Articles
PERSEPSI PEMILIK TOKO KELONTONG TERHADAP DAMPAK KEHADIRAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH DI DESA GADUNGAN, KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI, TERHADAP OMSET PENJUALAN
Published 2026-07-19
Keywords
- persepsi,
- Koperasi Desa Merah Putih,
- toko pracangan,
- omset penjualan,
- UMKM desa
How to Cite
PERSEPSI PEMILIK TOKO KELONTONG TERHADAP DAMPAK KEHADIRAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH DI DESA GADUNGAN, KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI, TERHADAP OMSET PENJUALAN. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/ggavm263
Abstract
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai program strategis nasional yang digulirkan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 membawa perubahan pada struktur ekonomi di tingkat desa, termasuk di Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Di satu sisi, koperasi ini diharapkan memperkuat perputaran ekonomi lokal dan memberi kemudahan akses permodalan maupun distribusi kebutuhan pokok bagi warga; di sisi lain, kemunculannya berpotensi memunculkan tekanan persaingan usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah lebih dulu beroperasi, termasuk toko pracangan atau toko kelontong. Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi pemilik toko pracangan terhadap dampak kehadiran KDMP terhadap omset penjualan usaha mereka. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di Desa Gadungan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik toko pracangan, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran KDMP dipandang membawa manfaat bagi perekonomian desa secara umum, namun secara bersamaan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku UMKM karena berpotensi meningkatkan intensitas persaingan usaha yang dapat memengaruhi jumlah pelanggan dan omset penjualan mereka. Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, pemilik usaha menempuh strategi pelayanan personal, di antaranya memberikan kemudahan pembayaran secara utang atau kredit informal kepada pelanggan tetap. Temuan ini memperkuat argumen bahwa dampak koperasi desa terhadap UMKM bersifat ambivalen dan sangat bergantung pada pola relasi kemitraan yang dibangun antara koperasi dan pelaku usaha lokal, bukan semata-mata pada kehadirannya.References
- Afgani, R., & Wanusmawatie, I. (2025). Kebijakan Koperasi Merah Putih dalam Perspektif Ekonomi Politik Pembangunan: Pendekatan State-Centered dan Teori Ketergantungan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 22375–22383.
- Bachtiar, I. A., Pratiwi, A., & Rizal, A. (2025). Koperasi Desa Merah Putih dalam Perspektif Pembangunan Desa dan Tata Kelola Pemerintahan. Journal of Society Bridge, 3(2), 95–106.
- Beritanasionalupdate. (2026). Bukan Sekadar Desain, Ini Dampak Nyata Koperasi Merah Putih. beritanasionalupdate.com.
- Fiskusnews. (2026). Urgensi Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Seluruh Indonesia: Analisis Mendalam. fiskusnews.com.
- Isnaliana, & Amri, A. (2024). Dampak Persaingan Ritel Modern Terhadap Kinerja dan Keberlangsungan UMKM di Kota Banda Aceh: Analisis Review Alfamart dan Indomaret. Jurnal Ilmiah Basis Ekonomi dan Bisnis, 3(2).
- Ismail, M. N. (2020). Pengaruh Minimarket Terhadap Perkembangan Usaha Mikro di Kota Parepare. SEIKO Journal of Management & Business, 2(2), 267–268.
- J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah. (2026). Transformasi Ekonomi Pedesaan Melalui Koperasi Desa Merah Putih: Kontribusi Terhadap Ketahanan Ekonomi dan Pertahanan Negara Indonesia.
- Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora. (2026). Ritel Modern Vs Koperasi Desa Merah Putih, Mungkinkah?
- Jurnal Integritas Serasan Sekundang. (2025). Model Sinergi Koperasi Merah Putih dan UMKM dalam Meningkatkan Keberlanjutan Ekonomi Lokal di Indonesia.
- Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Universitas Lambung Mangkurat. (2024). Analisis Dampak Keberadaan Ritel Modern terhadap Kinerja Pedagang di Pasar Tradisional.
- Munthe, A., Yarham, M., & Siregar, R. (2023). Peranan UMKM terhadap Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 2(3), 593–614.
- Ningsih, R., & Dewantara, M. (2022). Peran Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Inovasi Koperasi dan Efisiensi UMKM di Indonesia. Jurnal Manajemen Koperasi Indonesia, 7(2), 55–70.
- Pondokpanjang. (2026). Koperasi Desa Merah Putih dan Dampaknya bagi UMKM Lokal. pondokpanjang.id.
- Purba, E., & Adityo, B. (2023). Local Economic Sustainability through Cooperative Digital Transformation in Rural Indonesia. International Journal of Economics and Development Studies, 11(4), 59–78.
- Saudin, A., Rinaldi, T., & Yusuf, M. (2024). Evaluasi Program Pendampingan UMKM di Banggai Tengah: Dampak terhadap Produktivitas dan Efisiensi Usaha. Jurnal Pembangunan Ekonomi Lokal, 8(1), 15–31.
- Sirait, E., Sugiharto, B. H., Abidin, J., Padang, N. S., & Putra, J. E. (2024). Peran UMKM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perekonomian di Indonesia. El Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(7), 3816–3829.
- Suhartono, A., Dewi, M., & Prasetya, R. (2022). Peran Digitalisasi Koperasi dalam Efisiensi UMKM di Indonesia. Journal of Cooperative Studies, 13(1), 33–50.
- Tohri, A., Mastur, Habibuddin, Syamsiar, H., & Parhanuddin, L. (2023). Dampak Sosial dan Ekonomi Ritel Modern (Alfamart dan Indomaret) terhadap UMKM di Lombok Timur. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(1).
- Tosari. (2026). Dampak dan Manfaat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bagi Warga Masyarakat Desa. Pemerintah Desa Tosari, Kabupaten Kendal.
- Universitas Brawijaya. (2023). Dampak Keberadaan Ritel Modern terhadap Usaha Pedagang Ritel Tradisional (Studi Kasus Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang). Repositori Universitas Brawijaya.
- Presiden Republik Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.