Articles
Published 2026-11-05
Keywords
- Keunggulan kompetitif,
- Hilirisasi,
- Daya saing ekspor,
- Geopolitik,
- Rantai pasok nikel
How to Cite
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR DAN DAMPAK HILIRISASI NIKEL INDONESIA DALAM RANTAI PASOK GLOBAL. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(12). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/6235
Abstract
Larangan ekspor bijih nikel mentah (raw nickel ore export ban) dan kebijakan hilirisasi yang dijalankan Pemerintah Indonesia menjadi bagian penting dari strategi nasionalisme sumber daya alam (resource nationalism) demi memperbesar nilai tambah di dalam negeri. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana daya saing ekspor dan intensitas perdagangan nikel Indonesia berkembang dalam rantai pasok global selama 2021–2025. Metode yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif, yaitu dengan menghitung empat indikator perdagangan internasional: Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Trade Intensity Index (TII), dan Trade Specialization Index (TSI), berdasarkan kode barang pertambangan mentah. Hasilnya, RCA tercatat 0,000 dan RSCA stabil di kisaran -1 (-0,999 sampai -1,000), sehingga ekspor nikel mentah (unprocessed ore) terbukti berhenti total setelah regulasi ditegakkan (enforcement). Di sisi lain, TII berada pada rentang 0,652–0,835 dan TSI menyentuh angka mutlak 1,000 (eksportir bersih sempurna). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa struktur ekspor Indonesia telah bergeser dari komoditas mentah ke produk olahan bernilai tambah tinggi (ferronickel, nickel matte, hingga prekursor baterai). Secara teoritis, hasil ini sejalan dengan perkembangan dari teori Heckscher-Ohlin menuju Competitive Advantage milik Porter, sekaligus menggambarkan dilema geopolitik antara kepatuhan pada sengketa World Trade Organization (WTO), dominasi investasi Tiongkok, dan proteksionisme Inflation Reduction Act (IRA) Amerika Serikat.References
- Adiyatma, D., Wijaya, S., & Suwanan, A. F. (2024). Investigasi Kebijakan Hilirisasi Nikel Indonesia: Studi Perbandingan antara Indonesia dan Amerika Serikat. 1754–1767.
- Alkindi, Z. (2026). Dampak Hilirisasi Nikel Terhadap Nilai Tambah Ekspor dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. 3(3), 108–115.
- Bent Dalum, Keld Laursen, G. V. (n.d.). Structural Change in OECD Export Specialisation Patterns: de-specialisation and 'stickiness.'
- Buckley, P. J., Pass, C. Le, & Prescott, K. (1988). Measures of International Competitiveness: A Critical. 2.
- Farole, T. (2010). Analyzing Trade Competitiveness A Diagnostics Approach. June.
- Herbert, F., Indonesia, A., Widodo, P. J., Exchange, L. M., & Bay, W. (2020). Indonesia's Nickel Trade: Export Growth and RCA Trends. 1965.
- Kojima, K. (1964). The Pattern Of International Trade among advanced Countries. 5(1), 16–36.
- Mulyono, A. M., Heryadi, R. D., & Padjadjaran, U. (2025). Ilomata International Journal of Social Science, 6(4), 1268–1283.
- Putri, M. A., Valentina, E., Senewe, T., & Lengkong, N. L. (2024). Tumou tou, 3(2), 87–99.
- Wahbi, A. A. (2025). Indonesia's Mining Products Trade Policy, Downstreaming and Controversial International Trade. 2(11), 776–785.