Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN HASIL PEWARNAAN HEMATOXYLIN EOSIN PADA JARINGAN MAMMAE BERDASARKAN WAKTU FIKSASI DAN KONSENTRASI NEUTRAL BUFFERED FORMALIN (NBF)

Abstract

Fiksasi merupakan tahapan penting dalam pembuatan preparat histopatologi karena berperan dalam mempertahankan morfologi jaringan dan memengaruhi kualitas pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Jaringan mammae yang didominasi oleh jaringan adiposa memiliki karakteristik khusus yang dapat memengaruhi penetrasi larutan fiksatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pewarnaan HE pada jaringan mammae berdasarkan variasi waktu fiksasi dan konsentrasi Neutral Buffered Formalin (NBF), serta menentukan kondisi fiksasi yang paling optimal berdasarkan kedua faktor tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan variasi waktu fiksasi 1 hari, 3 hari, dan 5 hari serta konsentrasi NBF 10%, 15%, dan 20%. Preparat jaringan diproses melalui tahapan histoteknik dan diwarnai menggunakan metode HE, kemudian diamati secara mikroskopik pada area carcinoma mammae dan jaringan adiposa. Penilaian dilakukan berdasarkan kejelasan inti sel, sitoplasma, keutuhan struktur jaringan, dan keberadaan artefak histologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan HE dipengaruhi oleh variasi waktu fiksasi dan konsentrasi NBF. Kombinasi waktu fiksasi 3 hari dengan NBF 10% dan 15% menghasilkan kualitas preparat terbaik, ditandai oleh inti sel yang jelas, sitoplasma terwarnai merata, struktur jaringan yang utuh, serta minim artefak. Sebaliknya, kombinasi NBF 20% selama 5 hari menghasilkan kualitas preparat terendah akibat terjadinya overfiksasi yang menyebabkan pengerasan jaringan, penyusutan sel, dan munculnya artefak. Dengan demikian, kondisi fiksasi yang paling optimal untuk jaringan mammae adalah NBF 10–15% selama 3 hari.

Keywords

Fiksasi, Hematoxylin Eosin, Histopatologi, Neutral Buffered Formalin, Jaringan Mammae.

