ANALISIS PERAN KETERANGAN SAKSI MAHKOTA DALAM MENDUKUNG KEYAKINAN HAKIM PADA PENJATUHAN PIDANA KORUPSI (Studi Putusan Nomor: 55/Pid.Sus-Tpk/2023/PN.Jkt.Pst)
- Authors
-
-
Wulan Putri Ayu
Universitas LampungAuthor -
Maroni Maroni
Universitas LampungAuthor -
Aisyah Muda Cemerlang
Universitas LampungAuthor -
Erna Dewi
Universitas LampungAuthor -
Emilia Susanti
Universitas LampungAuthor
-
- Keywords:
- Crown Witness (Kroongetuige), Corruption, Splitsing, Evidence, Criminal Sentencing, Saksi Mahkota (Kroongetuige), Korupsi, Pembuktian, Pemberatan Pidana
- Abstract
- The role of the crown witness (kroongetuige) in the Indonesian criminal justice system, particularly in complex corruption cases, remains a critical yet controversial aspect of evidentiary law. This study analyzes the role of crown witnesses in the corruption case of the 4G BTS infrastructure project at BAKTI Kominfo, as reflected in Decision Number 55/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Utilizing a combined normative and empirical juridical approach, this research examines how the testimony of crown witnesses—specifically Anang Achmad Latif, Yohan Suryanto, and Irwan Hermawan—functions not only as a tool to uncover material truth in highly organized criminal schemes but also as a significant factor influencing the judge's conviction regarding the defendant's dominant role. The findings reveal that while crown witness testimony is not a normative basis for sentencing enhancement under Indonesian law, it serves as an essential evidentiary instrument that strengthens the judge's conviction when synchronized with other legitimate evidence. This study concludes that the use of crown witnesses, through the splitsing mechanism and strict adherence to the negatief wettelijke bewijstheorie principle, is an effective strategy for achieving substantive justice, provided that judicial caution is exercised to uphold the principles of fair trial and non self-incrimination. Peranan saksi mahkota (kroongetuige) dalam sistem peradilan pidana Indonesia, khususnya pada perkara korupsi yang kompleks, menjadi elemen krusial untuk mengungkap kebenaran materiil di tengah keterbatasan alat bukti konvensional. Penelitian ini menganalisis peranan saksi mahkota dalam perkara tindak pidana korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G pada BAKTI Kominfo berdasarkan Putusan Nomor 55/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan empiris, hasil kajian menunjukkan bahwa keterangan saksi mahkota seperti Anang Achmad Latif, Yohan Suryanto, dan Irwan Hermawan menjadi instrumen strategis bagi penuntut umum untuk menyusun konstruksi perkara yang sistematis. Secara faktual, keterangan saksi mahkota memiliki pengaruh signifikan terhadap keyakinan hakim dalam menilai tingkat keterlibatan dan peran dominan terdakwa, yang kemudian menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan berat. Meskipun secara normatif tidak berdiri sendiri sebagai dasar pemberatan pidana, keterangan saksi mahkota berfungsi sebagai fondasi utama yang memperkuat aspek yuridis, filosofis, dan sosiologis dalam putusan hakim demi mencapai keadilan substantif, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta perlindungan hak asasi terdakwa agar tidak melanggar asas fair trial dan non self-incrimination.
- References
-
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1986 K/Pid/1989.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 54/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 55/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 56/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 65/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Jkt.Pst.
BUKU & ARTIKEL JURNAL
Agus Marsinta dan Agnes Harvelian. (2023). Dasar Pertimbangan Majelis Hakim dalam Memutus Perkara Tindak Pidana Korupsi Secara Bersama dan Berlanjut. Jurnal Ilmiah Publika, 11(2), 144.
Amiruddin. (2020). Pertimbangan Hukum Hakim Terhadap Keterangan Saksi (Studi Kasus Pada Mahkamah Syariah Di Aceh). Syarah: Jurnal Hukum Islam & Ekonomi, 9(2), 166.
Andi Hamzah. (2014). Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Andi Hamzah. (2016). Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Bambang Sukarjono, Meirza Aulia Chairani, Angga Pramodya Pradhana, dan Lusi Ardiani. (2023). Peranan Saksi Mahkota Dalam Perkara Tindak Pidana Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir Joshua Dikaitkan Dengan Asas Non Self Incrimination. Yustisia Merdeka: Jurnal Ilmiah Hukum, 9(1), 68.
