Vol. 25 No. 9 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH WORK LIFE BALANCE, BEBAN KERJA, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT MATTEL INDONESIA

Naomi
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Bintang Narpati
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Wirawan Widjarnako
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published 2026-08-03

Keywords

  • Work-Life Balance,
  • Beban Kerja,
  • Kepemimpinan,
  • Kepuasan Kerja

How to Cite

PENGARUH WORK LIFE BALANCE, BEBAN KERJA, DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT MATTEL INDONESIA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(9). https://doi.org/10.2238/4wrre823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance, beban kerja, dan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Mattel Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-verifikatif. Populasi penelitian adalah 120 karyawan bagian produksi PT Mattel Indonesia, dengan sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis (uji t, uji F, dan koefisien determinasi) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (t = -2,737; sig. = 0,013); beban kerja berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel paling dominan (t = 8,967; sig. = 0,000; β = 0,626); kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,953; sig. = 0,005); dan ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (F = 62,001; sig. = 0,000) dengan nilai R² = 0,679, yang berarti 67,9% variansi kepuasan kerja dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut.

References

  1. Adams, J. S. (1963). Toward an understanding of inequity. Journal of Abnormal and Social Psychology.
  2. Auliasari, D., & Suwarsi, S. (2025). Work-life balance dan produktivitas karyawan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 12(1), 45-58.
  3. Azhar, F., dkk. (2023). Pengaruh beban kerja terhadap kondisi psikologis karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen, 11(2), 112-124.
  4. Bass, B. M., & Avolio, B. J. (2019). Transformational leadership. Sage Publications.
  5. Bastian, R. (2023). Beban kerja dan kelelahan kerja karyawan. Jurnal Psikologi Industri, 9(1), 33-42.
  6. Clark, S. C. (2000). Work/family border theory. Human Relations, 53(6), 747-770.
  7. Edwards, J. R., & Rothbard, N. P. (2000). Mechanisms linking work and family. Academy of Management Review, 25(1), 178-199.
  8. Firmansyah, A., dkk. (2023). Gaya kepemimpinan dan motivasi kerja karyawan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 8(2), 88-97.
  9. Fitroh, S., dkk. (2025). Beban kerja kuantitatif dan kualitatif: tinjauan konseptual. Jurnal Administrasi Bisnis, 14(1), 20-30.
  10. Fransisca, M., & Nawawi, A. (2023). Gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10(3), 145-153.
  11. Ghassani, N., & Adi, S. (2024). Manajemen waktu dan work-life balance. Jurnal Psikologi Terapan, 6(1), 15-25.
  12. Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25 (Edisi 10). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  13. Halim, R., & Yusianto, R. (2023). Kepemimpinan dan kepuasan kerja karyawan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 15(1), 55-66.
  14. Hasibuan, M. S. P. (2020). Manajemen sumber daya manusia (Edisi Revisi). Bumi Aksara.
  15. Herawati, N., Kurniawan, T., & Setyaningsih, D. (2022). Indikator kepuasan kerja karyawan. Jurnal Manajemen, 13(2), 76-89.
  16. Hersey, P., & Blanchard, K. H. (2019). Management of organizational behavior (11th ed.). Pearson.
  17. Herzberg, F. (1959). The motivation to work. John Wiley & Sons.
  18. Hobfoll, S. E. (1989). Conservation of resources: A new attempt at conceptualizing stress. American Psychologist, 44(3), 513-524.
  19. Hurriyati, D., & Aris, M. (2025). Teknologi dan work-life balance karyawan. Jurnal Teknologi dan Manajemen, 7(1), 40-52.
  20. Kahn, R. L., Wolfe, D. M., Quinn, R. P., Snoek, J. D., & Rosenthal, R. A. (1964). Organizational stress: Studies in role conflict and ambiguity. Wiley.