Beton mutu tinggi (HSC) memiliki kelemahan pada rasio kuat tarik dan lentur yang tidak meningkat proporsional seiring kenaikan kuat tekan, sehingga diperlukan inovasi bahan tambah untuk meningkatkan sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah bubut besi terhadap workability dan sifat mekanis beton, serta mengevaluasi potensinya sebagai material alternatif dalam teknologi beton serat. Perencanaan campuran (mix design) dilakukan menggunakan ACI 211.1-91 untuk beton normal 30 MPa dan ACI 211.4R-08 untuk beton mutu tinggi 45 MPa dan 50 MPa, dengan penambahan limbah bubut besi sepanjang ±3 cm pada kadar 1%, 2%, dan 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap workability, dengan penurunan nilai slump yang masih dalam toleransi ACI 117 ± 2,5 cm. Namun, terjadi peningkatan sifat mekanis yang positif: kuat tekan tertinggi pada penambahan 2% (beton 30 MPa naik 11,6%; 45 MPa naik 3,24%; 50 MPa naik 5,99%), kuat tarik meningkat konsisten dengan kenaikan tertinggi masing-masing mutu (30 MPa: 25,16% pada 3%; 45 MPa: 24,52% pada 2%; 50 MPa: 59,09% pada 3%), serta kuat lentur meningkat signifikan (tertinggi pada beton 45 MPa dengan 3% sebesar 41,56% dan beton 50 MPa dengan 1% sebesar 25,83%). Dengan demikian, limbah bubut besi berpotensi diaplikasikan sebagai bahan tambah beton untuk meningkatkan kinerja mekanis beton normal maupun mutu tinggi, asalkan dilakukan pemadatan yang tepat.
References
ACI Committee 211. (1991). Standard Practice for Selecting Proportions for Normal, Heavyweight, and Mass Concrete (ACI 211.1-91). American Concrete Institute.
ACI Committee 211. (2008). Guide for Selecting Proportions for High-Strength Concrete Using Portland Cement and Other Cementitious Materials (ACI 211.4R-08). American Concrete Institute.
ASTM C127. (2015). Standard Test Method for Relative Density (Specific Gravity) and Absorption of Coarse Aggregate. ASTM International.
ASTM C117. (2017). Standard Test Method for Materials Finer than 75-μm (No. 200) Sieve in Mineral Aggregates by Washing. ASTM International.
ASTM C566. (2019). Standard Test Method for Total Evaporable Moisture Content of Aggregate by Drying. ASTM International.
ASTM C29. (2017). Standard Test Method for Bulk Density ('Unit Weight') and Voids in Aggregate. ASTM International.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). Tata cara pemilihan beton normal, beton berat, dan beton massa (SNI 7656:2012). BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder (SNI 1974:2011). BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2014). Cara uji kuat tarik beton dengan benda uji silinder (SNI 03-2491-2014). BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). Cara uji kuat lentur beton dengan benda uji balok (SNI 4431:2011). BSN.
Jamal, M., Widiastuti, M., & Anugrah, A. T. (2017, November 9). Pengaruh penggunaan SIKACIM Concrete Additive terhadap kuat tekan beton dengan menggunakan agregat kasar Bengalon dan agregat halus Pasir Mahakam. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/SEMNASTEK/article/view/967
Zulpanani, A., Hendry, Sirait, T., Juarti, E. R., & Kusuma, Y. (2023). Pengaruh penambahan serat baja (steel fiber) terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton normal. Potensi Jurnal Sipil Politeknik 25(2):94-102