Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 4 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PERBANDINGAN KINERJA KONFIGURASI ANTENA HORN DAN SHORT DIPOLE PADA KOMUNIKASI LORA POINT-TO-POINT 433 MHZ

Submitted
September 18, 2026
Published
2026-09-18

Abstract

Komunikasi point-to-point berbasis Long Range (LoRa) membutuhkan pemilihan karakteristik antena yang tepat untuk menjamin kualitas transmisi dan penerimaan sinyal yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan performansi antena short dipole dan antena horn pada sistem komunikasi point-to-point LoRa yang bekerja pada frekuensi operasional 433 MHz. Pengujian dilakukan melalui empat skenario kombinasi konfigurasi antena pemancar (TX) dan penerima (RX), yaitu short dipole–short dipole, short dipole–horn, horn–short dipole, serta horn–horn pada variasi jarak pengujian. Parameter utama yang dianalisis mencakup Gain, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), Received Power, dan Link Margin, dengan Received Signal Strength Indicator (RSSI) serta Signal-to-Noise Ratio (SNR) sebagai parameter pendukung kualitas sinyal. Berdasarkan hasil simulasi numerik dan pengukuran eksperimental, antena short dipole menunjukkan performansi yang signifikan lebih baik dibandingkan antena horn. Penggunaan short dipole menghasilkan kesesuaian impedansi (impedance matching) yang optimal serta performa komunikasi yang lebih andal, ditunjukkan oleh pencapaian Received Power dan Link Margin yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, antena horn mengalami penurunan kinerja akibat fenomena batas potong (waveguide cut-off) pada frekuensi 433 MHz karena dimensi fisik yang under-dimensioned. Dengan demikian, antena short dipole terbukti lebih direkomendasikan untuk aplikasi komunikasi point-to-point berbasis LoRa 433 MHz pada kondisi lingkungan pengujian tersebut.

References

  1. [1] R. T. Putra, R. R. Yacoub, J. Marpaung, and N. Tjahjamooniarsih, “Pengaruh Interferensi Sistem Komunikasi Lora Pada Fresnel Zone Antara End Device Dengan Gateway”.
  2. [2] B. Wibisono, B. H. Bagus, R. Diana Puspita, P. Studi Diploma, T. Navigasi Udara, and P. I. Penerbangan Surabaya Jl. Jemur Andayani, “PERBANDINGAN PARAMETER ANTENA DIPOLE ½ λ DAN ¼ λ PADA PEMANCAR ATIS DENGAN FREKUENSI KERJA 128.4 MHz,” 2019.
  3. [3] T. D. Hakim and A. Erwin, “Rancang Bangun Antena Horn Piramida Untuk Penerapan Pada Radar Doppler,” J. Ilm. Elektrokrisna, vol. 9, no. 1, pp. 1–11, 2021.
  4. [4] S. Romadhona, D. Alia, and M. Zulfida, “Perancangan dan Analisis Antena Dipole Pada Frekuensi 2, 4 GHz Untuk Modul Xbee S2 Pro Menggunakan HFFS 14.0,” Avitec, vol. 2, no. 1, pp. 21–30, 2020, doi: 10.28989/avitec.v2i1.535.

Similar Articles

1-10 of 33

You may also start an advanced similarity search for this article.