Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EFEKTIVITAS PENYULUHAN 'STOP CAMPUR BAHAN KIMIA' TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG BAHAYA PENCAMPURAN BAHAN KIMIA DI WILAYAH SERUA, BOJONGSARI, DEPOK

Abstract

Ibu rumah tangga merupakan salah satu kelompok yang sering menggunakan bahan kimia rumah tangga seperti pemutih, deterjen, dan cuka. Namun, pengetahuan mengenai risiko pencampuran bahan-bahan tersebut masih terbatas, sehingga berpotensi menimbulkan paparan gas beracun yang membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana program penyuluhan “Stop Campur Bahan Kimia” telah meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga mengenai risiko yang terkait dengan pencampuran bahan kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 10 ibu rumah tangga di wilayah Serua, Bojongsari, Depok pada 16 Mei 2026 menggunakan metode penyuluhan tatap muka, dengan pengukuran pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 70,00 (SD = 9,43) sebelum penyuluhan menjadi 95,00 (SD = 5,27) setelah penyuluhan, dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa program edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga mengenai risiko yang terkait dengan mencampur bahan kimia rumah tangga, sehingga program ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan sasaran yang lebih luas. Housewives are one of the groups that frequently use household chemicals such as bleach, detergent, and vinegar. However, their knowledge of the risks associated with mixing these substances remains limited, potentially leading to exposure to toxic gases that are harmful to health. The purpose of this study was to evaluate the extent to which the “Stop Mixing Chemicals” outreach program has increased housewives’ awareness of the risks associated with mixing chemicals. The activity was conducted with 10 homemakers in the Serua area of Bojongsari, Depok, on May 16, 2026, using a face-to-face education method, with knowledge assessed through pre-test and post-test questionnaires. The results showed that the average score increased from 70.00 (SD = 9.43) before the education session to 95.00 (SD = 5.27) after the session, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). It was concluded that this educational program successfully increased housewives’ knowledge regarding the risks associated with mixing household chemicals; therefore, this program should be implemented on an ongoing basis with a broader target audience.

Keywords

bahan kimia rumah tangga, penyuluhan, ibu rumah tangga, pencegahan keracunan, household chemicals, education, homemakers, poisoning prevention

PDF

References

  1. Ratih P. Penanganan Bahan Kimia Berbahaya Pada Produk Rumah Tangga di Padukuhan Gandok , Sleman. Vol. 2. 2022;2(1):1–6.
  2. 2. R RA, Ode L, Imran A, Hilda A, Masyarakat FK, Oleo UH, et al. Faktor Yang Berhubungan dengan Kemauan Membayar ( Willingness To Pay ) Pasien Rawat Jalan Poli Interna RSUD Kota Kendari Tahun 2019. Vol. 01. 2019;01(02):1–6.
  3. 3. Abadi E, Demmawela JQ. Penyuluhan Metode Ceramah dapat Meningkatkan Pengetahuan Tentang HIV-AIDS di Desa Kondowa Kabupaten Buton. Vol. 01. 2020;01(04):18–22.
  4. 4. Shofia V, Khofidatu Tazkiyah B, Jannah W, Studi Farmasi Klinik dan Komunitas P, Ilmu Kesehatan F, kunci K, et al. Edukasi Bahan Kimia Berbahaya dalam Produk Makanan dan Kosmetik untuk Kader Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. 2025.
  5. 5. Mangani KS, Panjaitan H. Pemberian Motivasi Tentang Ekonomi Kreatif Kepada Masyarakat Desa. Vol. 1. 2019;1(2):80–8.
  6. 6. Royani S. Penyuluhan Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga Di Lingkungan Rw 07 Desa Cikunir. Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul. 2023 Jun 22;1(2):57–60. doi:10.37985/pmsdu.v1i2.43
  7. 7. Fatmayati Fatmayati, Nina Veronika, Sri Wahyuni, Nur Asma Deli, Hanifah Khairiah. Penyuluhan Tentang Efek Samping Bahan Kimia Sintesis Bagi Kesehatan. ABDIMAS TERAPAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Terapan. 2025 Jun 4;3(1):55–63. doi:10.59061/abdimasterapan.v3i1.1018
  8. 8. Wildan S, Putri F, Nur H, Amni G, Riska A, Sukri R, et al. Gambaran Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga Di Desa Lam Rukam Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Vol. 05. 2024;05(01):1–7.

Similar Articles

1-10 of 255

You may also start an advanced similarity search for this article.