Articles
PENGARUH KEMISKINAN, PENGANGGURAN, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MATARAM
Published 2026-07-26
Keywords
- Indeks Pembangunan Manusia,
- Kemiskinan,
- Pengangguran,
- Pertumbuhan Ekonomi
How to Cite
PENGARUH KEMISKINAN, PENGANGGURAN, DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MATARAM. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/hj1fzn87
Abstract
Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah karena mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial ekonomi, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Perbedaan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh ketiga variabel tersebut menunjukkan perlunya kajian empiris pada tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Mataram secara parsial dan simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder time series Kota Mataram periode 2011–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), yang meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat kemiskinan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Sig. = 0,853), tingkat pengangguran terbuka berpengaruh negatif dan signifikan (Sig. = 0,013), sedangkan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh negatif namun tidak signifikan (Sig. = 0,416). Secara simultan, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai signifikansi sebesar 0,017. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,592 menunjukkan bahwa 59,2% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan 40,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan tingkat pengangguran merupakan faktor yang paling berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Mataram.References
- Badan Pusat Statistik Kota Mataram. (2025). Jumlah penduduk miskin. PINTAR Kota Mataram. https://pintar.mataramkota.go.id/detail/307-jumlah-penduduk-miskin (diakses 3 Juni 2026).
- Badan Pusat Statistik Kota Mataram. (2026). Laju pertumbuhan ekonomi. PINTAR Kota Mataram. https://pintar.mataramkota.go.id/detail/317-laju-pertumbuhan-ekonomi (diakses 5 Juni 2026).
- Ghozali, Imam. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23 (8th ed.). Semarang: Universitas Diponegoro.
- Iswantoro, D. R. (2024). Analisis pengaruh indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, jumlah tenaga kerja, PMDN dan investasi asing langsung terhadap laju pertumbuhan ekonomi provinsi di Indonesia tahun 2014–2023. Skripsi: Universitas Islam Indonesia.
- Pratama, A.A. Gede Krisna., & Darsana, Ida Bagus. (2019). Pengaruh kemiskinan dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 8, No. 6, h. 1302–1330.
- Ronaldo, Riza. (2019). Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi makro di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Vol. 21, No. 2, h. 137-153.
- Sari, Dinda Paulina Permata. (2024). Pengaruh kemiskinan dan pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera perspektif ekonomi syariah. Skripsi: UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
- Septiatin, Aziz et al., (2019). Pengaruh inflasi dan tingkat pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. I-Economic, Vol. 2, No. 1, h. 50-65.
- Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.