Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 2 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

STUDI POTENSI AIR GEMURUH SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI DESA PADANG KEPULAUAN KARIMATA

DOI:
https://doi.org/10.2238/n5gv3d80
Submitted
July 29, 2026
Published
2026-07-29

Abstract

Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, merupakan wilayah yang belum memperoleh pasokan listrik yang memadai sehingga masyarakat masih bergantung pada generator set (genset) yang beroperasi secara terbatas. Air Gemuruh memiliki potensi sumber daya air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan daya listrik masyarakat Desa Padang serta mengkaji potensi Air Gemuruh sebagai sumber energi terbarukan melalui PLTMH, termasuk potensi daya yang dapat dibangkitkan dan kemampuan pembangkit dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter digital Flowatch FL-03. Debit aliran dihitung menggunakan Mean Section Method berdasarkan data lebar, kedalaman, dan kecepatan aliran, sedangkan penentuan head dilakukan melalui interpretasi Digital Elevation Model (DEM) menggunakan ArcMap yang didukung oleh hasil observasi lapangan. Potensi daya PLTMH dihitung menggunakan persamaan dasar pembangkit listrik tenaga air, sedangkan kebutuhan daya listrik dianalisis menggunakan pendekatan inventarisasi beban listrik (load inventory approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air Gemuruh memiliki debit rata-rata sebesar 1,382 m³/s dan head sebesar 5,92 m. Berdasarkan parameter hidrolik tersebut diperoleh potensi daya teoritis sebesar 80,26 kW dan estimasi daya aktual sebesar 51,37 kW dengan efisiensi sistem sebesar 64%. Berdasarkan karakteristik hidrolik lokasi, turbin crossflow dan generator sinkron direkomendasikan sebagai sistem konversi energi yang sesuai. Sementara itu, estimasi kebutuhan daya listrik Desa Padang sebesar 136,04 kW menunjukkan bahwa kapasitas daya PLTMH belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik desa. Meskipun demikian, PLTMH masih berpotensi diterapkan melalui skenario pelayanan bertahap sebagai alternatif penyediaan energi listrik yang mendukung peningkatan akses listrik masyarakat di Desa Padang.

References

  1. [1] Shaufi, F. (2014). Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Berbantuan Program Casimir Di Riam Pagung Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas. Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura, 2(1).
  2. [2] Muzakki, R. F. (2023). Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Rekayasa Elektro Sriwijaya, 4(2), 52-56.
  3. [3] Widhiyanuriyawan, D., & Arif, H. (2020). Desain Pembangkit Listrik Mikro Hidro Untuk Memenuhi Kebutuhan Kawasan Wisata Air Terjun Sunggah. DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 4(1).
  4. [4] Juwito, A. F., Pramonohadi, S., & Haryono, T. (2012). Optimalisasi energi terbarukan pada pembangkit tenaga listrik dalam menghadapi desa mandiri energi di Margajaya. Semesta Teknika, 15(1).
  5. [5] Koswara, E., Susandi, D., Rachmat, A., & Supiandi, I. (2017). Kaji Analitik Potensi Daya Listrik PLTMH di Air Terjun Muara Jaya Desa Argamukti Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Prosiding Semnastek.
  6. [6] Hakimah, Y. (2019). Analisis Kebutuhan Energi Listrik Dan prediksi Penambahan Pembangkit Listrik di Sumatera Selatan. Jurnal Desiminasi Teknologi, 7(2).
  7. [7] Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
  8. [8] Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2025). Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2024. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM.
  9. [9] Namaganda-Kiyimba, J., Mutale, J., & Azzopardi, B. (2021). Improving the Load Estimation Process in the Design of Rural Electrification Systems. Energies, 14(17), 5505.
  10. [10] Rumbayan, M., & Rumbayan, R. (2023). Feasibility study of a micro hydro power plant for rural electrification in Lalumpe Village, North Sulawesi, Indonesia. Sustainability, 15(19), 14285.
  11. [11] International Renewable Energy Agency. (2023). Renewable Energy Benefits: Leveraging Local Capacity for Small-Scale Hydropower. IRENA.
  12. [12] Nugroho, A. (2016). Evaluasi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) kapasitas 40 kVA Desa Rirang Jati Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura, 1(1).
  13. [13] Johnson, K., Hart, A., George, L., Young, N., & Applegate, M. (2015). Small Hydropower Handbook. Colorado Energy Office, 1580, 1-50.
  14. [14] Ardo, B., Emidiana, E., & Perawati, P. (2022). Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Tanjung Raman Talang Air Selepah Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang. Jurnal Tekno, 19(1), 81-92.
  15. [15] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (2017). Modul Hidrolog, Kebutuhan, dan Ketersediaan Air.
  16. [16] Persada, A. N., dan Yustiana, F. (2023). Analisis Karakteristik dan Klasifikasi Iklim Menurut Schmidt-Ferguson di Provinsi Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Tugas Akhir FTSP 2023. Institut Teknologi Nasional Bandung.

Similar Articles

11-20 of 260

You may also start an advanced similarity search for this article.