Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS DAMPAK PROGRAM BANTUAN SOSIAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI KABUPATEN BENGKULU UTARA

Tri Lasmini Utari
Universitas Ratu Samban
Levy Oktridarti
Universitas Ratu Samban
Shinta Wiji Rahayu
Universitas Ratu Samban

Published 2026-07-30

Keywords

  • Bantuan Sosial,
  • BPNT,
  • KIP,
  • KIS,
  • Indeks Pembangunan Manusia,
  • Kabupaten Bengkulu Utara
  • ...More
    Less

How to Cite

ANALISIS DAMPAK PROGRAM BANTUAN SOSIAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI KABUPATEN BENGKULU UTARA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/vx1cxs33

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berfungsi sebagai tolok ukur krusial untuk mengevaluasi efektivitas pembangunan di suatu wilayah, mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan standar kelayakan hidup. Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beragam program bantuan sosial yang berperan sebagai sarana perlindungan sosial guna meningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Beberapa contohnya meliputi Kajian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana program bantuan sosial, termasuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), berpengaruh terhadap perbaikan IPM di Kabupaten Bengkulu Utara. Analisis akan meliputi pemanfaatan bantuan oleh warga, kontribusi program pada dimensi pembangunan manusia, serta berbagai hambatan dalam pelaksanaan program tersebut. Studi ini mengadopsi metodologi penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan informasi dilaksanakan melalui pengamatan langsung, sesi wawancara terperinci, serta telaah dokumen. Partisipan penelitian mencakup individu penerima bantuan sosial, fasilitator sosial, dan aparatur di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara. Pemilihan partisipan didasarkan pada kriteria tertentu melalui metode purposive sampling. Proses analisis data mengikuti kerangka interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan sintesis kesimpulan. Penelitian menunjukkan bahwa program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan mereka dan meningkatkan daya beli masyarakat. Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) membantu meningkatkan akses terhadap pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan mendorong keluarga dengan pendapatan rendah untuk terus belajar. Sebaliknya, tujuan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. meskipun terdapat tantangan yang teridentifikasi, seperti lamanya waktu tunggu pelayanan dan keterbatasan sarana kesehatan. Ketiga program ini secara kolektif memberikan kontribusi pada peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak, yang merupakan elemen fundamental dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Namun demikian, efektivitas implementasi program masih dipengaruhi oleh ketidaktepatan sasaran penerima, keterbatasan akses pelayanan, biaya transportasi, serta stigma sosial terhadap penerima bantuan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kebijakan secara berkelanjutan agar program bantuan sosial semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas pembangunan manusia secara berkelanjutan di Kabupaten Bengkulu Utara.

References

  1. Amartya Sen. (1999). Development as Freedom. Oxford University Press.
  2. Becker, G. S. (1993). Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis with Special Reference to Education (3rd ed.). The University of Chicago Press.
  3. Badan Pusat Statistik. (2024). Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2024. BPS Kabupaten Bengkulu Utara.
  4. Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Bengkulu Utara dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Bengkulu Utara.
  5. Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2023). Pedoman Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
  6. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar.
  7. BPJS Kesehatan. (2023). Pedoman Program Jaminan Kesehatan Nasional.
  8. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
  9. United Nations Development Programme. (2023). Human Development Report 2023/2024. UNDP.
  10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial.
  11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial.
  12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254/PMK.05/2015 tentang Belanja Bantuan Sosial.
  13. Anawati, T., & Febriyastuti, R. (2025). The Effect of Social Assistance Programs on Human Development Index in Central Java. Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan.
  14. Suyasa, I. M. G., dkk. (2022). Tepatkah Program Bantuan Sosial dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia? Salus Cultura.
  15. Susanti, R. (2023). Dampak Bantuan Pangan Non Tunai terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Jurnal Kebijakan Sosial.
  16. Kuntarto. (2022). Social Assistance and Health Expenditure among Poor Households. Journal of Social Policy Studies.
  17. Syafiq. (2023). Efektivitas Bantuan Sosial terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
  18. Aulia, T. R. (2021). Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Administrasi Publik.
  19. Tristanto. (2020). Konsep Bantuan Sosial dalam Perspektif Perlindungan Sosial. Jurnal Kesejahteraan Sosial.