Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGARUH PENGGUNAAN BERULANG LARUTAN HEMATOKSILIN TERHADAP KUALITAS PEWARNAAN HEMATOKSILIN -EOSIN

Abstract

Kualitas pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) sangat bergantung pada kondisi kimiawi larutan hematoksilin, yang dapat menurun apabila digunakan berulang tanpa penggantian. Larutan hematoksilin yang telah mengalami deplesi komponen aktif dan pergeseran pH berpotensi menurunkan kejelasan inti sel serta kontras sitoplasma pada sediaan histologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan berulang larutan hematoksilin terhadap kualitas pewarnaan HE, serta menentukan pada preparat ke berapa penurunan kualitas mulai terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen post-test only. Sampel berupa preparat jaringan hepar mencit (Mus musculus) yang diwarnai menggunakan satu batch larutan hematoksilin Mayer secara berulang tanpa penggantian pada 250 preparat yang terbagi menjadi 25 seri, masing-masing seri berisi 10 preparat. Dari setiap seri dipilih 3 preparat sehingga total 75 preparat dinilai oleh 3 panelis berdasarkan kejelasan inti sel, keseragaman pewarnaan, intensitas warna, dan kualitas warna sitoplasma, kemudian data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor kualitas pewarnaan stabil pada seri ke-1 hingga ke-5 (skor 8,00), mulai menurun pada seri ke-6 (skor 7,87), dan terus menurun hingga skor terendah 5,87 pada seri ke-25. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara jumlah seri penggunaan larutan hematoksilin dengan kualitas pewarnaan HE (rs = -0,935; p < 0,001), dengan koefisien determinasi 0,874. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan berulang larutan hematoksilin tanpa penggantian menurunkan kualitas pewarnaan HE secara progresif. Laboratorium histologi disarankan memantau kondisi larutan hematoksilin secara berkala dan mempertimbangkan penggantian larutan sebelum jumlah preparat yang diproses mencapai titik penurunan kualitas.

Keywords

hematoksilin, penggunaan berulang, kualitas pewarnaan, Hematoksilin-Eosin, korelasi Spearman

PDF

References

  1. Avwioro, G. (2011). Histochemical uses of haematoxylin: A review. Journal of Pharmacy and Clinical Sciences, 1(1), 24–34.
  2. Benton, H.M., Chlipala, E., Myers, R., Paul, R., & Klock, J. (2025). Utilizing image analysis by optical density to evaluate changes in hematoxylin and eosin staining quality after reagent overuse. Journal of Histotechnology.
  3. Chlipala, E., Hansen, S.E., Myers, R., Paul, R., & Klock, J. (2020). Effects of reagent overuse on hematoxylin and eosin staining quality: An optical density analysis. Journal of Histotechnology, 43(2), 89–97.
  4. Cooper, K., Sukel, M.T., Lasota, J., & Hewitt, S.M. (2012). Measurement of stainer bath contamination and evaluation of common mitigation strategies. Biotechnic & Histochemistry.
  5. Dani, F.S. (2023). Perbandingan hasil kualitas pewarnaan hematoxylin–eosin baru dan lama pada preparat histopatologi kanker payudara di Klinik Morotai Patologi Kota Bandar Lampung (Skripsi). Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
  6. Feldman, A.T., & Wolfe, D. (2014). Tissue processing and hematoxylin and eosin staining. Dalam C. Clifton (Ed.), Methods in Molecular Biology: Histopathology (hlm. 31–43). Humana Press.
  7. Larson, K., Ho, H.H., Anumolu, P.L., & Jackson, I.T. (2011). Hematoxylin and eosin tissue stain in Mohs micrographic surgery: A review. Dermatologic Surgery, 37(8), 1089–1099.
  8. Llewellyn, B.D. (2018). Does progressive nuclear staining with hemalum (alum hematoxylin) involve DNA, and what is the nature of the dye-chromatin complex? Biotechnic & Histochemistry, 93(2), 92–104.
  9. Ortiz-Hidalgo, C. (2019). Hematoxylin and eosin, the trustworthy gold standard in the era of immunohistochemistry and molecular pathology. Gaceta Médica de México, 148(6), 517–518.
  10. Sampias, C. (2012). An intro to hematoxylin: Staining protocol, hematein formation. Leica Biosystems Knowledge Pathway.
  11. Sampias, C. (2018). H&E staining basics: Troubleshooting common H&E stain problems. Leica Biosystems Knowledge Pathway.
  12. Sigma-Aldrich (Merck). (2021). Water for histology staining. Sigma-Aldrich Technical Documents.
  13. Sofyanita, E., Putri, R., Nazhiifah, T., & Siwi, U. (2024). Differences in hematoxylin eosin (HE) staining results on kidney, skin and colon histology of mice (Mus musculus) based on cutting thickness of 3 µm, 6 µm and 9 µm. ITEGAM-JETIA, 10(48), 1–7.
  14. Titford, M. (2009). Progress in the development of microscopical techniques for diagnostic pathology. Journal of Histotechnology, 32(1), 9–19.
  15. Wick, M.R. (2019). The hematoxylin and eosin stain in anatomic pathology: An often-neglected focus of quality assurance in the laboratory. Seminars in Diagnostic Pathology, 36(5), 303–311.

Similar Articles

1-10 of 193

You may also start an advanced similarity search for this article.