Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN IKLIM KERJA PANAS, LAMA KERJA DAN HOUSEKEEPING DENGAN KEJADIAN NEAR MISS PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI PT X KOTA BATAM TAHUN 2026

Abstract

Pekerja konstruksi merupakan kelompok pekerja dengan risiko tinggi mengalami kejadian near miss karena bekerja di lingkungan yang terpapar iklim kerja panas, memiliki durasi kerja panjang, serta kondisi Housekeeping yang belum optimal. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi pekerja dan meningkatkan potensi terjadinya near miss. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas, lama kerja, dan Housekeeping dengan kejadian near miss pada pekerja konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 40 pekerja dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Heat Strain Score Index (HSSI), lembar observasi Housekeeping metode 5R, kuesioner lama kerja, dan kuesioner kejadian near miss, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 62,5% responden mengalami kejadian near miss tinggi, 57,5% mengalami iklim kerja panas kategori berat, 55,0% memiliki lama kerja lebih dari 8 jam per hari, dan 47,5% memiliki kondisi Housekeeping kurang baik. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara iklim kerja panas (p=0,000), lama kerja (p=0,000), dan Housekeeping (p=0,000) dengan kejadian near miss. Disimpulkan bahwa iklim kerja panas, lama kerja, dan Housekeeping berhubungan signifikan dengan kejadian near miss pada pekerja konstruksi. Perusahaan disarankan meningkatkan pengendalian paparan panas, mengatur jam kerja sesuai ketentuan, serta mengoptimalkan penerapan Housekeeping guna menurunkan risiko near miss.

Keywords

Housekeeping, iklim kerja panas, kejadian near miss, lama kerja, pekerja konstruksi

PDF

References

  1. Ardhani, D., et al. (2022). Hubungan Kepatuhan K3 dan Implementasi 5R dengan Risiko Kecelakaan Kerja di Perusahaan Bidang Konstruksi.
  2. Chan, A. P. C., et al. (2013). Occupational Heat Stress in Construction Workers: A Review of Its Effects and Mitigation Strategies.
  3. Dehghan, H., et al. (2015). Heat Strain Score Index Development and Validation for Assessing Heat Stress in Workers.
  4. Erdita, T., Saleh, L. M., & Darwis, M. A. (2024). Hubungan Tindakan dan Kondisi Tidak Aman Dengan Kejadian Hampir Celaka Pekerja PT.X. Hasanuddin Journal of Public Health, 5(3), 344–350.
  5. Fardila, & Adwayah. (2021). Pengaturan Jam Kerja pada Proyek Konstruksi.
  6. Fitri, S., & Nursin, A. (2025). Pengaruh Penerapan Housekeeping Terhadap Keselamatan Kerja Pada Pekerjaan Struktur Atas. Seminar Nasional Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta, 1.
  7. Fitriana. (2023). Hubungan Durasi Kerja dan Usia Pekerja dengan Perasaan Kelelahan Kerja.
  8. Fitriani, et al. (2023). Dampak Psikologis dan Fisiologis Paparan Panas pada Pekerja.
  9. Goetsch, D. L. (2019). Occupational Safety and Health for Technologists, Engineers, and Managers.
  10. International Labour Organization. (2024). Heat at Work: Implications for Safety and Health.
  11. Jeremy, & Stanley. (2020). Instrumen Pengukuran Kejadian Near miss pada Pekerja.
  12. Karesya, & Ramdhan. (2022). Analisis Hubungan Indeks Tekanan Panas Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Di Proyek Konstruksi Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek Depo Jatimulya.
  13. Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2023, 2024). Data Kecelakaan Kerja Sektor Jasa Konstruksi.
  14. McKinnon, R. C. (2012). Safety Management: Near miss Identification, Recognition, and Investigation.
  15. Nazneen, et al. (2025). Paparan Panas Ekstrem pada Industri Konstruksi: Tinjauan Scoping terhadap Faktor-Faktor Risiko dan Konsekuensi Kesehatan Akibat Paparan Panas.
  16. Nino, & Ramadhan. (2023). Hubungan Kelelahan dan Kewaspadaan Akibat Pajanan Panas dengan Potensi Kecelakaan pada Pekerja Proyek Konstruksi.
  17. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.
  18. Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.
  19. Reese, C. D. (2018). Occupational Health and Safety Management: A Practical Approach.
  20. Santoso. (2019). Hubungan Personal Factor dan Job Factor dengan Near miss pada Proyek Konstruksi di PT. X.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

31-40 of 184

You may also start an advanced similarity search for this article.