dermatitis kontak merupakan salah satu penyakit kulit akibat kerja yang sering terjadi pada pekerja yang terpapar bahan kimia secara terus-menerus tanpa penggunaan alat pelindung diri yang optimal, termasuk sarung tangan. Pekerja bagian produksi di PT. X memiliki potensi kontak langsung dengan bahan kimia seperti resin, MEKP, dan thinner, sementara masih ditemukan pekerja yang tidak menggunakan sarung tangan saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan bahan kimia dan penggunaan sarung tangan terhadap keluhan dermatitis kontak pada kulit tangan pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh pekerja bagian produksi di Gedung C PT. X yang berjumlah 50 orang, diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 pekerja (56%) mengalami paparan bahan kimia dengan kategori lebih sering, 26 pekerja (52%) memiliki kategori penggunaan sarung tangan baik, dan 33 pekerja (66%) mengalami keluhan dermatitis kontak pada kulit tangan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara paparan bahan kimia dengan keluhan dermatitis kontak (p-value = 0,003) serta antara penggunaan sarung tangan dengan keluhan dermatitis kontak (p-value = 0,029). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa paparan bahan kimia dan penggunaan sarung tangan berhubungan secara signifikan dengan keluhan dermatitis kontak pada kulit tangan pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2026.

Keywords

paparan bahan kimia, sarung tangan, dermatitis kontak, pekerja

PDF

References

  1. Adiputra, I. M. S., Oktaviani, N. W. N. P. W., Hulu, S. A. M. V. T., et al. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
  2. Afifah, N. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada Pekerja Proses Finishing Meubel Kayu di Wilayah Ciputat Timur Tahun 2012 [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  3. Alayyannur, P. A., Al Hakim, M. M., & Sari, R. S. R. E. P. (2024). Dermatitis among Workers and Its Relation with Personal Protective Equipment. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 13(2), 261–267.
  4. Andjani, N. M. A. J., Silaban, A. M. M., Dwijuliasri, K. A., et al. (2025). Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pencegahan Penyakit Akibat Kerja. Yayasan Bina Lentera Insan.
  5. AOC, & LLC. (2022). F013-AAB-00: Vinyl Ester Resin - Material Safety Data Sheet. www.aoc-resins.com
  6. Defani, T., Sitanggang, H. D., Kusumawan, D., Rini, W. N. E., & Aswin, B. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Bagian Produksi dan Laboratorium PT. X. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 278–290.
  7. Diani Laksono, A., Setyaningsih, Y., & Lestantyo, D. (2024). Kepatuhan menggunakan alat pelindung diri (APD) di kalangan pekerja sektor informal di Indonesia: A literature review. Holistik Jurnal Kesehatan, 17(10), 922–930.
  8. Duarte, A., Tavares, M. B., Barbosa, R. M., et al. (2025). Occupational Contact Dermatitis to Formaldehyde. International Journal of Clinical Studies and Medical Case Reports, 49(5).
  9. Flyvholm, M.-A., Susitaival, P., Meding, B., et al. (2002). Nordic Occupational Skin Questionnaire-NOSQ-2002. Nordic Council of Ministers.
  10. Hadi, A., Pamudji, R., & Rachmadianty, M. (2021). Hubungan Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak pada Tangan Pekerja Bengkel Motor di Kecamatan Plaju. OKUPASI: Scientific Journal of Occupational Safety & Health, 1(1), 13–27.
  11. Haerani, A., & Kartini. (2023). Pengetahuan tentang Keselamatan Kerja dan Perilaku Kesehatan Pekerja Salon Memengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak. Ulil Albab: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(9).
  12. Harlim, A. (2016). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin: Alergi Kulit. FK UKI.
  13. Houle, M. C., Holness, D. L., & DeKoven, J. (2021). Occupational Contact Dermatitis: An Individualized Approach to the Worker with Dermatitis. Current Dermatology Reports, 10(4), 182–191.
  14. ILO. (2021). Exposure to hazardous chemicals at work and resulting health impacts: A global review.
  15. ILO. (2025). Convention Concerning Prevention and Protection Against Biological Hazards in the Working Environment.
  16. Jacobsen, G., Rasmussen, K., Bregnhøj, A., Isaksson, M., Diepgen, T. L., & Carstensen, O. (2022). Causes of Irritant Contact Dermatitis After Occupational Skin Exposure: a Systematic Review. International Archives of Occupational and Environmental Health, 95(1), 35–65.
  17. Jufrizal, J., Syarif, H., Maurissa, A., & Nurhasanah, N. (2023). Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Kejadian Penyakit Kulit pada Petugas Kebersihan Kota Banda Aceh. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1255–1262.
  18. Kurniawan, D. R. P. E., Hudyono, J., & Winata, S. D. (2025). Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Keluhan Dermatitis Kontak Tangan Pekerja Finishing Pabrik Kertas X Serang 2025. Jurnal MedScientiae, 4(3).
  19. Lee, J., Lin, R., & Maderal, A. (2025). Update on occupational dermatitis: reviewing toxic substances from OSHA standards. International Journal of Dermatology, 64(1), 72–78.
  20. Lejding, T., Källberg, K., Bergendorff, O., Jacobsson, S., Svedman, C., & Bruze, M. (2023). Epoxy Allergy, Investigation of a Modern Industry. Contact Dermatitis, 88(5), 383–388.

Similar Articles

1-10 of 108

You may also start an advanced similarity search for this article.