F.R. Kabuhung. (2021). Saksi Mahkota sebagai Alat Bukti dalam Perkara Pidana serta Perlindungan Hukum terhadap Saksi Mahkota. Lex Crimen. Manado: Universitas Sam Ratulangi, hlm. 9.
Lilik Mulyadi. (2010). Putusan Hakim dalam Hukum Acara Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti, hlm. 136.
Ni Komang Ratih Kumala Dewi. (2022). Kedudukan Saksi Mahkota Dalam Pembuktian Tindak Pidana Korupsi Terhadap Jabatan. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 4(1), 85.
Renaldy Sulthan Farid Athallariq, Irma Cahyaningtyas, dan Bambang Dwi Baskoro. (2021). Tinjauan Yuridis Mengenai Proses Pemeriksaan Saksi Mahkota dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi. Diponegoro Law Journal, 10(2), 437.
Romli Atmasasmita. (2004). Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional. Bandung: Mandar Maju, hlm. 1.
Setiyono. (2008). Eksistensi Saksi Mahkota Sebagai Alat Bukti dalam Perkara Pidana. Lex Jurnalica, 6(1), 34.
Siska Ayu Ningsih dan Rika Aryati. (n.d.). Kedudukan Hukum Saksi Mahkota sebagai Alat Bukti dalam Peradilan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum.
Sudarto. (2010). Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: Alumni, hlm. 81.
- Downloads
- Published
- 2026-07-05
- Section
- Articles
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Denisa Sahrani, Tri Andrisman, Aisyah Muda Cemerlang, Rinaldy Amrullah, Nikmah Rosidah, ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 17/PID.SUS-ANAK/2025/PN TJK) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ahmad Bagus Fadillah, Ahmad Irzal Fardiansyah, Rini Fathonah, Maya Shafira, Aisyah Muda Cemerlang, TEORI PERAN DALAM PENDAMPINGAN ANAK KORBAN TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (UPTD PPA) PROVINSI LAMPUNG , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
Similar Articles
- Adna Vika Aristiyani, Hudi Yusuf, KEDUDUKAN KETERANGAN SAKSI DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA MENURUT KUHAP , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Ribinayla Ribinayla, Rini Fathonah, Dona Raisa Monica, Ahmad Irzal Fardiansyah, Aisyah Muda Cemerlang, ANALISIS YURIDIS DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA 20 TAHUN TERHADAP PELAKU CONCURSUS REALIS DENGAN KORBAN ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 171/PID.B/2022/PN.GDT) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Elisabeth Cristina Purba, Awaludin Marwan, Ida Budhiati, ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PADA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG YANG BERSUMBER DARI GRATIFIKASI DALAM MEKANISME PERAMPASAN ASET HASIL KORUPSI (STUDI KASUS PERKARA SEKTOR SAWIT DAN PERTAMBANGAN) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Denisa Sahrani, Tri Andrisman, Aisyah Muda Cemerlang, Rinaldy Amrullah, Nikmah Rosidah, ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 17/PID.SUS-ANAK/2025/PN TJK) , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Dinda Azka Aulia, Chika Ardellia Khanza, Safa Aqila Ilzan, Aryuni Fajriah Sabrina, Chairunnisa Ardiyanti, PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU PEMBUNUHAN DENGAN GANGGUAN MENTAL: ANALISIS PUTUSAN NOMOR 62/Pid.B/2024/PN Adl , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Zefanya Margareth Pangaribuan, Hudi Yusuf, ANALISIS YURIDIS ALAT BUKTI DALAM SISTEM HUKUM PEMBUKTIAN DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Nur Rohma Juita, Abdul Ficar Hadjar, ANALISIS KOMPARASI SISTEM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI BERDASARKAN HUKUM INDONESIA DAN SINGAPURA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 10 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Amanda Sekaringtyas Ramadhani, Muchamad Iksan, PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PENYEBARAN INFORMASI PALSU YANG MERUGIKAN REPUTASI INDIVIDU MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Amelia Fadhillah Ranti, Erna Dewi, Budi Riski Husin, Deni Achmad, Aisyah Muda Cemerlang, TENGGANG WAKTU SEBAGAI INDIKATOR PERENCANAAN : ANALISIS UNSUR TEMPORAL DALAM PASAL 459 KUHP TENTANG PEMBUNUHAN BERENCANA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Mikail Abel Pratama, Anastasya Olivia Napitupulu, Jihaan Amalia, Raja Siti Jalilah Nafisah, KEGAGALAN FUNGSI PPK DAN KONSULTAN PENGAWAS SEBAGAI CELAH KERUGIAN KEUANGAN NEGARA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 11 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.