PDF

References

  1. Alfalah, R. (2022). Jenis Histopatologi Berdasarkan Stadium Pada Pasien Kanker Payudara Di Rsucm Aceh Utara Tahun 2020 Rizki Alfalah Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Email : [email protected] Abstrak Jenis Histopatologi Berdasarkan Stad. 4(1), 21–30.
  2. Alfin Resya Virgiawan, Yaumil Fachni Tandjungbulu, Rahman, Widarti, Z. A. (2024). Variasi Waktu Fiksasi Netral Buffer Formalin 10% Terhadap Hasil Pewarnaan Hematoxylin Eosin Pada Jaringan Prostat. 15(2), 211–218.
  3. Artefacts : A Diagnostic Dilemma – A Review. (2013). Https://Doi.Org/10.7860/JCDR/2013/6170.3541
  4. Aulia, R., Wahid, R. S. A., & Ridwan, M. J. (2025). Kendali Mutu Teknik Pembuatan Sediaan Jaringan Biopsi Berdasarkan Metode Pewarnaan Hematoksilin Dan Eosin. 5(1), 14–24.
  5. Bismi Rahma Firna. (2025). Pemeriksaan Histopatologi Jaringan Payudara Pada Pasien (Carcinoma Mammae) Dengan Metode Haematoxylin Dan Eosin Di Instalasi Patologi Anatomi. 5, 3386–3397.
  6. Darmadi, J. D. (2022). Morfologi Telur Ascaris Lumbricoides Dengan Menggunakan Pewarnaan Hematoksilin Eosin Morphology Of Worm Eggs Ascaris Lumbricoides With Hematoxylin Eosin Stain. 335–340.
  7. Edianto, D. A. (2025). Quality Of Life In End Stage Breast Cancer Woman And Readmission. 7(2), 160–167.
  8. Eko Naning Sofyanita, U. P. S. (2024). Perbedaan Hasil Pewarnaan Hematoxylin Eosin ( HE ) Pada Histologi Ginjal Mencit ( Mus Musculus ) Berdasarkan Ketebalan Mikrotom Differences In Hemtoxylin Eosin Staining Results In Mice Kidney Histology ( Mus Musculus ) Based On Microtome Thickness.
  9. Fadya Mega Cahyaningtyas. (2024). Fadya Mega Cahyaningtyas Gambaran Kadar Trombosit Pada Ibu Hamil Di. 1–60.
  10. Fitriana, W. A., & Mushlih, M. (2020). Pengaruh Durasi Fiksasi Buffer Formalin 10 % Terhadap Kualitas Pewarnaan Hematoksilin Eosin ( HE ) Pada Jaringan Terduga Kanker Payudara The Effect Of 10 Formalin Buffer Fixation Duration On The Quality Of Hematoksilin Eosin ( HE ) Staining In Tissue Suspected Of Breast Cancer. 1–6.
  11. Jannati, H. B., Hardini, N., Nugrohowati, N., & Thadeus, M. S. (2023). Usia Dan Indeks Massa Tubuh Dalam Kaitannya Dengan Grading. 46(5), 836–846.
  12. Kurniati, Y. P., & Romadhon, Y. A. (2021). Analisis Faktor Risiko Fenotipe Molekuler ER , PR Dan HER2 Pada Kanker Payudara Di Surakarta. 7, 276–282.
  13. Mareta, I., Kayni, N., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Variasi Konsentrasi Neutral Buffer Formalin Pada Proses Fiksasi Jaringan Histologi Ginjal Mencit. 11(1), 111–122.
  14. Mesakh, B. D., Gracia, C., Binti, S., Banjarnahor, D. P. P., Rambung, E., & Adrianto, H. (2024). Fibroadenoma Mammae : Prevensi Berdasarkan Karakteristik Dan Faktor Risiko Mammary Fibroadenoma : Characteristic-Based Prevention And Risk Factors. 30(1), 45–52.
  15. Muhammad Farhan Fadhillah, F. J. H. (2025). HUBUNGAN EKSPRESI ER, PR, HER2, DAN KI-67 DENGAN KEJADIAN REKURENSI 2 TAHUNAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI PADANG, SUMATERA BARAT. 2(3), 1296–1306.
  16. Putri, A., & Duda, A. (2024). Perbandingan Kualitas Blok Parafin Jaringan Apendiks Pada Pewarnaan Hematoksilin Eosin Berdasarkan Lama Penyimpanan Comparison Of Appendix Tissue Paraffin Block Quality In Hematoxylin-Eosin Staining Based On Storage Duration. 888–895.
  17. Putri Harum Satia Ningsih, Kharisma Jayak Pratama, H. A. (2026). Profil Pengobatan Kanker Payudara Moewardi Surakarta Tahun 2019-2024. 7, 1041–1046.
  18. Radhina, A., & Hermina, P. K. (2021). Proses Pencokelatan Jaringan Adiposa. 1(2), 42–46.
  19. Rani Ramdhani, Putri Ajeng Ayu Larasati, R. I. (2024). Karakteristik Klinis Pasien Rawat Inap Dengan Diagnosis Fibroadenoma Mammae ( Fam ) Di Rsud 45 Kuningan Periode. 8, 4498–4509.
  20. Rochmawati, L. (2024). Kanker Payudara (Ca Mammae). LUSA. Https://Lusa.Afkar.Id/Kanker-Payudara-Ca-Mammae
  21. Saleh, H. F. A., Ariyadi, T., & Iswara, A. (2025). Jaringan Usus Besar Tikus Yang Difiksasi Menggunakan Gula Molasses Dengan Nbf 10 %. 4(1).
  22. Sari, M. P. (2021). Peran Matriks Metalloproteinase 8 Pada Metastasis Sel Kanker Payudara. 1(2), 31–35.
  23. Sari, T. I., Hasanah, S., Arsyad, M., & Kunci, K. (2022). Perbedaan Morfologi Kelenjar Mammae Dan Jaringan Ikat Pada Kanker Payudara Dan Fibrokistik Di Rumah Sakit Islam Jakarta The Differences In Mammary Gland Morphology And Connective Tissue In Breast Cancer And Fibrocistics In Jakarta Islamic Hospita. 9(1), 1–8.
  24. Suparna Ketut, S. L. M. K. K. (2022). Kanker Payudara: Diagnostik, Faktor Risiko, Dan Stadium. 2(1), 42–48.
  25. Syafuadi, R. (2017). Vascular Endothelial Growth Factor ( Vegf ) Dan Gambaran Skripsi Oleh : Rizky Syafuadi.
  26. Tri Deviasari Wulan, Hotimah Masdan Salim, Ima Kurniastuti, T. W. B. (2022). Klasifikasi Citra Histologi Ginjal Berdasarkan Ekstraksi Fitur Statistik Menggunakan Perceptron. 6, 418–425.
  27. Umi Rahmawati Ningrum, Ullya Rahmawati, Sujono, S. N. (2025). The Use Of An Oven As An Alternative Heating Method In The Tissue. 13(1), 307–314.
  28. Wartini, F., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). S Ystematic L Iterature R Eview : P Erbandingan V Ariasi W Aktu F Iksasi J Aringan H Istologi P Ada P Ewarnaan H Ematoxylin E Osin ( H E ). 6, 7–16.
  29. Wulansari, N., Dewi, H., & Halim, R. (N.D.). Analisis Kualitas Sediaan Histologi Menggunakan Beeswax Super Grade Sebagai Alternatif Pengganti Paraffin Wax Dalam Proses Embedding. 97–104.

Similar Articles

1-10 of 34

You may also start an advanced similarity search for this article.