Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 2 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR SEWING MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING DAN NASA-TLX PADA INDUSTRI SARUNG TANGAN

DOI:
https://doi.org/10.2238/vfx5zq29
Submitted
July 4, 2026
Published
2026-07-04

Abstract

Penelitian ini dilakukan di CV Cahaya Setia Mulia Abadi untuk menganalisis beban kerja fisik dan mental operator pada bagian sewing yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya produk cacat. Pengukuran beban kerja fisik dilakukan menggunakan metode Work Sampling, sedangkan beban kerja mental diukur menggunakan metode NASA-TLX terhadap 8 operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator memiliki tingkat aktivitas produktif yang tinggi sehingga beban kerja fisik tergolong tinggi. Hasil pengukuran NASA-TLX menunjukkan nilai rata-rata Mental Demand sebesar 65,63, Physical Demand 60,71, Temporal Demand 53,13, Performance 53,13, Effort 50,00, dan Frustration Level 56,25, yang termasuk kategori sedang hingga tinggi. Tingginya beban kerja tersebut menyebabkan operator lebih cepat mengalami kelelahan, menurunnya konsentrasi, dan berkurangnya ketelitian saat bekerja sehingga berpotensi meningkatkan cacat produk berupa jahitan tidak rapi, ukuran tidak sesuai, dan kesalahan proses finishing. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pengelolaan beban kerja untuk meningkatkan kualitas produk dan produktivitas kerja.

