Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN PAPARAN PARTIKEL LOGAM (GERAM) DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN KACAMATA SAFETYDENGAN KELUHAN IRITASI MATA PADA PEKERJA GERINDA DI PT XKOTA BATAM TAHUN 2026

Abstract

Paparan partikel logam pada aktivitas penggerindaan dan rendahnya kepatuhan penggunaan alat pelindung diri masih menjadi masalah keselamatan dan kesehatan kerja pada industri pengolahan logam. Kontak berulang antara partikel logam dengan permukaan mata berpotensi menimbulkan keluhan iritasi mata pada pekerja gerinda. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paparan partikel logam (geram) dan kepatuhan penggunaan kacamata safety dengan keluhan iritasi mata pada pekerja gerinda di PT X Kota Batam. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi langsung, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 24 responden (46,2%) memiliki paparan partikel logam kategori rendah, 30 responden (57,7%) berada pada kategori patuh dalam penggunaan kacamata safety, dan 31 responden (59,6%) mengalami keluhan iritasi mata kategori ringan. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara paparan partikel logam dengan keluhan iritasi mata (p < 0,001), serta terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan kacamata safety dengan keluhan iritasi mata (p < 0,001). Disimpulkan bahwa paparan partikel logam dan kepatuhan penggunaan kacamata safety berhubungan dengan keluhan iritasi mata pada pekerja gerinda. Perusahaan disarankan meningkatkan pengendalian paparan partikel logam melalui ventilasi lokal serta memperkuat pengawasan penggunaan kacamata safety di area kerja.

Keywords

Iritasi Mata, Kacamata Safety, Kepatuhan, Paparan Partikel Logam, Pekerja Gerinda

PDF

References

  1. Almahmoud, T., Elkonaisi, I., Grivna, M., & Abu-Zidan, F. M. (2020). Personal protective eyewear usage among industrial workers in small-scale enterprises. BMC Public Health.
  2. Asnel, Ridho, A., & Fitriani, D. (2020). Patofisiologi iritasi mata akibat paparan partikel di lingkungan kerja industri. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
  3. Ca, K., & Komaria, A. (2023). Gambaran pengetahuan tentang corpus alienum mata pada pekerja las: Literature review. 4(2), 166–179.
  4. Geller, E. S. (2016). The psychology of safety handbook. CRC Press.
  5. Hussain, A., Shaukat, Q., & Mahmood, N. (2019). Metallic corneal foreign body. The Professional Medical Journal, 26(4), 688–691. https://doi.org/10.29309/TPMJ/2019.26.04.3379
  6. Ihrom, W., Harianto, F., & Listyaningsih, D. (2023). Faktor-faktor tidak menggunakan alat pelindung mata pada pekerja las di proyek konstruksi. Prosiding Senastitan III.
  7. Indragiri, S., & Salihah, L. (2020). Hubungan pengawasan dan kelengkapan alat pelindung diri dengan tingkat kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Jurnal Kesehatan, 10(1), 1238–1245. https://doi.org/10.38165/jk.v10i1.2
  8. International Labour Organization. (2025). International Labour Organization data and statistics. https://www.ilo.org/data-and-statistics
  9. Jazuli, R., Shirmohamad, Y., Tjandra, R., & Rokhman, A. (2024). Pemilihan lensa kacamata safety beresep pada karyawan di PT Smelting Kota Gresik. Jurnal Kesehatan, 13(2), 231–236. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v13i2.476
  10. Kantarcı, F. A., Kantarcı, M. N., Tatar, M. G., Çolak, H. N., Uslu, H., Yıldırım, A., & Göker, H. (2016). Metal workers with corneal injuries and abuse of topical drugs. Eurasian Journal of Emergency Medicine, 15(3), 15–19. https://doi.org/10.5152/eajem.2016.27482
  11. Khamid, A., Mulyadi, Y., & Mukhtasor, M. (2019). Analisa risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kecelakaan kerja serta lingkungan dengan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP) pada proses scrapping kapal. Jurnal Teknik ITS, 7(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i2.33216
  12. Liou, Y.-H., Chen, Y.-J., Chen, W.-L., Li, K.-Y., Chou, T.-Y., Huang, Y.-C., Wang, C.-C., & Lai, C.-H. (2022). Associations between biomarkers of metal exposure and dry eye metrics in shipyard welders: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(4), 2264. https://doi.org/10.3390/ijerph19042264
  13. Nusantara, C. P. A., Srisantyorini, T., & Kesehatan Masyarakat. (2025). Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja konstruksi: Kajian literatur tentang pengaruh faktor individu dan pendekatan keselamatan kerja. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum, 3(2), 135–146.
  14. Pili, S., Isaia, L., Pedrazzi, T., Ghitti, R., Murru, A., Uras, M., Fabbri, D., Campagna, M., & De Palma, G. (2024). Exposure assessment to fine and ultrafine particulate matter during welding activity in the maintenance shop of a steelmaking factory. Heliyon, 10(November).
  15. Riansyah, A. F., & Andesta, D. (2026). Analisis potensi bahaya kerja dengan metode JSA dan HIRARC di workshop fabrikasi. Jurnal Teknik Industri, 5(1), 154–162.
  16. Setiyaji, R. B. (2019). Pengaruh penggunaan safety glass terhadap gangguan penglihatan pada pekerja pengelasan di PT Jaya Teknik Indonesia, Jakarta Selatan tahun 2018. Jurnal Persada Husada Indonesia, 6(21), 21–31.
  17. Studi, P., Masyarakat, K., Kesehatan, F., Mega, U., & Palopo, B. (2022). Hubungan masa kerja dan perilaku penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kelelahan mata pada pekerja welding logam di Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. 2(2), 57–64.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 136

You may also start an advanced similarity search for this article.