References

  1. [1] Adikarana, N. A., Herwanto, D., & Rifa’i, M. R. (2022). Analisis Beban Kerja Mental Menggunakan NASA-TLX pada Divisi Produksi Perusahaan Metal Stamping. Go-Integratif : Jurnal Teknik Sistem Dan Industri, 3(02), 98–109. https://doi.org/10.35261/gijtsi.v3i02.7151
  2. [2] Alfiyani, W. F. (2022). Analisis beban kerja dan analisis kebutuhan jumlah tenaga kerja dengan metode Workload Analysis (WLA) dan NASA-TLX studi kasus pada PT Nasmoco Dealer Pati. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
  3. [3] Aliefarrafi, M., Maulani, S. F., & Tsani, R. R. (2026). Analisis Beban Kerja Mental Pada Karyawan Divisi Pengadaan Dengan Metode NASA TLX (Studi Kasus Pada PT Pindad Enjiniring Indonesia). RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 474–490. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6237
  4. [4] Beban, A., Mental, K., Kerja, B., Dan, F., Pada, K., Keamanan, P., Tinggi, P., & Geovania Azwar, A. (2021). “ABC” Dengan Menggunakan NASA TLX DAN KSS. Jurnal Techno-Socio Ekonomika, 14(2).
  5. [5] Dewi, W. A. C. M. D., & Devi, A. O. T. D. (2024). Analisis Beban Kerja Mental Menggunakan Metode NASA-TLX Pada Operator Bagian Sewing Perusahaan Garment DI Yogyakarta. Prosis=ding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan, 4(Senastitan Iv), 1–8.
  6. [6] Dausat, M. W. G., & Puspitasari, N. B. (2021). Analisis Beban Kerja Mental MenggunakanMetode NASA-TLX pada Operator Wafer Stick. Jurnal Teknik Industri, 16(2), 1–11.
  7. [7] Erliana, C. I., Syarifuddin, S., & Trisyiam, Y. (2023). Analisis Pengukuran Beban Kerja Fisik Dan Mental Karyawan Menggunakan Metode Cardiovascular Load Dan Nasa Task Load Index Di Pt. Charoen Pokphan Cabang Gebang. Industrial Engineering Journal, 12(1), 39–48. https://doi.org/10.53912/iej.v12i1.1099
  8. [8] Faizal Mega Hardiansyah, B. I. P. (2022). Analisa Beban Kerja Menggunakan Work Sampling Dan NasaTlx Untuk Menentukan Jumlah Operator Bagian Work Caging. Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(9), 22.
  9. and Physiological Optics, p. 585-593, Volume 37, Issue 5
  10. https://doi.org/10.1111/opo.12399
  11. [9] Febrian, A., Aulia Imran, R., & Syahrullah, Y. (n.d.). Analisis Beban Kerja Mental Perkuliahan Daring Mahasiswa Teknik Industri Unsoed dengan Metode SWAT dan NASA-TLX.
  12. https://doi.org/10.14710/j.gauss.8.1.35-45
  13. [10] Nestor, N., Suradi, S., & Hanafie, A. (2025). Analisis Beban Kerja Mental Pada Operator Ccr 5 Pt. Semen Tonasa Dengan Metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (Nasa-Tlx). Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME), 5(02), 83–89. https://doi.org/10.47398/justme.v5i02.84
  14. [11] Octaviaji, M. R., & Hidayati, R. A. (2024). Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Di Laboratorium Pt. Abc Menggunakan Metode Nasa-Tlx. Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 5(1), 44–53. https://doi.org/10.15575/jim.v5i1.33590
  15. [12] Putra, B. I., Sari, I. A., & Jakaria, R. B. (2021). Worksampling Sebagai Usaha Mengukur Produktivitas Perakitan Kursi Model Praktikum Analisa Perancangan Sistem Kerja Dan Ergonomi. Jurnal Mesin Nusantara, 4(2), 61–69. https://doi.org/10.29407/jmn.v4i2.16894
  16. [13]Putra, B. I., Sari, I. A., & Jakaria, R. B. (2021). Worksampling Sebagai Usaha Mengukur Produktivitas Perakitan Kursi Model Praktikum Analisa Perancangan Sistem Kerja Dan Ergonomi. Jurnal Mesin Nusantara, 4(2), 61–69. https://doi.org/10.29407/jmn.v4i2.16894
  17. [14]Putra, R. J., & Putra, G. (2021). Analisis Beban Kerja pada Operator Bagian Produksi dengan Menggunakan Metode NASA-TLX (Task Load Index) di PT. Ujong Neubok Dalam. Jurnal Optimalisasi, 7(2), 212. https://doi.org/10.35308/jopt.v7i2.4352
  18. [15]Rafi, M., Theodorus, P., & Hadiprajitno, B. (2024). Analisis pengaruh environmental, social, dan governance (ESG) terhadap nilai perusahaan. (Studi Empiris pada Industri Tekstil di Indonesia di BEI Periode Tahun 2020-2023). DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING, 13(4), 1–12. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting
  19. [16]Sanria, P., & Hilman, M. (2022). Analisis beban kerja pegawai dengan menggunakan metode work sampling untuk menentukan jumlah pegawai yang optimal. (Studi Kasus : Studio Foto GMD Langensari). Jurnal Media Teknologi, 8(1), 39–56. https://doi.org/10.25157/jmt.v8i1.2643
  20. [17]Sutiko, A., Suprapto, H., & Zainuddin, D. (2021). Analisis Produktivitas dan Beban Kerja Operator Produksi dengan Metode Work Sampling dan NASA-TLX di PT. Tokai Dharma Indonesia Plant II. Jurnal Optimasi Teknik Industri (JOTI), 3(2), 49. https://doi.org/10.30998/joti.v3i2.10026
  21. [18]Tarwaka. (2004). Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental. Jurnal Intent: Jurnal Industri, 3(2), 82–89.
  22. [19]Vega Aysyiawan, P., & Febri Satoto, H. (2022). Analisis Pengukuran Waktu Kerja Dan Beban Kerja Mental Guna Menentukan Tenaga Kerja Yang Optimal Pada Cv. Xyz. Prosiding Senakama, 1(September), 183–192.
  23. [20]Wahyudi, W., Mutmainah, M., & Puteri, R. A. M. (2022). Analisis Beban Kerja Untuk Mengoptimalkan Jumlah Qc Dengan Metode Work Load Analysis Dan Nasa Tlx Di Pt. Asianagro Agungjaya. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 9(2), 133. https://doi.org/10.24853/jisi.9.2.133-144
  24. [21]Wardah, Z. N., & Yuamita, F. (2022). Analisis Beban Kerja Fisik dan Mental Menggunakan Metode Work Sampling dan NASA-TLX Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja di PT. Adi Satria Abadi. Jurnal TRINISTIK: Jurnal Teknik Industri, Bisnis Digital, Dan Teknik Logistik, 1(2), 111–117. https://doi.org/10.20895/trinistik.v1i2.705
  25. [22]Widiastuti, R., Nurhayati, E., Nur, E., & Sari, I. (2019). Analisis beban kerja fisik dan mental petugas cleaning service menggunakan metode work sampling dan NASA-TLX (studi kasus: UPT Stasiun Besar Lempuyangan). Agustus, 12(1).

Similar Articles

191-200 of 216

You may also start an advanced similarity search for this article.